Iklan

Pasca Kerusuhan Di Tanjung Lenggang Yang Menewaskan Seorang Warga, 11 Orang Dibawa Ke Mapolres Langkat

Tuesday, January 14, 2020, 11:39:00 AM WIB Last Updated 2020-01-14T05:16:09Z



Warga Tanjung Lenggang saat melintas ke Polres Langkat untuk mendengar hasil dari Polres,  kemarin (13/1/2020)

Bahorok-Metrolangkat.com


Pasca kerusuhan yang terjadi di Tanjung Lenggang, Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, yang terjadi pada Sabtu (11/1/2020) Dinihari, dan menewaskan seorang warga yang bernama Pendi (38), hingga saat ini aparat Kepolisian dari Polres Langkat serta Detasemen A Pelopor Brimobdasu, masih terus berjaga di sekitar lokasi.

Hal itu dikatakan Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/1/2020) Siang.

"Saat ini situasi sudah aman dan kondusif. Tapi masih ada Petugas Kepolisian yang berjaga jaga di sekitar di lokasi," ucapnya.

Disoal apakah ada warga yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi kerusuhan yang menewaskan seorang warga tersebut, Camat Bahorok ini menegaskan hingga saat ini belum ada yang ditetapkan.

Pun begitu, Dameka Putra Singarimbun menegaskan jika sebanyak 11 orang warganya sejak kemarin, Senin (13/1/2020) dibawa ke Polres Langkat, untuk dimintai kererangannya sebagai Saksi.

"Benar, sejak kemarin ada 11 orang warga kita yang dibawa ke Mapolres Langkat untuk dimintai keterangannya. Hingga saat ini mereka semuanya belum kembali," beber Dameka.

Disinggung apakah ada mendengar akan ada aksi balasan dari sekelompok Preman yang kemarin sempat diserang warga tersebut, Dameka menegaskan jika hal itu tidak ada.

"Gak ada itu. Kalau pun ada yang mendengar, itu hanya isu," ungkapnya.

Diketahui, sebuah gubuk yang dijadikan markas Preman berinisial A, didatangi ratusan warga yang berasal dari Dusun ll Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Jumat (10/1/2020) malam.

Walau tak berhasil menemukan orang yang dimaksud, namun 3 orang anggotanya dikabarkan dihajar massa yang sudah terlanjur emosi.

Aksi amuk massa dan main hakim masyarakat yang berjumlah ratusan orang bukan tak beralasan. Selama ini, menurut warga, A memang dikenal masyarakat disana sudah sangat meresahkan. Puncaknya, A dan beberapa anggotanya melakukan penyanderaan terhadap Encak (28) dan anaknya Septiana, yang baru berusia 2 bulan.

Parahnya lagi, penyanderaan ini sudah kali kedua. Sebelumnya A pada hari Jumat tanggal 10 Januari sekitar pukul 04.00 pagi,  juga menyekap Encak.

Hal ini tentu saja sudah tidak dapat ditolelir lagi oleh masyarakat. Belum lagi aksi pemerasan dan kejahatan lain yang dilakukan A dan kroni-kroninya.

Hingga akhirnya masyarakat berkumpul. Mereka menyatukan kekuatan, sekitar 700 orang massa melakukan penyerangan markas A. Sayang, massa yang sudah beringas tidak menemukan A. Karena A, sudah keburu kabur. Namun, mereka mendapati 3 orang yang diduga merupakan kaki tangan A.

Merekapun melampiaskan amarah mereka. Ketiga orang itu habis menjadi bulan-bulanan massa yang dibakar emosi. Tidak sampai disitu, gubuk yang selama ini menjadi markas A dan kroninya dibakar. Demikian juga dengan mobil jenis Taft Rocky, nopol BK 118 ZO,  dan Sepeda Motor milik A.

Dalam aksi itu, seorang warga yang diketahui bernama Pendi, meninggal dunia. (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+
close