Iklan

Selasa, 14 Januari 2020, 19.33.00 WIB
Last Updated 2020-01-14T12:33:14Z
Hukum dan kriminal

Rugikan Uang Negara, Mantan Kades, Sekdes Dan Tim Pelaksana Pembangunan Sarana prasarana Desa Bubun Gol

Berita Viral




Langkat-metrolangkat.com


Penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat, Selasa (14/1/2020) melakukan pemeriksaan terhadap Faisal, mantan Kepala Desa (Kades) Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, serta Zainuddin SE, selaku mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Bubun, dan TS Syafi'i SE, selaku tim pelaksana kegiatan pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga Desa Bubun,  pada TA 2017 dan 2018 lalu.

Ketiganya dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pembangunan sarana dan prasarana Olahraga pada Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat TA 2017 dan 2018 dengan nilai anggaran sebesar Rp 170.000.000 (Seratus Tujuh Puluh Juta Rupiah) yang bersumber dari APBN yang dalam hal ini dari Kemenpora.

Dari hasil pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut yang dimulai dari pukul 09.00 s.d pukul 13.00 Wib, kemudian penyidik Kejaksaan Negeri Langkat meningkatkan status ketiga saksi tersebut menjadi tersangka.

Menurut Ali Ibrahim selaku Kasintel Kejari Langkat, adapaun penetapan para tersangka Sebagai berikut :

1. Zainuddin, SE Selaku mantan Sekretaris Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : Print-03/L.2.25.4/Fd.1/01/2020.

2. TS Syafi'i SE selaku tim pelaksana kegiatan pembangunan sarana dan prasarana olahraga pada Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, TA 2017 dan 2018 berdasarkan surat penetapan tsk nomor : Print-01/L.2.25.4/Fd.1/01/2020.

3. Faisal selaku mantan Kades Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, berdasarkan surat penetapan tersangka nomor : Print-02/L.2.25.4/Fd.1/01/2020.

Selanjutnya Ali menambahkan, sekira pukul 14.05 Wib, ketiga tersangka tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di Puskesmas, lalu atas hasil perhitungan dari Inspektorat Lab Langkat atas perbuatan ketiga tersangka tersebut menyebabkan kerugian terhadap keuangan negara sebesar Rp 108.000.000.

Kemudian terhadap ketiga tersangka,  disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Sekitar pukul 17.00 Wib, para tersangka dibawa oleh Penyidik ke Rutan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, untuk dilakukan penahanan selama 20 hari," tutup Ali Ibrahim. (Dky)