Iklan

Selasa, 25 Februari 2020, 20.49.00 WIB
Last Updated 2020-02-25T13:49:43Z
Berita Terkini

17 Bulan Diburon, Polisi Ahirnya Tembak Mati Pembunuh Cekgu Asal Stabat

Berita Viral
Kapoltabes mengelar Temu Pers usai menembak mati pelaku pembunuhan guru Stabat.
Medan, Metrolangkatbinjai.com
Polisi menembak mati pelaku pembunuhan Muhammad Yusuf (34) Guru Sekolah Dasar asal Stabat yang jasadnya dibuang di Ladang Buah Jalan Jamin Ginting Dusun I Desa Sibolangit, Deliserdang pada 14 September 2018 lalu.
Pria yang ditembak mati tersebut adalah Ganda Winata alias Gandrung warga Desa Ara Condong, Stabat, Langkat.
Sedangkan tersangka lainnya yaitu istri korban sendiri yakni Chory Kumulia Dewi alias Chory alias Dewi yang sudah dibekuk pihak kepolisian pada 19 September 2018 silam yang menjadi otak pembunuhan berencana.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak membenarkan bahwa antara pelaku Gandrung dan istri korban memiliki hubungan spesial.
Hasil penyelidikan kita, antara pelaku yang ditembak mati dengan istri korban Chory memiliki hubungan spesial. Namun ia tak mengakuinya," jelasnya saat konfrensi pers di RS Bhayangkara, Selasa (25/2/2020).
Ia juga membeberkan bahwa motif lainnya karena pelaku istrinya tidak terima karena tidak dinafkahi dan diancam akan diceraikan.
"Jadi istri korban sakit hati karena gaji tidak pernah dikasih oleh korban. Lalu korban mengancam hendak menceraikan tersangka. 
Hingga akhirnya Chory menceritakan kepada selingkuhannya Gandrung. Hingga kedua tersangka mengajak korban untuk pergi menghadiri pesta ke Aceh yang selanjutnya korban dibunuh di dalam perjalanan," ungkapnya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir menyebutkan membutuhkan waktu selama 17 bulan untuk menangkap pelaku Gandrung.
"Sudah melarikan diri sejak Oktober 2018 dan membutuhkan waktu 17 bulan. Kawan-kawan reserse berhasil mendeteksi dan melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka GW pada 23 Februari 2020 di Kecamatan Sei Kijang tepatnya di sebuah perkebunan kelapa sawti di Riau," ungkapnya saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Medan, Selasa (25/2/2020).
Isir menegaskan pelaku harus ditembak mati karena sempat melukai petugas dengan sebilah pisau.

Ia menyebutkan bahwa pelaku Gandrung juga berperan dalam perencanaan dan pengeksekusian.
"Bahwa tersangka juga ikut dalam perencanaan dan juga sebagai esekutor terkait perkara pembunuhan M Yusuf pada 13 September 2018 silam," tambah Isir.
Kronologi kematian Muhammad Yusuf diawali ketika Chory istri korban menghubungi teman prianya Gandrung dan mengatur strategi untuk melakukan pembunuhan.

Tersangka semoat melawan dan melukai petugas dengan pisau sehingga para personil memberikan tindakan tegas dan terukur," tuturnya
Ia menyebutkan bahwa pelaku Gandrung juga berperan dalam perencanaan dan pengeksekusian.
"Bahwa tersangka juga ikut dalam perencanaan dan juga sebagai esekutor terkait perkara pembunuhan M Yusuf pada 13 September 2018 silam," tambah Isir.
Kronologi kematian Muhammad Yusuf diawali ketika Chory istri korban menghubungi teman prianya Gandrung dan mengatur strategi untuk melakukan pembunuhan.
"Jadi karena diminta Dewi, Gandrung membuat skenario untuk melakukan pembunuhan terhadap Muhammad Yusuf," katanya.
Lalu Dewi mengajak suaminya untuk menghadiri acara pesta keluarga Chory yang berada di Aceh.
"Korban menyetujuinya dan Dewi langsung merental mobil sekaligus sopirnya. Nah padahal mobil sudah dirental sehari sebelum mereka berangkat ke Aceh," jelasnya.
Ternyata Chory sudah merental mobil pada 12 September 2018 dan disopiri oleh selingkuhannya Gandrung.
Mereka pun pergi dengan mobil rental Daihatsu Ayla BK 1191 AE warna putih pada pada 13 September 2018 pagi.
Setibanya di Jalan Jamin Ginting, Dusun Satu, Desa Sibolangit, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Gandrung memberhentikan mobil yang mereka gunakan dengan alasan mogok.
Selanjutnya, Dewi langsung keluar mobil dan menjauhi mobil sekitar 7 meter.
"Saat berdua di dalam mobil, Gandrung langsung mencekek leher korban dan menutupnya dengan kain sehingga korban merasa kesulitan untuk bernafas dan akhirnya meninggal dunia. 
Gandrung juga sempat memukuli korban. Setelah mengetahui korban tidak bernyawa, Gandrung langsung mengeluarkan korban dari mobil dan membuangnya," terangnya.
Korban dibuang Diperladangan warga yang berada di Jamin Ginting, Dusun Satu, Desa Sibolangit, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang dan mengambil identitas korban.
Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan korban dengan bagian leher terdapat luka memar, mata kanan luka lebam.
"Kita menetapkan kedua tersangka dengan pasal 338 junto 340 KUHPidana dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun dan maksimal seumur hidup," katanya.(trb/red)