Iklan

Selasa, 04 Februari 2020, 21.16.00 WIB
Last Updated 2020-02-04T14:20:15Z
Hukum dan kriminal

Terlibat Curas, Anak Ketua HIPAKAD Langkat Ditembak Polisi

Berita Viral

Rambo dengan kaki terbungkus dibesuk ibunya yang juga Ketua HIPAKAD Langkat di Sel Polres Langkat.(ist) 


Langkat,Metrolangkatbinjai.com

Satria Mandala alias Rambo (30), harus merasakan timah panas petugas yang menembus betis kaki kanannya.

Warga Lingkungan III Sejahtera, Kelurahan Dendang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat itu ditembak personil Unit Pidum Sat Reskrim Polres Langkat, Senin (3/2) malam.

Aksi tembak yang dilakukan petugas terhadap putra seorang tokoh masyarakat Langkat ini, karena Rambo diduga terlibat aksi pencurian dengan kekerasan (Curas).

Penangkapan yang berujung penembakan terhadap Rambo tersebut, langsung mendapat respon keras dari kedua orang tuanya. 

Rambo ditangkap Tim Reskrim Polres Langkat sabtu malam sekira jam 23.00 WIB di arena jackpot tak jauh dari rumah kami ini. 

Rambo dituduh melakukan perampokan (Curas) di kawasan Jalan Sudirman, Desa Karang Rejo, Sabtu (1/2) kemarin," beber Roslila, Selasa (4/2) sekira jam 17.30 WIB.


Roslila menambahkan, begitu terjadi penangkapan, tidak lama kemudian datang teman anaknya yang mengatakan bahwa Rambo ditangkap polisi. 

"Kawan anak saya bilang, kalau Rambo dituduh melakukan perampokan hp juga uang tunai satu juta rupiah," lanjutnya.

Selanjutnya Roslila mendatangi Polres Langkat untuk memastikan kabar yang menimpa anaknya. Sampai di Polres, Roslila bertanya kepada penyidik atas alasan apa anaknya ditangkap. 

"Kata penyidik, anak saya disangkakan melakukan curas dan pada saat itu masih dalam penyidikan. Jika tidak bersalah, katanya anak saya besoknya (Senin) akan dipulangkan," ungkap Roslila yang juga Ketua HIPAKAD Kab Langkat.

Namun setelah ditunggu lewat dari 1x24 jam Rambo tak kunjung pulang, malah ada kabar bahwa Rambo disiksa petugas dan ditembak di kawasan kebun lada, Senin (3/2) malam. 

Dengan modus bahwa Rambo mencoba melarikan diri saat petugas melakukan pengembangan.

"Dah dua malam anak saya nginap di Polres. Kenapa kok malam ke-3 anak saya ditembak kakinya dengan alasan mencoba kabur saat pengembangan. 

Tapi pas saya jenguk Rambo di sel tahanan Polres Langkat, Rambo mengaku bahwa mata dan mulutnya ditutup petugas sesaat sebelum kakinya ditembak," ketus Roslila.

Ironisnya, meskipun Rambo sudah ditangkap dengan persangkaan tersebut, arena judi jackpot tempat Rambo ditangkap hingga kini masih terus beroperasi. "Kenapa arena judi yang terang-terangan itu tetap buka. 

Apa karena ada setoran ke oknum petugas Polres Langkat. Saya minta agar Kapoldasu menindak tegas oknum Polisi yang membackup segala bentuk perbuatan ilegal," pungkas Roslila geram.

Wakil Ketua HIPAKAD Langkat, Adhan Nur merasa sangat kesal dengan tindakan oknum petugas Polres Langkat yang terkesan tidak profesional. 

"Kami akan laporkan masalah ini ke Komisi I DPRD Langkat. Saya duga Unit Pidum Polres Langkat tidak bekerja sesuai dengan SOP. Masa anak saya dipaksa mengakui perbuatan itu. 

Sementara, bukti dan saksi tidak mendukung untuk menjadikan anak saya sebagai tersangka," ketusnya.

Adhan Nur berharap agar Kapoldasu memberikan tindakan tegas kepada oknum Polisi di Polres Langkat yang sudah bertindak diluar SOP.

 "Saya minta agar siapapun oknumnya yang terlibat dalam masalah ini agar dipindahkan dari Polres Langkat. Agar tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari," pungkas Adhan Nur kecewa.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa saat dikonfirmasi via pesan WhatsAppnya membenarkan penangkapan Rambo. "Besok mau disampaikan paparan lengkapnya. Hari ini kita masih giat di lapangan," katanya datar..(red)