Iklan

Rabu, 25 Maret 2020, 21.24.00 WIB
Last Updated 2020-03-25T14:24:21Z
Berita Hari Ini

Imbas Covid 19, Omset Anjlok Pedagang Kecil Harapkan Kompensasi Pemerintah

Berita Viral
Tempat jualan Anita yang terlihat sepi dan Tugu Amir Hamzah yang tidak ada pedagang yang berjualan dan aktifitas

Langkat - Metrolangkat.com

Penyebaran virus corona yang telah meluas hingga ke berbagai negara termasuk Indonesia telah merugikan para pedagang, khususnya di Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

 Pasalnya, masyarakat sudah mengurangi aktifitas di keramaian khususnya di malam hari.

Menurut Anita Puspa (32) salah seorang pedagang makanan dan minuman ini yang berdagang di samping Mesjid As-Syuhada merasakan adanya penurunan yang sangat drastis dari hari ke hari akibat wabah virus corona.

Kepada Metro Langkat Rabu (25/3) Ia mengaku, sudah seminggu ini pembeli yang datang bisa dihitung pakai tangan. Padahal dulu sebelum adanya wabah corona, dagangan selalu ramai pembeli dan pengunjung.

Bahkan, hari ini saja ia bilang hanya ada beberapa pengunjung aja yang datang, biasanya ia per hari mendapatkan omset berkisar 700 ribu, sekarang cuma 150 ribu.

Justru ini apabila berkelanjutan bisa membuat dirinya merugi.
"Biasanya kalau sore begini setidaknya saya sudah mendapatkan 300ribu rupiah, ini cuma 80 ribu saja, hal sepeti ini terjadi sejak adanya wabah virus corona," tandasnya dengan cemas.

Dirinya juga menambahkan, bahwa beberapa hari lalu pada malam hari tempat ia berjualan didatangi oleh petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, Sat Pol PP dan TNI.

Petugas mendatanginya untuk memberikan himbauan agar membatasi jam ia berjualan hanya sampai Jam 20.00 WIB, jelas saja hal ini dapat merugikan dirinya.

Ia juga menambahkan, bahwa kemarin pedagang yang berjualan di dalam areal tanah lapang Tugu Amir Hamzah tidak diperbolehkan berjualan hingga 14 hari kedepan.

Ia pun berharap virus corona bisa segera mereda sehingga tak menghambat penjualannya. "Pokoknya drastis kali lah menurunnya omset penjualan, berkisar 80%," tandasnya.

Anita juga berharap, apabila dirinya dalam waktu dekat ini tidak diperbolehkan berjualan hingga penyebaran wabah virus corona ini dianggap sudah tidak ada lagi, agar kiranya pemerintah Kabupaten Langkat bisa memberikan kompensasi berupa sembako untuk pertahanan ia dan keluarganya.

Terpisah, Sekda Kabupaten Langkat Dr H Indra Salahudin MKes MM melalui telepon selularnya pada Rabu (25/3) sekira Jam 17.30 WIB mengatakan, bahwa sampai saat ini pemkab belum ada memberikan kompensasi untuk masyarakat yang mencari nafkah dengan cara berdagang.

 "Untuk mengenai hal lebih lanjut terkait covid 19 silahkan hubungi Jubir Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Langkat Dr Arifin di Dinas Kesehatan," tandasnya. (Zar)