Iklan

Selasa, 10 Maret 2020, 09.29.00 WIB
Last Updated 2020-03-10T03:05:22Z
Anak Negeri

Interogasi Dan Intimidasi 6 Siswi, Kacabdis Pendidikan Dilapor Kemendikbud

Berita Viral

Togar Lubis SH MH Wakil Ketua Bidang Advokasi pada FKKS Kabupaten Langkat. (fb) 

Langkat, Metrolangkatbinjai.com

Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kabupaten Langkat minta Dinas Pendidikan Provinsi Sumut segera mengambil tindakan dan sanksi yang tegas terhadap Kacabdis Pendidikan Stabat Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Ichsanul Arifin Siregar, S.STP dan Drs. Suherman, M.Pd.

Pasalnya, kedua pejabat di kantor Cabang Dinas Pendidikan Stabat itu diduga melakukan Intimidasi terhadap 6 (enam) siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat (28/2) lalu sekira pukul 11.15 wib sampai dengan 12.30 wib disalah satu ruang kelas di SMA Negeri 1  Jum’at tanggal 28 Pebruari 2020,sekira pukul 11.15 Wib sampai dengan 12.30 Wib di salah satu ruang kelas SMA Negeri 1 Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

Permintaan ini telah disampaikan FKKS pada Senin (9/3) melalui surat kepada Kadis Pendidikan Provinsi Sumut dan tembusannya disampaikan kepada Inspektorat Sumut, Mendikbud dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 

“Mengacu pada Pasal 13 Ayat (1) UU Nomor 23 tahun 2012 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, maka setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminasi

Esploitasi baik ekonomi maupun seksua, penelantaran, kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan,  ketidakadilan dan perlakuan salah lainnya”,  terang Togar Lubis yang dikenal sebagai Praktisi Hukum dan juga Aktivis Perlindungan Anak ini, Selasa (10/3) di Stabat.

Masih menurut Togar Lubis, bahwa perbuatan Kacabdis Pendidikan Stabat Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Ichsanul Arifin Siregar, S.STP dan Drs. Suherman, M.Pd yang memeriksa 6 orang siswi SMAN 1 Kecamatan Binjai diruang kelas dalam keadaan pintu tertutup dan siswi tanpa didampingi orang tua atau guru

Pemeriksaan tersebut terkesan seperti Interogasi yang dilakukan oleh Penyidik, bahkan siswi dipaksa agar menjawab seperti keinginan Ichsanul Arifin Siregar, S.STP dapat dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum. Apalagi keterangan siswi-siswi tersebut kemudian diketik oleh Drs. Suherman pada laptop seperti layaknya membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Saksi Perkara Pidana. 

Padahal, tambah Togar Lubis, mengacu pada Pasal 23 ayat (2) UU RI Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, bahwa, Dalam setiap tingkat pemeriksaan, Anak Korban atau Anak Saksi wajib didampingi oleh orang tua dan/atau orang yang dipercaya oleh Anak Korban dan/atau Anak Saksi, atau Pekerja Sosial.

“Menurut pengakuan 6 orang siswi tersebut kepada saya,  ketika pemeriksaan, Ichsanul Arifin Siregar, S.STP malah  terkesan mengancam siswi-siswi tersebut dengan kalimat “Jujur Aja, Nanti ini akan diproses polisi, makanya apa yang saya tanya jawab”Ujat Togar mengulang kalimat Ihsan.

. Kalimat ini dirasakan oleh 6 orang siswi SMA Negeri I Binjai sebagai ancaman dan Intimidasi dan sepulang sekolah anak-anak ini menyampaikan hal yang mereka alami kepada orang tua mereka dan para orang tua siswi merasa keberatan dan telah membuat surat pernyataan keberatan  terhadap pemeriksaan tersebut

Dan salah seorang orang tua siswi kepada saya mengaku bahwa putrinya mengalami ketakutan seperti trauma” beber Togar Lubis sambil memperlihatkan Surat Pernyataan Keberatan orang tua siswi”, beber Togar Lubis yang merupakan Wakil Ketua Bidang Advokasi pada FKKS Kabupaten Langkat. ( red)