Iklan

Kamis, 12 Maret 2020, 22.38.00 WIB
Last Updated 2020-03-12T15:38:38Z
Berita Hari Ini

Polres Langkat Banyak Tungakan Kasus : Perampokan Emas, Pembacokan Tokeh Delman Dan Tewasnya 3 Pekerja Tower

Berita Viral
Stabat, Metrolangkat.com

Satuan Reskrim Polres Langkat menorehkan banyak catatan kasus yang tertunggak. Dari catatan Metrolangkatbinjai.com beberapa kasus yang sampai kini belum juga berhasil diungkap adalah perampokan penjual emas di Pekan Selasa, Kelurahan Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Diketahui perampokan tokeh emas itu terjadi pada Selasa (4/2) sekira Jam 08.30 Wib. Akibatnya, tas berisikan hp dan perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah milik H Mulyadi (46) warga Jalan Perniagaan No 49, Kelurahan Stabat Baru, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat raib dibawa kabur empat orang perampok. 

Beberapa waktu lalu kepada Metro Langkat, Ani (27) pedagang nasi yang berjualan tepat di sebelah lapak H Mulyadi, mengaku sempat melihat aksi empat orang perampok. 

Tapi, hanya dua orang yang menodongkan senpi ke arah korban dan dua orang lagi duduk di atas kereta.

"Kejadiannya singkat kali tadi. Aku liat pak Haji ditodong sama dua orang bersenpi, terus diserahkan tasnya. Setelah itu, perampoknya kabur dan pak Haji langsung teriak rampok...rampok...rampok," beber Ani.

Lanjutnya, setelah berhasil merampas harta H Mulyadi, para perampok melarikan diri ke arah Secanggan dengan menggunakan kereta ViXion dan Satria FU. "Rampoknya pake jaket warna hitam, pake helm dan make masker penutup wajah. Gak sempat pula tadi liat plat keretanya," pungkas Ani.

Tak hanya kasus perampokan tokeh emas yang belum terungkap, Satuan Reskrim Polres Langkat dibawah komando AKP Teuku Fathir Mustafa juga belum berhasil meringkus pelaku kejahatan pembacokan pengusaha Delman yang di perkirakan hampir dua bulan berlalu.
Diketahui pelaku pembacokan yang menimpa sekeluarga di Jalan Karya Bakti, Lingkungan VI, Kelurahan Sidomulyo, Kabupaten Langkat, pada Selasa (21/1) sekira Jam 20.00 WIB lalu masih berkeliaran.

Dalam insiden berdarah yang terjadi telah  memakan korban luka-luka sebanyak tiga orang. Ketiga korban dalam satu rumah itu yakni, Eliawaty (42), Aldona Veronika (26) dan Adinda Permata (6).

Kepada wartawan, Kapolres Langkat, yang saat itu AKBP Doddy Hermawan menjelaskan, terduga pelaku yang identitasnya sudah ketahui terus diburu pihak kepolisian Polres Langkat. 

"Untuk terduga pelaku, masih dalam proses lidik dan pengejaran. Apabila nanti tertangkap, akan kami infokan," ujar dia didampingi Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir Mustafa, Kamis (23/2).

Sampai sekarang ini, entah apa pasalnya pihak kepolisian masih bungkam dan belum ada memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kedua kasus tersebut. 

Kasatreskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa, saat hendak di konfirmasi di ruangan kerjanya mengenai kasus tersebut, pada Kamis (12/3) sekira Jam 15.00 Wib tidak ada di tempat dan saat dihubungi via telepon tidak menjawab.

Begitu juga dengan Kanit Pidum Polres Langkat Iptu Bram Candra terkesan bungkam. Walaupun pesan singkat melalui pesan Whatss Up wartawan sudah dibaca, namun Kanit yang dikenal kurang bermitra dengan kalangan jurnalis ini lebih memilih.

Lambatnya pengungkapan kasus ini akhirnya mengundang reaksi Safril SH, salah seorang penggiat hukum di Langkat.

 Menurut Safril SH, seharusnya polisi bertindak cepat untuk membongkar kasus ini, selain adanya kepastian hukum masyarakat juga tidak di buat resah dengan masih berkeliarnya pelaku kejahatan.

 “Perampokan bersenpi ini merupakan peristiwa besar, karena ini pertama kalinya terjadi di Kecamatan Secanggang, wajar masyarat berharap agar kejadian cepat terungkap. 

Kalau kasus ini berlarut-larut maka keresahan masyarakat semakin bertambah, karena pelakunya sampai sekarang ini belum tertangkap,” pungkasnya.

“ Jadi saran saya kepada Kapolres Langkat yang baru ganti saja Kasat reskrimnya kalau tidak mampu. Begitu juga dengan Kanitnya. 

SElain beberapa kasus tersebut, ada kasus lagi yang hingga kini ditutup-tutupi POlres Langkat yakni tewasnya tiga pekerja tower yang jatuh tertimpa tiang tower. “ Ketusnya. (Zar)