Iklan

Kamis, 19 Maret 2020, 08.33.00 WIB
Last Updated 2020-03-19T01:33:05Z
Berita Hari Ini

Praktek Judi &Maksiat Menjamur Di Brandan,ASUMSI Ultimatum Penegak Hukum 3x24 Jam

Berita Viral


Teka foto: Kordinator ASUMSI Brandan, Fariz (lengan hijau) di Kafe Pasir14 Brandan dan tempat judi di Ruko 88.

Metrolangkat.com

Terkait maraknya praktik maksiat di Pangakalan Brandan akhir-akhir ini, membuat Aliansi Suara Umat Muslim Indonesia (ASUMSI) Brandan gerah.


Kordinator ASUMSI Fariz Riza Fahlevi (25) mengatakan, pihaknya mendesak penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terkait meraknya praktik perjudian dan prostitusi.

Mereka mendesak penegak hukum untuk segera menutup segala bentuk kemaksiatan di Kota Minyak tersebut. "Kita beri waktu 3x24 jam untuk penegak hukum menutupnya.

Kalau tetap buka juga, kami yang akan menutupnya," bebernya, Rabu (18/3) sekira jam 18.15 WIB di Kafe Pasir 14 Brandan.


Hal itu disampaikan warga Sei Bilah, Pangkalan Brandan ini dalam forum musyawarah yang digelar dengan pihak Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat Brandan di Gedung Ikatan Keluarga Minang (Rumah Minang) Brandan, Selasa (17/3) kemarin.

Kepada Metro Langkat, Fariz juga mengatakan bahwa ada beberapa titik praktik judi jackpot yang buka dengan cara terang-terangan seperti di Toko 88 yang terletak di Jalan Masjid Kelurahan Brandan Timur. "Disana ada jackpot, dingdong dan tempat karaoke," sambungnya.

Dirinya juga mengatakan, 127 simpatisan ASUMSI hadir dalam musyawarah itu. "Kapolsek Brandan sepakat untuk menutup tempat judi. Tapi kalau masalah prostitusi, Kapolsek mengarahkan untuk kordinasi kepada instansi terkait. Intinya, kami sudah gerah kali dengan kemaksiatan disini," tegasnya.

Untuk prostusi sendiri, pemuda anti maksiat ini mengatakan bahwa kedoknya pun bermacam-macam. "Di Simpang Gotong royong kedoknya karaoke.

Di jalan baru kedoknya warung remang-remang dan spa. Untuk di terminal Jalan Sutomo belakan Kantor Lurah juga ada, tapi malam transaksinya," pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Brandan AKP P S Simbolon mengatakan, dirinya mendukung penuh usulan ASUMSI tersebut. Menurutnya, kemaksiatan tidak hanya dilarang secara hukum tapi dalam setiap agama juga terlarang.

"Terkait prostitusi, kami akan kordinasi dengan pihak Kecamatan. Karena terkait ketertiban umum kan gawenya Kecamatan, dalam hal ini bagian Trantib. Kepada masyarakat, agar menjauhi tempat maksiat, mari sama-sama kita bersihkan Brandan ini dari  segala bentuk kemaksiatan," pungkasnya. (Zar)


Teka foto: Kordinator ASUMSI Brandan, Fariz (lengan hijau) di Kafe Pasir14 Brandan dan tempat judi di Ruko 88.