Iklan

Minggu, 26 April 2020, 09.32.00 WIB
Last Updated 2020-04-26T02:32:32Z
Berita Hari Ini

Keluarga Terpukul, FS Dikubur Seperti Pasien Terjangkit Corona Padahal Jantung

Berita Viral
Kediaman alm FS di Tanjungpura

Tanjung Pura - metrolangkat.com

Setelah dinyatakan meninggal oleh RS Murni Teguh Medan, FS (45) warga  Desa Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat dikebumikan di pekuburan Simalingkar Medan, Jum'at (24/4/2020) sekira jam 21.30 WIB.

Menurut keluarga almarhum, orang yang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Langkat ini, sama sekali tak memiliki gejala seperti terjangkit Covid-19. Bahkan, FS terlihat bugar dan sehat sehari sebelum dirinya meninggal di RS Murni Teguh Medan.

Hal inilah yang membuat kerabat FS merasa sangat terpukul. Pasalnya, almarhum sama sekali tidak memiliki riwayat kontak dengan warga berstatus PDP dan tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Menurut kerabat FS yang mengaku bernama Hasan (50) selama ini FS memiliki riwayat sakit jantung dan sudah pernah pasang ring. Kemarin, Jum'at (24/4/2020) sekira jam 10.00 WIB FS beserta istri dan anaknya pergi ke RS Murni Teguh untuk memeriksakan kesehatannya. "Dia (alamrhum) ngeluh sesak nafas karena sakit jantung yang dialaminya," bebernya, Sabtu (25/4/2020) jam 18.00 WIB

Hasan menambahkan, sesampainya di RS Murni Teguh, tenaga medis langsung berupaya menolong FS dengan memberikan alat bantu pernapasan, serta membantu menggetarkan jatung FS dengan peralatan yang tersedia. Namun sayang, upaya itu tak membuahkan hasil yang baik.

Tindakan medis pun teru dilakukan. Namun akhirnya, sekira jam 15.40 WIB, FS dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS Murni Teguh. "Yang buat kami keberatan, FS itu meninggal kan karena sakit jantung, kenapa FS dimakamkan di Simalingkar. Sementara, hasil testnya dikabarkan 5 hari lagi baru bisa diketahui," lanjut Hasan.

Tak hanya itu, istri dan anak serta supir FS dizinkan pulang oleh pihak RS Murni Teguh tanpa ada pemerikaan terlebih dahulu. "Kalau memang FS meninggal karena Covid-19, kenapa orang terdekatnya gak diisolasi. Sekarang mereka masih berduka, jadi tolong jangan dijumpai dulu," pinta Hasan.

Diketahui, saat warga menggelar acara tahlilan di rumah duka, beberapa petugas dari Kecamatan Tanjung Pura, Polsek, Koramil dan petugas yang menggunakan APD melakukan pemeriksaan terhadap warga dan keluarga almarhum.

"Istri, anak dan supir FS sempat dibawa petugas, namum karena negatif Covid-19, malam itu juga mereka dipulangkan. Keluarga FS sekarang merasa terpukul, kenapa kok bisa gitu ceritanya. Pasien sakit jantung, kok malah dimakamkan seperti orang yang positif Covid-19," pungkas Hasan.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang teman dekat FS yang tak ingin namanya disebutkan mengaku bahwa, Rabu (22/4/2020) malam dirinya diajak makan oleh FS. Pada malam itu, FS terlihat sangat bugar dan sehat tanpa ada mengeluh sakit apapun.

Pria berperawakan tinggi itu juga sangat terkejut dengan peristiwa tersebut. Pasalnya, selama beberapa hari sebelum meninggal, tidak terlihat gejala seperti orang terjangkit Covid-19. "Kemarin sehat-sehat aja dia (FS). Paginya dia berobat, malamnya kok dengar kabat dia meninggal dan mau dimakamkan di Simalingakar pula," tandasnya.

Sementara, Juru bicar (Jubir) Satgas Covid-19 Langkat, dr M Arifin Sinaga di Posko Informasi Covid 19 Dinkes Langkat, saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020) sore mengatakan, FS itu memiliki riwayat sakit jantung, meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19. Kini jenazahnya telah dikuburkan di Simalingkar Medan, sesuai Protokol Covid-19.

"FS meninggal pada Jum'at 24 April 2020 pukul 15:38 WIB di RS Murni Teguh Medan, setelah 2 jam menjalani perawatan. Malamnya, jenazah langsung dikebumikan. Tim Satgas Covid 19 Langkat sudah memeriksa keluarga FS di RSUD Tanjung Pura dengan Rapid Test, dan sudah foto thorax di dada, hasilnya negatif," ungkap dr M Arifin Sianga

Dirinya menambahkan, keluarga FS akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari kedepan. "Isteri, dua orang anak, serta 1 supirnya sudah diperiksa," ungkap Arifin.

Jubir Satgas Covid-19 Langkat ini menerangkan bahwa, FS memiliki riwayat sakit jantung dan pernah pasang ring 1 buah. Ia berobat ke RS Murni Teguh bersama keluarga dengan inisiatif sendiri tanpa surat rujukan dari Satgas Covid 19 Langkat.

"Keluhannya, sesak nafas dan batuk sesekali. Setelah dilakukan rapid test, hasilnya negatif Covid-19, melainkan hanya PDP Covid 19. FS dinyatakan PDP Covid 19 setelah meninggal, oleh RS Murni Teguh," pungkas Arifin. (Ahmad)