Iklan

Kamis, 23 April 2020, 10.14.00 WIB
Last Updated 2020-04-23T03:14:10Z
Berita Hari Ini

Polsek Brandan Didemo Ratusan Massa ASUMSI

Berita Viral
Ratusan massa mendemo Polsek Pangkalan Brandan

P Brandan - metrolangkat.com

Polsek Pangkalan Brandan mendadak penuh. Sedikitnya, 400-an massa yang tergabung dalam Aliansi Suara Umat Muslim Indonesia (ASUMSI) mendatangi Mapolsek itu, Rabu (22/4) sekira jam 20.15 WIB. Mereka mendesak penegak hukum agar segera menutup seluruh lokasi maksiat yang beroperasi di Kota Minyak tersebut.

Kekesalan mereka berawal dari salah satu tempat hiburan (karaoke) yang berada di Jalan Suka Mulia Gotong Royong, Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat yang kerap buka hingga larut malam dan diduga selalu dijadikan tempat berkumpul pasangan yang bukan suami istri.

Kordinator ASUMSI Fariz Riza Fahlefi mengatakan, lokasi karaoke itu diduga sering dijadikan sebagai tempat maksiat. Lokasinya pun berdampingan dengan pemukiman warga, sehingga mengganggu kenyamanan dan ketentraman. "Kami minta karaoke itu dan tempat maksiat lainnya ditutup," ucap Kordinator ASUMSI Fariz Riza Fahlefi.

Pria yang selalu terlihat religius ini berharap, agar segala jenis praktik maksiat bisa segera dihapuskan dari Brandan. Mereka akan selalu memantau apapun dan dimnapun praktik ilegal tersebut beroperasi. "Apabila ada beroperasi lagi, kami akan mengambil tindakan tegas untuk menutupnya," tegasnya

Dirinya menambahkan, hingga saat ini, masih ada beberapa lokasi judi jackpot dan warung remang-remang yang tetap masih beroperasi, meskipun ibadah puasa Ramadhan sudah di depan mata. "Jangan kotori bulan Ramadhan dengan perbuatan menyimpang. Kita minta, jangan ada lagi kemaksiatan di Brandan ini sampai kapan pun," tegasnya.

Sementara, tokoh agama Pangkalan Brandan Syekh H Ramli Syafruddin mengatakan, selama ini sudah sering dilakukan peringatan secara baik-baik, namun tidak direspon. "Atas nama suara masyarakat dan suara umat, kita minta lokasi-lokasi maksiat di Barandan agar segera di tutup," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Babalan Drs Khaidir Siagian, yang meminta agar pemerintah untuk segera menutup segala tempat hiburan dan lokasi-lokasi maksiat yang dianggap dapat mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. "Jangan ada tebang pilih, kita minta semua tempat maksiat agar segera ditutup," tegasnya.

Bersama Plt Camat Babalan Faizal Rizal Matondang SSos MAp dan Lurah Pelawi Utara Ardy Rinaldy Syafza SStp, kehadiran mereka disambut hangat oleh Kapolsek Pangkalan Brandan AKP PS Simbolon SH. Mediasi antara ASUMSI dan pemilik karaoke yang digelar di Mapolsek berlangsung lancar dan tertib.

Setelah dilakukan mediasi, pemilik karaoke bersedia tempat usahanya tersebut ditutup. Akhirnya, sekira jam 21.30 WIB kerumunan massa pun membubarkan diri dengan kondusif

Saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Kapolsek Pangkalan Brandan AKP PS Simbolon SH mengatakan, secepatnya akan menyelesaikan masalah tersebut. "Bersama pihak Kecamatan, kita sudah memanggil pihak terkait. Atas permintaan masyarakat, lokasi karaoke itu akan ditutup," tandasnya, Kamis (23/4) pagi. (Ahmad)