Iklan

Selasa, 05 Mei 2020, 20.34.00 WIB
Last Updated 2020-05-05T13:34:40Z
Hukum dan kriminal

DPW PNTI Sumut Kecam Kapal Asing Masuk Perairan Langkat

Berita Viral

        Ketua PNTI Sumut Adhan Nur

Stabat - metrolangkat.com

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumatera Utara Adhan Nur, dengan tegas menolak dan mengecam keras kedatangan kapal MV Cheung Kam Wing berbendera Hongkong masuk di wilayah perairan Langkat, Minggu (3/5/2020) krmarin.

Hal ini disampaikan Adhan Nur di Kantor PNTI Sumut di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Dendang, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Selasa (5/5/2020) sore. "Memang sudah lama aktifitas bongkar muat ikan seperti itu berlangsung. Tapi, selama ini kapal yang datang gak sebesar itu, kapalnya pun kapal kayu," ungkap Adhan Nur.

Presidium Komite Percepatan Pembentukan Kabupaten Teluk Aru (KPP-KTA) ini menambahkan, alangkah lebih baik lagi jika ikan kerapu tersebut dimuat dengan cara dilangsir ke tengah laut dengan boat nelayan setempat.

"Ketua PNTI Sumut menolak kapal asing berbendera Hongkong tersebut masuk perairan Langkat. Apa yang dilakukan warga Pulau Sembilan adalah tindakan yang paling tepat dan benar. Gak menutup kemungkinan, kedepannya tenaga kerja asing (TKA) bisa aja diselundupkan mereka via jalur laut," tegas Adhan Nur.

Hingga saat ini, Adhan Nur menambahkan bahwa, masih banyak TKA yang bekerja dan menetap di PLTU Pangkalan Susu. "Saya selaku ketua PNTI Sumut sangat mengapresiasi warga Pulau Sembilan yang sudah berani menghalau kapal asing tersebut dan telah tanggap dengan situasi Covid-19 ini," sambungnya.

Kedepannya, Adhan Nur berharap kapada seluruh nelayan tradisional yang ada di Sumatera Utara, khususnya yang ada di Kabupaten Langkat, agar selalu waspada untuk mengantisipasi segala bentuk penyimpangan yang ada di negara ini.

"Ini adalah contoh kasus kecil bagi kita semua yang menunjukkan bahwa, tak menutup kemungkinan masih banyaknya kapal-kapal asing ilegal yang dengan 'bebas' masuk ke perairan NKRI yang hingga kini masih terjadi," tandasnya. (Ahmad)