Iklan

Rabu, 06 Mei 2020, 21.16.00 WIB
Last Updated 2020-05-06T14:16:15Z
Berita Hari Ini

Ngeri.. !!! Orang Meninggal Masuk Daftar Penerima Bansos Covid-19

Berita Viral
Tim Metrolangkat.com  saat menyambangi Kantor Desa Perdamaian.

Sambirejo - metrolangkat.com

Pemerintah Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat merasa kecewa dengan Dinas Sosial Kabupaten Langkat yang telah mengeluarkan daftar penerima bantuan sosial (Bansos) Covid-19 untuk warga desa tersebut, Senin (4/5/2020) malam kemarin.

Kekesalan itu disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Perdamaian Ipan kepada awak media si Kantor Desa Sambirejo, Rabu (6/5/2020) sekira jam 14.30 WIB. "Kemarin ada data dari Kemensos turun, 408 KK yang terdaftar. Dari situ, data orang yang sudah meninggal, data yang sudah tidak jelas, dan golongan mapan kami verifikasi agar dikeluarkan dari daftar penerima Bansos," ungkap Ipan.

Dirinya melanjutkan, data dari Kemensos yang disebut-sebut berasal dari Basis Data Terpadu (BDT) lawas tahun 2015 yang sudah diverifikasi tersebut, kemudian dikirim kembali ke Dinas Sosial Kabupaten Langkat.

Pihak desa pun terkejut saat melihat spanduk tabel data penerima Bansos Covid-19 yang mereka terima dari Dinsos Langkat tidka valid. Karena, daftar penerima Bansos tersebut merupakan data yang pertama kali mereka terima dari Kemensos, alias yang belum diverifikasi Pemerintah Desa Perdamaian.

"Data itu disuruh Dinsos agar kita pajang. Di daftar penerima itu, ada pula warga yang sudah meninggal 5 dan 10 tahun yang lalu jadi penerima Bansos. Ini kan jadi polemik bagi kita disini. Otomatis, warga lain yang layak menerima kan pada keberatan," lanjutnya.

Atas kejadian itu, Pemdes Perdamaian kemudian mengambil kebijakan agar menahan paket bansos milik orang yang sudah lama meninggal tersebut, untuk dialihkan kepada warga lain yang masuk kriteria berhak menerima paket Bansos Covid-19 itu.

"Kan gak mungkin paketnya kita bagikan sama orang yang dah meninggal itu, gak mungkin juga kita bagikan kepada warga yang sekarang sudah pada mapan. Data ini kan dah sebulan yang lalu keluarnya, kok bisa sampe beginilah hasilnya," ketus Ipan.

Untuk Desa Perdamaian sendiri, sedikitnya tercatat ada 664 KK dari 1.314 KK yang diajukan sebagai penerima Bansos Covid-19 yang akan disalurkan ke 10 dusun yang ada di desa itu. Sementara data yang tidak jelas dan termasuk orang yang sudah meninggal tercatat ada sekira 20 KK.

Disamping itu, data penerima PKH dan Rastra ikut muncul dalam daftar tabel penerima Bansos Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinsos Langkat. "Warga yang tertera namanya di tabel penerima itu mana mau tau dia, asal ada namanya disitu, ditagihnya la paketnya. Ini kan jadi polemik bagi kami disini," keluh Ipan.

Diketahui, untuk kecamatan Binjai sendiri, selain Desa Perdamaian, terdapat desa lain yang mengalami kejadian serupa, berupa ketidakvalidan data penerima Bansos Covid-19, yakni Desa Sendang Rejo, Sambirejo, Sidomulyo dan Desa Tanjung Jati.

Pada kesempatan yang sama, Kadus XIII Desa Perdamaian Iwan mengaku bahwa ada dua warganya yang sudah diatas 5 tahun meninggal yang namanya tercantum dalam daftar penerima Bansos Covid-19.

Selain itu, Iwan menambahkanbahwa ada dalam satu KK terdapat suami istri yang menjadi penerima Bansos tersebut. "Ini kan jadi masalah tersendiri bagi kami selaku kadus. Timbul lah kecemburuan sosial ditengah masyarakat," beber Iwan.

Kadus XIII ini menambahkan, ads warganya yang bernama Ramli Nasution yang sudah meninggal 12 tahun silam namun namanya muncul sebagai penerima Bansos. "Padahal anak almarhum dah pada bekeluarga, kok bisa lah nama dia muncul. Kan aneh itu," pungkas Iwan. (Ahamd)