Iklan

Sabtu, 09 Mei 2020, 20.02.00 WIB
Last Updated 2020-05-09T13:02:30Z
Advetorial

Salurkan Bansos Sembako Pangan :Bupati Langkat : Jika Ada Yang Belum Tepat Sasaran, Saya Perintahkan Segera Diperbaiki

Berita Viral
Bupati Langkat Terbit Rencana PA SE saat menyakurkan bantuan sosial. 

Langkat-Metrolangkat.com

Bupati Langkat Terbit Rencana PA menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat telah hadir dan berupaya adil menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sembako pangan kepada masyarakat terdampak Covid 19 sesuai ketentuan, yakni masyarakat miskin dan miskin baru.

Baik bantuan bersumber dari realokasi anggaran APBD Pemkab Langkat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat.

Jika ada yang merasa bantuan sembako itu tidak tepat sasaran, Pemkab Langkat siap memperbaiki datanya.

“Jika ada yang belum tepat sasaran, Saya minta segera diperbaiki,”cetus Bupati Langkat, disela kegiatan penyaluran di Desa Padang Brahrang, Kecamatan Selesai, Sabtu (9/5/2020).


Laporkan saja ke kantor Desa dan Kelurahan setempat, jika sesua kriteria data akan  di entry (diubah) susulan, dengan dimasukkan atau mendapatkan peralihan dari warga yang lebih mampu, sehingga menerima Bansos Covid 19.

“Kita juga tidak ingin warga yang berhak, tidak dapat Bansos,”sebutnya.

Yakinlah, sebut Bupati, Pemkab Langkat sangat memperhatikan nasib warganya. Saat ini semua instasi terkait,  sudah berusaha keras dan terus berupaya untuk hasil yang terbaik dalam membantu warga negeri bertuah. 

Jadi jika ditemukan ada kesalahan, mari berpersangka baik bahwa itu keselahan teknis dalam menginput data, bukan sebab sengaja atau tebang pilih dengan bersikap tidak adil.

“Jika ditemukan unsur ketidak adilan diantara aparatur pemerintahan dalam mengiput data, kami siap memberikan sangsi sesuai aturan berlaku,”tegas Bupati.


Sembari mengajak, semua pihak untuk ikut mengawasi penyaluran Bansos ini, serta berharap semuanya untuk bersama menjaga kondusifitas dengan tidak terprofokasi hoax yang menimbulkan kegaduhan.

“Situasi pandemi Covid 19 ini sudah menyusahkan semuanya, jangan ditambah lagi dengan kemunculan situasi yang membuat tidak kondusif. Percayalah hanya dengan gotong royong dan solid, situasi  ini bisa teratasi serta cepat berakhir,”imbuhnya.


Di kegiatan ini, Bupati didampingi Sekdakab Langkat Dr H. Indra Salahuddin, Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Bachtiar Susanto, ketua DPRD Langkat Surialam beserta wakil ketua dan anggota DPRD Langkat Antoni Ginting, Sribana Br PA dan Edi Bahagia Sinuraya, para pejabat Pemkab Langkat, Forkopimca Selesai. 



Sekda: Bupati Salurkan APBD dan Dana Pribadi


Jelang lebaran, ekonomi semakin berkecamuk ditengah pandemi virus corona (covid 19). Bupati Langkat, membantu warganya dengan menyalurkan dana APBD dan dana pribadi, untuk warga terdampak Covid 19. 

"Saat ini bantuan yang sudah dan dalam proses penyaluran ke masyarakat,  dari dana APBD dan pribadi Bupati,”sebut Sekdakab Langkat Dr.H. Indra Salahudin.

Dari pribadi Bupati Langkat, sebanyak 23 ton beras untuk 23 Kecamatan, jadi 1 Kecamatan yaitu 1 ton beras. Selain itu juga menyalurkan  790 Paket Sembako, 600 Nasi Kotak, Rp28 Juta Tali Asih dan Ratusan Masker.

“Paket sembako ini disalurkan langsung kepada warga secara bertahap. Baik oleh Bupati, ketua TP PKK Langkat Tiorita Terbit Rencana, diantara kesempatan juga bersama buah hatinya Dewa PA dan Ayu Jelita Beru PA,”sebutnya.



Sedangkan dana APBD, sambung Sekda, disalurkan kepada  74.621 Kepala Keluarga (KK) se Langkat,  berupa beras 746, 21 ton dan telur  149.242 papan, Masing – masing menerima 10 kg beras dan telur 2 papan  per KK.

Bupati tidak berpikir dua kali untuk membatu warga dari dana pribadi, kata Sekda, sebab Bupati sangat memahami usaha ekonomi kerakyatan sulit bergerak, terutama dikalangan masyarakat menengah kebawah. 

Karena  mendekatin lebaran pun, belum ada tanda wabah ini berakhir. Tentu membuat masyarakat semakin sulit, karena kebutuhan pangan dan lainnya, di suasana idul fitri meningkat. 


“Jadi Bupati secara pribadi merasakan  tidak cukup, jika hanya mengandalkan dana APBD untuk memberikan bantuan pangan, bagi terdampak virus corona,”ungkapnya. 

Sebab wilayah Langkat sangat luas terdiri 277 Desa Kelurahan dari 23 Kecamatan, dengan jumlah masyarakat mencapai satu juta lebih.

Sembari menyampaikan, masyarakat Langkat juga akan menerima Bansos dari Pemprovsu senilai Rp36.349.650.000 milyar  untuk  161.554 KK. 

Bahkan nantinya, Langkat juga menerima Bansos dari Kementerian  perbulan senilai Rp600 ribu per KK,  lebih kurang untuk 65 ribu KK, diberikan tiga kali dalam 3 bulan.


Sementara, Kadis Kominfo H.Syahmadi, menerangkan, pendataan warga penerima Bansos dilakukanoleh pihak Desa dan Kelurahan,  dengan memperhatikan  kriteria  yang telah ditentukan. 

Lalu  penetapan data masyarakat penerima bantuan yang bersumber dari Desa dan Kelurahan,   ditetapkan melalui musyawarah Desa dan Kelurahan dengan melibatkan Kades dan Lurah, BPD, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kadus dan Kepling, unsur elemen masyarakat lainnya yang diperlukan.

“Serta melampirkan berita acara  musyawarah tersebut, baru kemudian  disampaikan ke Pemerintah Kecamatan selanjutnya baru kepada tim Gugus Tugas  Covid 19 Langkat,”sebutnya

Sedangkan, Kadis Sosial Rina Wahyuni Marpaung, menjelaskan, adapun yang dijadikan rujukan melakukan pendataan, adalah kelompok  masyarakat miskin yang berasal dari keluarga miskin bukan penerima bantuan PKH atau bantuan lainnya. Serta masyarakat rentan miskin terdampak Covid 19 sehingga hilangnya sumber mata pencarian.

“Jadi pendataanya mempedomani  UU No 13 tahun 2011 tentang fakir miskin yakni orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencarian atau mempunyai sumber mata pencarian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan  diri dan keluarga,”paparnya.

Kriteria penerima, sambung Rina, yakni pelaku usaha ekonomi non formal, misalnya penjual kue, jajanan sekolah, penjual makanan ditempat hiburan. Penjajak makanan keliling dan asongan dipinggir jalan. Buruh pabrik yang dirumahkan (PHK)   bukan merupakan buruh tani , termasuk TKI yang dipulangkan dari luar negri. 

Supir angkutan umum, tukang becak maupun angkutan online. Guru madrasah, guru ngaji, guru honorer non sertifikasi, tukang parkir, mubaligh dan pendeta, penggali kubur,  pemandu wisata dan petugas parkir  dikawasan wisata.

“Pekerja non formal lainnya yang terdampak sosial ekonomi Covid-19,”sebutnya.(rel/yong)