-->

Iklan

Soal Harimau Bantai Ternak Warga, BKSDA: Jangan Lakukan Perburuan Liar Di Kawasan TNGL

Jumat, 15 Mei 2020, 09.59.00 WIB Last Updated 2020-05-15T02:59:20Z
Warga Panampean Sei Musam mendengar penjelasan dari pihak BBTNGL. 
Metrolangkat.com

Maraknya perburuan satwa liar yang jadi mangsa alami harimau Sumatera, ditenggarai menjadi salah satu penyebab banyaknya hewan ternak dan manusia yang menjadi korban raja hutan tersebut dalam belakangan ini.

Rusaknya habitat serta semakin luasnya perambahan hutan lindung menjadi pebyebab-penyebab lain yang membuat harimau semakin terdesak di habitatnya sendiri.

Hal itu yang dikatakan Palber Turnip, Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V BBTNGL, di depan warga Dusun Panampean, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, pada Kamis (14/5) sekira Jam 13.00 WIB.

Pertemuan tersebut berawal dari adanya hewan ternak warga yang dimangsa si raja hutan yang ditemukan warga, pada Selasa (12/5). Kejadian yang tak lama itu menyebakan lembu milik Kidam Tarigan (53) satu ekor tewas, 1 ekor sekarat dan empat lainnya menghilang.

Atas kejadian tersebut pihak terkait hadir ditengah-tengah warga yang sedang resah, untuk menyelesaikan persoalan konflik antara harimau dan warga.

"Begitu kita mendengarkan informasi mengenai harimau makan ternak warga, maka kita turun kesini untuk memastikan hal tersebut.

Kemudian kita mengecek sisa bangkai dan memasangkan kamera trap, di lokasi kejadian dan alhasil dari kamera tersebut kita melihat bahwa harimau Sumatera remaja yang telah memangsa lembu warga," beber Palbert Turnip.

Palbert Turnip juga menambahkan, bahwa nanti timnya akan berada dilokasi untuk 7 hari kedepan, guna mengusir harimau menjauh dari wilayah perbatasan TNGL, dengan cara meledakkan meriam dan senjata api setiap sorenya.

 Tak hanya itu, Palbert juga nantinya akan membuatkan kandang hewan ternak warga dengan menggunakan kawat berduri.

Kepala Wilayah II BKSDA Sumatera Utara dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa harimau itu selalu mencari mangsa yang gampang, mangsa yang gampang itu di pinggiran hutan,hal itu lah yang selama ini diamatinya dalam perilaku harimau.

 "Manusia itu bukan menjadi pakan pavoritnya, seperti yang terjadi di sekoci kemarin, jadi harimau tidak akan memangsa manusia, maka dari itu kurangi dan jangan melakukan aktifitas di kawasan hutan TNGL," pungkasnya.

Dalam pertemuan itu Camat Batang Serangan Arie Ramadhany, mengucapkan terimakasih dengan pihak BKSDA yang sudah tanggap dan mau turun untuk menyelesaikan persoalan harimau yang memangsa hewan ternak milik warganya.

Arie juga menghimbau agar warganya selalu berhati-hati mengembala ternak, kiranya warga dapat menjaga habitat dan jangan terlalu dekat dengan wilayah TNGL.

"Syukur alhamdulillah nantinya pihak BKSDA akan menggantikan hewan ternak Bapak Kidam Tarigan yang tewas, saya berharap kedepannya jangan terjadi lagi hal yang seperti ini.

 Mari sama-sama kita menjaga, jgn melakukan perburuan liar dan merusak hutan TNGL," cetusnya.

Adapun yang hadir dalam menyelesaikan persoalan itu Camat Batang Serangan Arie Ramadhany, Kepala Desa Sei Musam Natang Tarigan, Kepala Wilayah II BKSDA Sumatera Utara Helbert Aritonang, KPH Hotman Girsang, Anggota Danramil 10 Padang Tualang Edi Defianto, beserta warga Dusun Panampean.
(Zar)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+