Iklan

Kamis, 04 Juni 2020, 20.53.00 WIB
Last Updated 2020-06-04T14:29:07Z
Berita Hari Ini

Pertanyakan Bansos Covid, Rumah Kades Sei Bamban Diserbu Warga

Berita Viral
Warga menyerbu rumah Kades Jojon


B. Serangan - Metrolangkat.com

Karena dinilai tak transparan dalam penyaluran Bansos terkait Covid-19, ratusan warga Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat yang didominasi kaum ibu mendatangi rumah Kades Sei Bamban Ahmadi alias Jojon, Kamis (4/6/2020) sekira jam 14.00 WIB.

Aksi ratusan warga yang terjadi secara spontanitas tersebut dilakukan tak lain hanyalah untuk mempertanyakan kejelasan terkait pendataan dan penyaluran bantuan Covid-19 yang dinilai tidak memihak kepada masyarakat.

Namun sayang, setelah ratusan warga tiba di kediamannya, Jojon dan istrinya tidak berada di rumah. Disana tak terlihat ada penghuni rumah. Warga pun tak ada yang tau, bahkan kepala dusun pun tidak tau kemana perginya kepala desa mereka.

Dalam orasinya, warga mendesak agar Jojon mundur dari jabatannya. Alasannya, warga sudah tidak percaya lagi atas kepemimpinannya sebagai Kades. Jojon juga diduga tidak transparan dalam pendataan dan pembagian Bansos Kabupaten dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

Salah seorang warga yang bernama Suparno (63) menduga, Jojon terkesan tertutup mengenai pendataan dan penyaluran bantuan tersebut. "Kami datang kemari untuk mempertanyakan ketidak jelasan mengenai bantuan Covid-19.

Kami bingung kenapa Kades tidak ada di tempat disaat kami butuh penjelasannya," kesal Suparno

Beruntung, amarah warga dapat segera diredam dengan kehadiran personil Polsek Padang Tualang dan Camat Batang Serangan Arie Ramadhany dan membawa beberapa perwakilan warga ke kantor csmat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Warga Desa Sei Bamban seharusnya bersabar dengan hal yang seperti ini. Memang di kecamatan sebelah bansos dari provinsi sudah di salurkan, kemungkinan dalam waktu dekat ini di kecamatan kita juga akan disalurkan.

Apabila ada warga yang tidak mendapatkan bantuan, laporkan kepada saya dan nantinya akan saya data ulang melalui musyawarah desa khusus," pungkas Arie Ramadhany.

Setelah mendapatkan arahan dan penjelasan dalam mediasi yang disampaikan Camat Batang Serangan dan Wakapolsek Padang Tualang IPTU Dwi Saputra, akhirnya ratusan warga pun membubarkan diri dengan tertib sekira Jam 16.30 WIB.

Terpisah Kades Sei Bamban,Jojon yang coba dihubungi wartawan anda untuk konfirmasi seputar tudingan warga tdak berhasil. Meski berulang kali hand phone Jojon dihubungi namun tidak tersambung hingga berita ini dikirim ke redaksi.(Zar)