Iklan

Kamis, 25 Juni 2020, 10.23.00 WIB
Last Updated 2020-06-25T03:23:10Z
Berita Terkini

Waketum DPN LPK : Kapoldasu Harus Segera Tutup Dapur Minyak Ilegal Di Langkat

Berita Viral

Dapur pengolahan minyak mentah yang terbakar di Tanjungpura belum lama ini

Stabat -Metrolangkat.com

Wakil ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Norman Ginting SE angkat bicara terkait terbakarnya dapur penyulingan kondensat ilegal diduga milik Andong Alang (65) yang terletak di belakang Masjid Jami' Nurul Iman di Dusun Pasiran, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Rabu (17/6) kemarin sekira jam 18.30 WIB. 

"Kita (DPN-LPK), sangat merasa prihatin dengan kejadian terbakarnya dapur penyulingan kondensat di Tanjung Pura kemarin. Ini mencerminkan buruknya kinerja Polres Langkat dalam penegakan hukum," ketusnya, Kamis (25/7) pagi via pesan WhatsAppnya.

Koperasi yang menaungi para pengelola minyak mentah ilegal

Suburnya penyulingan kondensat di Wilayah Hukum Polres Langkat, kata Norman, adalah bukti buruknya kinerja Polres Langkat. Dia berharap, agar Kapoldasu segera menyikapi hal tersebut. 

Norman menambahkan, segala bentuk praktik ilegal yang melawan hukum harus segera ditindak dengan tegas. "Kita berharap agar Kapoldasu bisa menurunkan tin untuk menutup praktik ilegal itu. Proses jika ada oknum petugas yang terlibat," tegasnya.

Norman menduga, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan aparat penegak hukum dalam praktik ilegal yang subur di Kabupaten Langkat. "Penyulingan minyak itu dah berlangsung lama, kan gak mungkin aparat penegak hukum tidak tau. Ironisnya lagi, ada pula plang 'Mitra Usaha Primkoppol Resor Langkat' di lokasi tersebut, ada apa ini," ungkapnya.

"Kita sangat prihatin dengan kejadian kebakaran kemarin. Kalau sampai kejadian ini terulang kembali, apalagi sampai memakan korban, maka akan timbul pertanyaan besar, sudahkah Polres Langkat melaksanakan tugasnya dengan baik," tandasnya geram.

Sementara, warga Desa Pantai Cermin yang tak ingin disebutkan namanya, juga sudah merasa sangat resah dengan aktifitas penyulingan kondensat di desa mereka. Pasalnya, selain rentan terbakar dan meledak, uap dari proses penyulingan tersebut juga sangat menggangu pernafasan.

"Diharapkan, Kapoldasu agar segera menutup seluruh dapur penyulingan kondensat. Kami sudah sangat terganggu dengan uap dari penyulingan itu. Selain itu, resiko kebakarannya pun cukup tinggi," kesal warga.

Meskipun tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun masyarakat yang sedang melaksanakan Shalat Maghrib di masjid tersebut sempat dibuat heboh dan resah. "Sukurlah masjid gak kena, kalau masjid terbakar, siapa yang akan bertanggungjawab," ungkap warga. (Ahmad)


'