Iklan

Kamis, 09 Juli 2020, 21.38.00 WIB
Last Updated 2020-07-09T14:38:07Z
Hukum dan kriminal

Mandala & Billi: Kami Ditelanjangi Sebelum Disiksa Oknum Polisi

Berita Viral
Satria Mandala dan Billi Meirano membuat pernyataan tertulis kepada penasehat hukumnya, terkait penyiksaan yang mereka alami.


Tanjung Pura - Metrolangkat.com

Setelah membuat laporan ke Bid Propam Poldasu, Rabu (8/7) kemarin, terkait penyiksaan dan penembakan Satria Mandala dan Billi Meirano yang diduga dilakukan oleh oknum Polisi Polres Langkat, Romy A Tampubolon selaku Penasehat Hukum (PH), mengunjungi kliennya tersebut di Rutan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, (9/7) sekira jam 14.00 WIB.

Pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam tersebut, kedua korban penyiksaan dan penembakan oleh oknum Kanit Pidum Polres Langkat berinisial BC beserta anggotanya, menceritakan kejadian yang mereka alami pada awal Februari 2020 silam.

Roslila Lubis pun tak sanggup membendung air mata, saat Satria Mandala menceritakan kronologi penyiksaan yang dialaminya. Ketua PC HIPAKAD Kabupaten Langkat itupun sontak menangis terisak-isak, seolah tak sanggup lagi mendengarkan pengakuan anaknya.

Kepada Romy, keduanya membuat pernyataan bahwa mereka berdua dipaksa untuk mengakui perbuatan kriminal yang tidak pernah mereka lakukan, dengan cara disiksa secara fisik oleh oknum Polisi di Mapolres Langkat.

"Kami ditelanjangi sebelum mata kami ditutup lakban, tangan kami juga diborgol ke belakang waktu itu. Setelah itu, kami dipaksa mengakui perbuatan penjambretan yang tidak pernah kami lakukan, sembari kami dipukuli dengan benda keras," ungkap kedua korban secara bersamaan.

Sambil terus disiksa, kata Billi, dirinya dipaksa untuk mengakui perbuatan yang dituduhkan kepada mereka. Petugas juga sempat mengatakan bahwa dirinya tak akan bakalan tahan dengan siksaan jika dirinya tidak mau mengakui tuduhan tersebut.

"Karena gak tahan disiksa, aku terpaksa mengakui tuduhan itu. Dan aku bilang sama Satria Mandala agar mengakui tuduhan itu, supaya kami gak disiksa lagi. Tapi, waktu itu Satria Mandala tetap gak mau mengakui tuduhan yang diarahkan kepada kami," ungkap Billi.

Diduga karena tetap tidak mengakui tuduhan yang diarahkan padanya, pada 3 Februari dinihari, kaki Satria Mandala ditembak di suatu tempat, dengan keadaan mata tertutup lakban serta tangan diborgol ke belakang oleh petugas kepolisian dari Unit Pidum Polres Langkat, yang dipimpin oleh Kanit Pidum IPTU BC.

Kepada kedua kliennya tersebut, Romy berpesan agar selalu kordinasi dengannya jika ada orang yang ingin bertemu mereka di Rutan. "Kalian harus hubungi saya jika ada orang yang gak dikenal untuk menemui kalian," tegas Romy seraya memberikan kartu nama kepada mereka.

"Perkara ini akan terus kami monitor. Perbuatan oknum Polisi tersebut sudah melanggar HAM. Terimakasih kepada pak Kabid Propam Poldasu Kombes Donal P Simanjuntak yang mau menerima laporan kami kemarin," pungkas Romy. (Zar)