Iklan

Sabtu, 18 Juli 2020, 14.09.00 WIB
Last Updated 2020-07-18T07:09:42Z
Berita Hari Ini

Pembangunan Gapura Diprotes, Lurah Perdamaian Mediasi dengan Warga

Berita Viral
Gapura Lingkungan IV Sempurna yang dibangun.

Stabat-Metrolangkat.com

Puluhan perwakilan warga Lingkungan IV Sempurna, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat hadiri mediasi di Kantor Lurah Perdamaian, Sabtu (18/7) sekira jam 11.30 WIB, terkait masalah pembangunan gapura di lingkungan tersebut yang diprotes pengusaha.

Mediasi yang berlangsung singkat tersebut dipimpin oleh Lurah Perdamaian Akub Iskandar Muda SSos. "Bagaimanapun, saya tetap membela kepentingan masyarakat banyak, meskipun jabatan saya sebagai lurah menjadi taruhannya," tegas Akub Iskandar Muda SSos.

Disebut-sebut, bahwa beberapa pengusaha merasa keberatan terkait dibangunnya gapura di lingkungan itu. Pasalnya, kendaraan yang biasa mereka gunakan tak lagi bisa melintas, karena tinggi gapura yang dibangun warga lebih rendah dari kendaran mereka.
Mediasi di Kantor Lurah Perdamaian

Tonase untuk jalan di Lingkungan IV itu, kata Lurah, maksimal 15 ton. "Jadi, kalau warga keberatan ada kendaraan yang melebihi tonase melintas di jalan tersebut, itu kan wajar.

 Intinya, kalau pembangunan gapura itu untuk kepentingan masyarakat, saya akan tetap mendukung," sambung Lurah.

Pada kesempatan tersebut, seluruh warga yang hadir sepakat untuk menolak semua kendaraan yang melebihi tonase agar tidak melintas di lingkungan mereka. Karena, badan jalan di lingkungan tersebut sudah rusak.

"Selain untuk memperindah lingkungan, gapura itu kami bangun untuk membatasi truk yang melebihi tonase agar tidak bisa keluar masuk.

Dah cukup parah rusaknya jalan di lingkungan kami. Jadi, kami sepakat untuk mendirikan portal itu," ungkap warga yang mengaku bernama Dian (28).

Hal senada juga disampaikan Jani dan Antonius bahwa, selama ini truk milik pengusaha yang melebihi tonase bebas keluar masuk di lingkungan mereka tanpa memperdulikan jalan yang rusak.

"Dah bertahun-tahun jalan kami rusak, kalaupun diperbaiki hanya sekedarnya saja. Kami tidak ada maksud untuk menghalangi usaha orang lain, kami hanya ingin jalan di lingkungan kami terawat dan terjaga," tegas Jani dan Antonius kompak.

Setelah diperoleh kesepakatan agar tidak ada lagi kendaraan bertonase melebihi daya tahan badan jalan, warga pun membubarkan diri dengan kondusif.

"Apapun yang terjadi, kami akan tetap bersama pak lurah. Dan kami ucapkan terimakasih banyak kepada pak lurah yang sudah membela kepentingan masyarakat banyak," pungkas warga kompak. (Ahmad)