Iklan

Kamis, 06 Agustus 2020, 16.13.00 WIB
Last Updated 2020-08-06T09:13:25Z
Berita Terkini

Penegak Hukum Didesak Tutup Dapur Minyak Ilegal di Langkat

Berita Viral
Tes
Dapur penyulingan minyak mentah ilegal di Desa Panti Cermin, Kecamatan Tanjung Pura

Tanjung Pura,Metrolangkat.com

Menggeliatnya aktifitas dapur penyulingan minyak mentah ilegal yang kian marak di Kabupaten Langkat, khususnya di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung seperti tak menghiraukan peraturan yang berlaku di negri ini.

Hal ini disampaikan salah seorang warga Tanjung Pura, Kamis (6/8) siang, di warung di daerah Paya Bakung. "Kalau mau ditutup jangan tanggung-tanggung, tutup aja semua. Aktifitasnya pun sangat berbahaya itu, karena rentan kebakaran dan penyebab polusi udara juga," ungkapnya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Dirinya menambahkan, sertiap dapur biasanya menyuling minyak mentah minimal 16 drum kapasitas 200 liter yang didatangkan dari provinsi NAD. Hasilnya kemudian dijual ke berbagai daerah diluar Kecamatan Tanjung Pura.

"Yang dikhawatirkan, jika terjadi kebakaran dapat merembet ke pemukiman warga, karena letaknya berdekatan dengan pemukiman," lanjut sumber

Warga lain menambahkan, bahwa pertengahan Juni 2020 kemarin ada sebuah dapur minyak milik Andong Alang yang terbakar. "Letaknya berdekatan dengan masjid dan warga sedang Shalat Maghrib. Kalau sampai kena masjid kan bisa membahayakan warga yang beribadah" timpalnya.

Warga berharap, agar penegak hukum untuk segera menindak tegas para pelaku penyulingan minyak mentah di Kabupaten Langkta, khususnya di Kecamatan Tanjung Pura. "Penegak hukum jangan tutup mata, karena penyulingan itu kan ilegal. Jangan nunggu ada kebakaran baru bertindak," pungkas warga kesal.

Sebelumnya, banyak pembeli minyak jenis premium hasil olahan kondensat dapur ilegal tersebut dengan menggunakan kendaraan roda dua (along-along) dari luar daerah Tanjung Pura yang melintasi jalur tikus di Dusun Getek 2, Desa Pantai Cermin.

Tak hanya itu, beberapa dapur pengolahan minyak juga dengan terang-terangan melakukan aktifitas penyilingan di pemukiman padat penduduk, tanpa memperdulikan faktor kesehatan dan keselamatan.

Kades Pantai Cermin Komeri Edi mengatakan, bahwa dapur-dapur pengolahan minyak teesebut masih tetap beroperasi hingga saat ini. "Itu usaha masyarakat disini. Berapa jumlah dapurnya, hingga saat ini pihak desa belum mengetahuinya," ungkap Edi singkat.

Sementara, menurut keterangan salah seorang warga yang tak ingin namanya disebutkan, di Desa Pantai Cermin terdapat puluhan dapur minyak yang beroperasi. "Setau saya, di daerah Teluk Bakung ada sekitar 20-an dapur yang beroperasi dan dikoordinir oleh warga berinisial Ram," bebernya.

Kanit Ekonomi Polres Langkat IPTU Master Purba mengaku sudah pernah melakukan penindakan terhadap pengusaha dapur penyilingan kondensat tersebut. Dirinya akan melakukan penindakan jika masih ditemui prakrik penyulingan minyak ilegal.

"Kita sudah memberikan himbauan kepada mereka. Kita gak pernah memberikan izinnya. Mohon infokan jika ada anggota yang mengkoordinir disana. Saya tegaskan, gak ada kita backup disana, karena kan jelas kegiatan itu melanggar peraturan," pungkas IPTU Master Purba. (Ahmad)