Iklan

Sabtu, 26 September 2020, 18.07.00 WIB
Last Updated 2020-09-26T11:07:36Z
Anak Negeri

KPRA MUI Langkat Gelar FGD, Ka BNN Ahmad Zaini :Akibat Penyalahgunaan Narkoba 30-40 Orang Mati Setiap Hari

Berita Viral

 

FGG yang digelar KPRA MUI Langkat di Kuala

Langkat-Metrolangkat.com


Komisi Pembinaan Remaja dan Anak (KPRA)  MUI Kabupaten Langkat, menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Camat Kuala, Kabupaten Langkat, Sabtu (26/9).

Mengusung tema "Peran Generasi Muda Islam/OKP Dalam Mengantisipasi Transnational Crime Terhadap Peredaran Gelap Narkoba" FGD yang dihadiri sekitar 30 orang ini digelar dalam upaya Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba dengan cara memobilisasi seluruh sumber daya yang ada.


Tidak hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan  keberdayaan masyarakat, terutama generasi muda dalam penanganan Narkoba yang meliputi upaya Pencegahan

Rehabilitasi dan Pemberantasan, sehingga kedepan Generasi muda yang beriman dan bertaqwa harus bisa berprestasi tanpa Narkoba dan dapat membantu mengawasi tindak kejahatan Transnasional peredaran Narkoba, khususnya di wilayah Kabupaten Langkat. 


Salah seorang Narasumber, Ustadz Panjang Harahap, dalam paparannya menegaskan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah musyawarah para ulama, Zu’ama dan Cendikiawan Muslim, merupakan tempat bagi Umat untuk bertanya. 

Bahkan tidak jarang sebagai tempak berkeluh kesah saat dituntut mencari jalan keluar atau solusi terbaik atas permasalahan yang dihadapi Umat, khususnya Umat Islam.

Para peserta FGD tampak serius mengikuti acara

"Tindak kejahatan Transnational Crime tidak hanya menjadi tanggung jawab Internasional atau Pemerintah saja, akan tetapi tanggung jawab kita semua

. Karena pada hakekatnya, kejahatan dimulai dari tindak pribadi orang perorang yang menyangkut baik buruknya moralitas agamanya untuk mau senantiasa berbuat baik, mengajak untuk berbuat baik dan mencegah agar tidak berbuat yang tidak baik. Konsep inilah yang disebut dengan akhlak mulia atau moralitas agama," papar Ustadz Panjang Harahap.


Tidak hanya itu, lanjutnya, Pendidikan Moralitas agama juga harus ditanamkan sejak dini, sehingga akan menumbuhkan Prilaku yang baik dan mampu bergaul dengan baik, tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga dengan lingkungan dan alam semesta serta dengan sang Pencipta melalui keluarga yang ideal.


"Sebab akibat dari Transnational Crime ini akan mengakibatkan kerugian Negara dalam Perekonomian Global.

 Apalagi jika menyangkut peredaran gelap Narkoba melalui Transnational Crime, maka tidak akan hanya merusak perekonomian, tetapi juga kerusakan moralitas anak Bangsa karena kecanduan Narkoba serta akan merusak generasi mendatang," bebernya.


Untuk itu, sambung Ustadz Panjang Harahap, guna mencegah terjadinya peredaran gelap Narkoba melalui Transnational Crime, maka harus mewujudkan generasi bermoralitas agama yang kuat melalui  keluarga yang ideal yang melaksanakan fungsi fugsi keluarga dengan baik dan benar.


"Peredaran gelap Narkoba dan kejahatan lainnya melalui Transnational Crime tidak hanya tanggungjawab Internasional, tetapi juga Umaro dan ulama yang didukung seluruh elemen masyarakat," harap Ustadz Panjang Harahap.


Ditempat yang sama, Kepala BNN Kabupaten Langkat, AKBP Ahmad Zaini, dalam paparannya menyebutkan, Negara Indonesia saat ini menuju 100 Tahun sebagai Indonesia Emas, dan siap apa tidak menghadapi Indonesia Emas semua jawabannya ditangan Pemuda dan Pemudi Indonesia.


"Mengapa Pemuda, karena Pemuda saat ini yang akan menjadi Pemimpin di masa depan. Rusaknya Pemuda di suatu Bangsa, tentunya akan menghancurkan Bangsa ini di masa yang akan datang. 

Disaat mengalami Pancaroba, teman, lingkungan keluarga dan sekitar, serta Pendidikan, tentunya sangat mempengaruhi perkembangan emosi dan intelektual para Pemuda," tegas AKBP Ahmad Zaini.


Lebih lanjut dikatakan Ahmad Zaini, akibat dampak penyalahgunaan Narkoba, mengakibatkan 30 sampai 40 orang meninggal setiap harinya.


Lanjut Ahmad Zaini, Prevalensi Pecandu Narkoba untuk Sumut secara Nasional menduduki Ranking I Se-Indonesia. Untuk itu, kita perlu strategi untuk Pemberantasan Narkoba.


"Untuk itu, guna mencegah bertambahnya pengguna atau pemakai Narkoba, kita bisa melakukan upaya, diantaranya dengan cara Penyuluhan dan Pemberdayaan terhadap masyarakat 

untuk memusuhi Narkoba," pinta Ahmad Zaini.


Sebagai Kepala BNN Kabupaten Langkat, AKBP Ahmad Zaini juga berharap ada kerjasama secara bersinergi dan terpadu dalam Penegakan hukum oleh Criminal Justice System (CJS) dan setiap elemen Pemerintahan terhadap pelaku kejahatan Narkoba.


"Bandar Narkoba harus dihukum seberat-beratnya. Sedangkan Pemakai atau Pecandu dapat diupayakan melalui assesment untuk dapat di Rehabilitasi," urai Ahmad Zaini, seraya menambahkan, keikutsertaan masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba juga harus dilakukan didalam keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja.


Ketua Komisi Pembinaan Remaja dan Anak MUI Langkat, Kurnia Amir, S.Sos,S.PdI,MM, menyambut baik masukan dari para Pemateri.

 Ia juga mengatakan, Transnasional Crime merupakan Revolusi dalam bidang teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi, telah melipat jarak dan menghubungkan titik titik dunia.

 Sebab saat ini, kemajuan teknologi sangat pesat dengan kecepatan perubahan model kejahatan lintas Negara atau kejahatanTransnasional.


"Contoh bentuk kejahatan Transnasional terorganisasi yang pernah terjadi di Indonesia adalah kasus perdagangan manusia, pencucian uang, penyelundupan narkotika, dan terorisme," urainya.


Sesi tanya jawab juga menjadi bagian dari acara FGD ini. Salah satunya dari Drs Syahrumsyah, tokoh Masyarakat setempat. Menurutnya, saat ini yang terjadi adalah kurangnya koordinasi antara Relawan Anti Narkoba dengan Instansi Pemerintahan terkait.


"Sampai Dimana tanggung jawab BNN terhadap relawan anti narkoba disuatu wilayah," katanya.


Hal senada juga disampaikan Rudi Hermawan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Ia menambahkan, sebagai penyuluh agama, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan narkoba.


 "Kami berharap adanya identitas khusus, sehingga dapat secara harmonis bekerjasama dengan aparat hukum lainnya dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Karena untuk mengatasi pencandu Narkoba,  masyarakat terkadang tidak memiliki keberanian untuk menghadapinya," paparnya.


Menyikapi pertanyaan itu, AKBP Ahmad Zaini menjelaskan bahwa BNN bekerja secara komprehensif bersama dengan seluruh sumber daya yang ada.


"Dengan kata lain keroyokan dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan lintas sektor dan program.

 Karena Narkoba merupakan darurat Dunia dan Nasional. Kami siap mencurahkan tenaga dan pikiran dalam membantu penanggulangan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Kami juga menyarankan untuk penggunaan Dana Desa dalam membantu dan mendukung kegiatan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba," jelas Ahmad Zaini.


Diakhir acara, Panitia juga memberikan sertifikat peserta FGD, dan dilanjutkan dengan foto bersama.


Hadir dalam acara tersebut, Kepala BNNK Langkat, Ketua FKUB/ Ketua Baznas/ Ketua Komisi Kerukunan MUI Kab. Langkat, Ketua Komisi Pembinaan Remaja dan Anak MUI Langkat, Ketua Karang Taruna Langkat, Mewakili Ketua MUI Kuala, Ketua BKPRMI Kuala, HIMAKU, Penyuluh Kecamatan Bahorok, PAIH Kecamatan Selesai serta DMI Langkat. (kus/yong)