Iklan

Jumat, 18 September 2020, 14.32.00 WIB
Last Updated 2020-09-18T07:32:11Z
Metro Binjai

KPU Binjai Sosialisasikan PKPU No 10 Tahun 2020

Berita Viral


 Binjai-Metrolangkat.com


Bertempat di Pendopo Umar Baki, Jalan Vetran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) no 10 tahun 2020, tentang perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 6 tahun 2020, yaitu tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Walikota dan Wakil Walikota serentak, Jumat (18/9).


Kegiatan yang juga merupakan lanjutan dalam kondisi bencana Non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19) ini juga dihadiri oleh Walikota Binjai diwakili Staf ahli Pemko Binjai Drs Afwan Apt.MM, Dandim 0203/LKT Letkol Inf Bachtiar Susanto

Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, Kajari Binjai diwakili oleh Kasubbagbin Latif Sirait SH, Ketua DPRD Binjai diwakili oleh Syarif Sitepu, Ketua Bawaslu kota Binjai Arie Nurwanto, Kalaksa BPBD diwakili Kasi Damkar Yanes Nainggolan, Kaposko Satgas Covid - 9 Kota Binjai diwakili Anna Dewi Nst, seluruh Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Binjai, beberapa Ketua dan Pengurus Partai Politik, serta seluruh Komisioner dan anggota KPU Binjai.



Kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Do,'a, dilanjutkan dengan sambutan Ketua KPU Kota Binjai, Zulfan Effendi. Ia menegaskan sampai saat ini data Pemilih di Kota Binjai pada Pilkada 2020 ini berjumlah 178.608.


"Untuk kegiatan sosialisasi PKPU No 10 tahun 2020, sudah kita laksanakan. Pada tanggal 23 September nanti, kita akan melaksanakan pengumuman Paslon, sehari setelahnya baru akan dilakukan pencabutan nomor Paslon," beber Zulfan.


Untuk itu, lanjut Zulfan, kita akan selalu melaksanakan Protokol kesehatan. Bahkan, pihaknya sudah melaksanakan hal itu pada saat melaksanakan Coklit.



"Seperti menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sarung tangan Sanitaizer dan memakai masker. Bahkan sebelum Coklit, kita juga sudah melakukan Rapid Test kepada PPDP," ungkap Zulfan, seraya mengatakan Pihaknya Negatif terpapar Virus Corona sesuai hasil Swab Tes yang telah dilakukan.


Sedangkan kepada para Paslon Walikota dan Wakil Walikota Binjai, ucap Zulfan, pihaknya menegaskan agar pada saat bertatap muka dan melaksanakan dialog, jumlahnya dibatasi,  yaitu paling banyak 50 orang.


"Untuk rapat umum dibatasi sebanyak 100 orang di lapangan lebar. Sedangkan untuk anak anak, ibu menyusui dan Lansia, tidak boleh dilibatkan dalam pelaksanaan Kampanye," ujar Pria bertubuh gemuk ini.


Pada kesempatan Zulfan juga membeberkan kegiatan yang tidak melarang dalam Kampanye, seperti melaksanakan kegiatan Olahraga, Perlombaan, Donor darah, serta Pentas Seni dan Budaya. 


Sebagai Ketua KPU Binjai, Zulfan juga berharap agar pada pelaksanaan pencabutan nomor, dimohon kepada seluruh Paslon agar tidak membawa massa.


"Hal itu agar tidak menjadi penyebaran Covid - 19 di Kota Binjai," harapnya.


Ditempat yang sama, Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, dalam sambutannya menegaskan jika hingga saat ini, Kota Binjai masih ditetapkan sebagai Zona merah.


"Binjai sampai saat ini dinyatakan zona merah dengan terkonfirmasi sebanyak 174 orang. Mulai tanggal 28 Agustus sampai 23 September merupakan tahapan penelitian penentuan Paslon dilapangan.


"Sinergitas dan peran Pemerintah, tokoh Politik, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan pilkada sangat berperan. 

Untuk itu kepada para peserta dan pendukung Paslon, agar mempedomani Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Pemilukada," himbaunya, seraya menegaskan agar  tidak melakukan Money Politik, perusakan Baleho dan Alat Peraga Kampanye lainnya demi menjaga situasi Kamtibmas dikota Binjai.


Ketua Bawaslu Kota Binjai, Arie Nurwanto, mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi kita bersama, khususnya terkait pelaksanaan Pilkada Kota Binjai yang digelar pada saat Pandemi Covid, sehingga ada aturan lain yang harus kita laksanakan dalam Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Binjai.


"Kota Binjai menjadi catatan Nasional, karena ada Paslon yang terpapar Covid-19 dan membawa massa arak arakan pada saat pendaftaran, sehingga kegiatan tersebut menjadi catatan dan kritik dari Kementerian," ucapnya.


Untuk itu, lanjut Arie Nurwanto, Bawaslu yakin jika kita sama sama bisa menegakkan protokol kesehatan karena Binjai termasuk Zona rawan.


Pada kesempatan itu, seluruh Bacalon Walikota dan Wakil Walikota serta unsur Forkopimda dan perwakilan setiap Partai Politik di Kota Binjai, melaksanakan penandatangan Fakta Integritas.


Adapun isi dari Fakta Integritas tersebut adalah,


Saya sebagi Calon Walikota dan Wakil Walikota Bjnjai Pemilihan serentak tahun 2020, berkomitmen :


1. Mendukung program Pemerintah dalam penanggalan Covid-19, khususnya di Kota Binjai, dan akan mengkampanyekan penerapan cara hidup sehat kepada masyarakat.


2. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.


3. Tidak melakukan keramaian dan arak - arakan dalam setiap tahapan Pemilihan serentak tahun 2020.


4. Siap mensukseskan Lemilihan serentak tahun 2020 di Kota Binjai dengan mematuhi Protokol Kesehatan. (kus)