Iklan

Kamis, 24 September 2020, 15.25.00 WIB
Last Updated 2020-09-24T08:25:40Z
Hukum dan kriminal

Rani Sekertaris Peternakan Ayam Ditemukan Terbunuh, Tempurung Belakang Kepala Remuk

Berita Viral

 

Photo Rani Angreni semasa hidupnya. (ist) 

Binjai-Metrolangkat.com


Masyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat Rani Anggreni (23) warga Afdeling II, Pasar I Desa Padang Cermin, Kabupaten Langkat, Kamis (24/9) sekira Pukul 07.30 Wib. 


Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga di Areal Kebun PT LNK Padang Brahrang, tepatnya di Afdeling II CR 14 (tanaman 2008 B) di Dusun VI Jenggi Kumawar B, Tanjung Belok, Desa Tanjung Merehe, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.


Informasi yang berhasil dirangkum, mayat pertama kali ditemukan Dedy alias Dedet, yang saat itu akan pergi memanen buah Sawit.

korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan


Menurutnya Dedy, pada saat dalam perjalanan, tiba tiba Becak Bermotornya mogok. Tanpa sadar, saat Dedy memeriksa mesin Becak miliknya, ia melihat sesosok mayat yang berada dipinggir jalan.

 Bahkan, darah juga terlihat berceceran disekitar lokasi penemuan mayat. "Awalnya saya curiga karena ada ceceran darah. 

Apalagi sebelumnya saya mendengar kabar ada warga setempat tidak pulang kerumahnya," ucap Dedy.


Tak berapa lama, Dedy bertemu dengan Surya Darma dan Ferry, warga sekitar yang kebetulan sedang melintas disitu.


"Karena melihat ceceran darah, akhirnya kami mendatangi tumpukan Pelepah Sawit. Pada saat kami buka tumpukan Pelepah itu, kami terkejut karena melihat sesosok mayat wanita," beber Dedy.

Korban Rani ditutupi semak semak


Tak ingin terjadi apa apa, akhirnya mereka bertiga sepakat untuk melaporkan hal tersebut ke BKO dan diteruskan ke Polsek Selesai.


Menurut Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo, melalui Kasubbaghumas AKP Siswanto Ginting, mengatakan, usai mendapat informasi, Kapolsek Selesai, AKP Feriawan, langsung meluncur kelokasi yang dimaksud.


"Kapolsek Selesai beserta Personil langsung turun ke lokasi dan menurunkan tim identifikasi untuk melakukan olah TKP," tegas AKP Siswanto Ginting.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara 


Lebih lanjut dikatakan Siswanto Ginting, korban merupakan Sekretaris di usaha peternakan Ayam telur yang berada di Dusun Tanjung Belok, Desa Tanjung Merahe.


"Dari hasil olah TKP, akhirnya kami mengumpulkan barang bukti berupa 1 buah HP Nokia, 1 buah masker, sepasang Sandal dan perhiasan emas berbentuk Gelang," ungkap Siswanto Ginting.


Lebih lanjut dikatakan Siswanto Ginting, menurut keterangan yang diterima dari Suami Korban yang bernama Nurwahyuda (27), sejak kemarin, Rabu (23/9), istrinya berangkat kerja di Peternakan ayam milik Aliong dengan mengendarai Sepeda Motor Honda Beat berwarna Merah, nopol BK 4225 RAQ. 



"Sore harinya, sekira Pukul 17.00 Wib, ayah Korban yang bernama Masyudi, sempat menanyakan kepada suaminya kemana anaknya.

 Lalu suaminya menjawab jika korban sudah pulang. Namun saat dicari diseputaran rumahnya, korban tidak ditemukan," beber Siswanto Ginting.


Siswanto Ginting juga menambahkan, sesuai informasi yang diterima Aliong (Bos peternakan Ayam), korban sudah bekerja ditempatnya selama kurang lebih 6 tahun. 


"Korban kerap melalui jalan Perkebunan karena jarak yang ditempuh lebih dekat," ucap Siswanto, berdasarkan informasi yang diterima Pihaknya melalui Aliong.


Disinggung apa motif Pembunuhan yang dilakukan Pelaku sehingga tega menghabisi nyawa korban, Perwira Polisi dengan Pangkat Tiga Balok emas dipundaknya menegaskan jika dugaan sementara adalah korban pembegalan.


"Korban diduga kena begal karena ditemukan adanya bekas penganiayaan dibagian ditubuh korban. Srpeda Motor yang dikendarai korban juga tidak ada di TKP.


"Sepeda Motor korban tidak ada di TKP. Dugaan sementara sudah dibawa kabur oleh Pelaku," sambung Siswanto Ginting, seraya menambahkan bahwa Pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.


Berdasarkan hasil Visum dari Tim medis Puskesmas Selesai, korban mengalami luka di kening atas koyak 5 Cm, di belakang Telinga kanan koyak 8 Cm, serta Batok kepala belakang remuk. (kus/red)