-->

Iklan

Terkait Pilkada Tetap Digelar : Ketua GNPF,Minta Rezim Ini Lebih Mendahulukan Penyelamatan Nyawa Manusia

Selasa, 22 September 2020, 22.47.00 WIB Last Updated 2020-09-22T15:47:17Z

 

Ketua GNPF  Sanni Abdul Fattah

Binjai-Metrolangkat.com

Komisi ll DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan, Senin (21/9) malam. Selain Komisi ll, KPU dan Kemendagri juga sepakat jika Pilkada digelar pada 9 Desember.


Terkait disepakatinya Pilkada ditengah Pandemi Covid ini, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, angkat bicara.

 Menurutnya, Pemerintah harus memikirkan kembali hal ini karena belum ada tanda tanda penurunan jumlah Pasien yang terjangkit Virus yang belum ditemukan obatnya ini.


"Hendaknya rezim ini lebih mendahulukan untuk menyelamatkan nyawa manusia, khususnya anak Bangsa Indonesia, daripada kepentingan Politik, karena nyawa dan keselamatan manusia diatas segala galanya," tegasnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (22/9) malam.


Tidak hanya itu, Sanni Abdul Fattah juga mengaku heran melihat rezim Pemerintahan sekarang ini. Sebab, disatu sisi terus mensosialisakan tentang bahayanya Covid-19 dan cara pencegahannya, namun disisi lain terus melaksanakan tahapan Pilkada.


"Rezim yang aneh. Apa mereka tidak berpikir tentang wabah Covid-19 yang semakin hari semakin banyak korban yang berjatuhan," ucapnya penuh tanya.


Disinggung apakah  GNPF Ulama masih akan terus memperjuangkan agar Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang di tunda, Pria yang juga dipercaya menjadi Ketua Satgas AntI Narkoba (SAN) Kota Binjai ini berjanji akan terus berjuang agar pelaksanaan Pilkada dapat diundur.


"Ya, karena terkesan di paksakan oleh Pemerintah. Semua ini demi kemaslahatan umat dan orang banyak. Untuk itu kami akan terus memperjuangkan agar Pilkada ini ditunda dengan alasan alasan yang tidak bisa ditolak lagi.


Sebagai salah seorang tokoh Agama, Sanni juga menilai jika Pemerintah tidak serius menangani Pandemi Covid-19 yamg terus meluas dan memakan banyak korban  di Indonesia.


"Jangan hanya gara gara kepentingan untuk meraih kekuasaan, akan tetapi mengorbankan nyawa anak Bangsa sendiri. Sepertinya rezim ini akan menjadi mesin pembunuh bagi rakyatnya sendiri, karena tidak serius menangani Pandemi Covid," beber Sanni Abdul Fattah.


Pria yang akrab disapa dengan sebutan Ustad Sanni ini juga menyoroti tempat tempat hiburan dan Pusat perbelenjaan yang masih masih tetap dibuka, namun tempat Pendidikan malah diliburkan untuk sementara waktu.


"Rezim ini hanya omong kosong kalau katanya ingin memerangi Pandemi ini. Sebab menurut hemat kami, hanya Sskolah saja yang diliburkan, sementara tempat hiburan malam seperti Diskotik malam terus buka, bahkan ada dugaan peredaran narkoba semakin marak. Mengapa ini terjadi, karena memang rezim ini adalah rezim yang tidak becus mengelola Negara ini," ungkapnya dengan nada kesal sembari meakhiri pembicaraaannya.


Diketahui, Komisi II DPR RI bersama Kemendagri dan KPU sepakat untuk melanjutkan Tahapan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang.


Hal itu disepakati saat Komisi ll DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Dewan, Senin (21/9) malam.


Tidak hanya itu, Presiden RI Joko Widodo, juga sepakat jika Pelaksanaan Pilkada 2020 tidak undur. Terbukti dengan keinginannya yang disampaikan oleh Juru Bicaranya, Fadjroel Rachman.


"Pilkada tetap sesuai Jadwal, yaitu pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang," ucapnya.


Fadjroel Rachman juga menambahkan, dimasa Pandemi seperti saat ini, bukanlah yang mustahil untuk melaksanakan Pilkada, namun tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. (kus/red)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+