Iklan

Kamis, 22 Oktober 2020, 18.01.00 WIB
Last Updated 2020-10-22T11:01:51Z
Berita Hari Ini

Anggota DPRD Binjai Siap Tampung Keluhan Warga Soal PT Plastisindo

Berita Viral

 

Warga dan pihak PT Plastindo dalam sebuah pertemuan kemarin. 


Binjai-Metrolangkat.com


Terkait adanya aksi penolakan/protes dari masyarakat tentang rencana dibangunnya Pabrik Plastik "PT  Primadaya Plastisindo" di Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, akhirnya disikapi oleh DPRD Kota Binjai.


Adalah, Hairil Anwar SPd.i, Wakil Ketua Komisi B di DPRD Kota Binjai, menyarankan agar masyarakat sekitar bisa datang ke Gedung Dewan guna menyampaikan aspirasi maupun keluhannya.


"Kami sarankan Perwakilan masyarakat sekitar, untuk datang dan menyampaikan aspirasinya ke Gedung DPRD Kota Binjai. 

Tujuannya, agar keluhan dari masyarakat dapat kita tindaklanjuti, baik dari sisi perijinannya maupun dampak  lingkungannya atas rencana berdirinya Pabrik tersebut," ungkap Hairil Anwar, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (22/10) Sore.


Setelah itu, lanjut Hairil Anwar, DPRD Kota Binjai bisa meagendakan untuk menyurati/menggelar Rapat dengan Dinas terkait, guna mempertanyakan dasar pemberian izin dibangunnya PT Primadaya Plastisindo.


"Menurut henat saya, Kecamatan Binjai Utara bukan merupakan Prioritas kawasan industri, karena sudah kita pindahkan ke Kecamatan Binjai Timur," urainya, seraya menambahkan, hal itu sesuai Peraturan Daerah Kota Binjai nomor 5 tahun 2020, tentang rencana Tata Ruang Wilayah Kota Binjai, tahun 2020 - 2040.


Diberitakan sebelumnya, rencana pendirian pembangunan PT Primadaya Plastisindo, menuai polemik. Sebab, masyarakat Kota Binjai, khususnya warga Jalan Madura, Lingkungan lll, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, melakukan protes dengan melakukan aksi damai pada Sabtu (17/10) lalu.


Menurut warga, dengan didirikannya PT Primadaya Plastisindo dikawasan mereka, hal itu dapat mengganggu aktifitas pembibitan yang selama ini menjadi mata pencariannya.


"Mengapa dipilih daerah kami yang bukan wilayah Pabrik. Saya khawatir akibat pembangunan Pabrik kedepannya penghasilan kami akan terganggu," ucap Khairul Ambri yang merupakan warga sekitar, saat melakukan pertemuan dikantor Camat Binjai Utara, Rabu (21/10) Siang.


Untuk itu, lanjut Khairul Ambri dengan nada kesal, kami selaku Petani pembibitan sangat bergantung dengan alam. Kalau sudah ada 1 Pabrik disini, maka akan berdiri lagi Pabrik Pabrik lainnya.


"Lingkungan kami bukan kawasan Industri " tambahnya.


Sementara itu, warga lainnya yang mengaku bernama Ilham, juga kecewa dengan adanya rencana pendirian pembangunan PT Primadaya Plastisindo. Dengan tegas dirinya menolak pembangunan Pabrik Plastik itu karena dianggap dapat mempengaruhi Pembibitan yang selama ini menjadi pekerjaan mereka untuk menghidupi keluarganya.


"Kepada Pak Camat, kami disini minta tolong agar rencana pembangunan Pabrik itu dibatalkan. Kami disini hanya bergantung pada Pembibitan untuk usaha kami," ucapnya.


Senada, warga lainnya juga mengaku khawatir dan tak ingin lingkungan mereka rusak akibat berdirinya pabrik tersebut. 


"Sudah 30 tahun kami merintis usaha Pembibitan. Niat kami untuk penghijauan sudah berjalan. Jangan hanya gara gara berdirinya Pabrik ini, semua yang kami rintis jadi berakhir," cetus warga.


Ditempat yang sama, Camat Binjai Utara Adri Rivanto, usai pertemuan mengatakan, pendirian Pabrik ini masih tahap proses Administrasi di Pemko Binjai. Dimana pihak pengusaha sudah mengajukan beberapa Dokumen agar izin usahanya dapat diproses.


"Sebenarnya proses ini sudah lama dan terkendala masalah Corona sehingga terjadi pengunduran proses. Ketika satu persatu dokumen mulai terpenuhi, seperti nota kesepahaman dengan Pemko, Perwal 21 Tahun 2020 dan bukti izin dari warga, maka penolakan pun terjadi," kata Adri.


Dari pertemuan yang digelar tadi, lanjut Adri, warga ingin ketemu dengan Pemko Binjai guna meminta jaminan, apakah Pabrik itu berdampak dengan lingkungan atau tidak.


"Pertemuan ini akan kami fasilitasi. Kami akan koordinasi dulu dengan Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, maupun Perkim," beber Adri.


Sedangkan terkait Perwal 21 Tahun 2020, Adri menjelaskan, bahwa Perwal itu mengatur tentang tata ruang. Dimana pabrik yang akan berdiri diberikan Disinsentif atau dibebankan Pajak yang besar dan tidak mendapat fasilitas dari Pemerintah.


"Artinya, soal lokasi tidak sesuai RTRW sudah tidak ada masalah. Karena pihak pengusaha setuju dengan Disinsentif yang diberikan Pemko Binjai berdasarkan Perwal tadi," tutur Adri.


Menyikapi hal itu, Human Resource Departement (HRD) PT Primadaya Plastisindo, Firman, saat melakukan pertemuan dengan masyarakat di Kantor Camat Binjai Utara, Rabu (21/10) mengatakan, PT Primadaya Plastisindo tergolong Perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang terdiri dari negara Taiwan, Malaysia dan Indonesia.


"PT Primadaya Plastisindo sudah menggunakan tekhnologi yang terbaru dalam hal pengurangan resiko Polusi udara maupun limbah yang ditimbulkan," beber Firman.


Dalam pertemuan, Firman juga menegaskan, PT Primadaya Plastisindo akan memberikan CSR (Corporate Social Responsibility) dari keuntungan Perusahaan, serta akan melakukan kegiatan sosial di masyarakat, seperti bersih lingkungan ataupun tempat ibadah.


"Perusahaan akan mengedepankan dalam hal perekrutan warga atau Pemuda sekitar untuk direkrut menjadi karyawan," ungkap Firman.


Pada kesempatan itu, Firman juga mengatakan jika PT Primadaya Plastisindo, sudah bersertifikat dan berstandar Internasional, sehingga sangat patuh dan tunduk terhadap peraturan yang berlaku.


Namun, warga belum percaya penjelasan yang disampaikan oleh HRD PT Primadaya Plastisindo. Sebab menurut warga, mereka sebelumnya sudah dibohongi oleh Pihak Perusahaan.


"Kami merasa dibohongi, karena awalnya PT Primadaya Plastisindo menyampaikan kepada kami hanya mendirikan gudang penyimpanan Aqua, bukan Pabrik pembuatan botol atau tutup Aqua," beber warga yang mengaku bernama Raziman.


Untuk itu, warga meminta Pemko Binjai, melalui Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, agar meninjau ulang izin yang diajukan oleh PT Primadaya Plastisindo.


Usai pertemuan, warga juga meminta kepada Camat Binjai Utara, Adri Rivanto, untuk menghadirkan staf ahli yang menangani masalah lingkungan, baik dari Dinas PUPR ataupun Dinas Perkim Kota Binjai.


"Agar menyampaikan pemaparan langsung kepada warga," pinta warga.


Hadir dalam pertemuan itu, Camat Binjai Utara, Adri Rivanto. S.STP, Kadis PTSP Kota Binjai di wakili oleh Khairul Arfan Harahap, HRD PT Primadaya Plastisindo, Firman, Lurah Kebun Lada, Nur Aziani, Kepling I dan III Kelurahan Kebun Lada, Amrin Rangkuti dan Mukhtar Nasution, Perwakilan masyarakat dari Lingkungan I dan III Kelurahan Kebun Lada, Bhabinkamtibmas Kebun Lada, Aiptu Julianto, serta Babinsa Kebun Lada, Serda Zulfan. (put)