Iklan

Minggu, 25 Oktober 2020, 22.46.00 WIB
Last Updated 2020-10-25T15:46:24Z
Berita Terkini

Batang Serangan Terendam Banjir, Warga Cemas Hujan Lagi

Berita Viral

AKP Tarmizi Lubis, Arie Ramadhany, Sertu Sujarwo dan Ahmadi meninjau benteng dan warga yang terkena banjir


B Serangan - Metrolangkat.com

Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan hilir sungai Tenang meluap, sehingga merendam rumah warga serta akses jalan di beberapa titik yang berada di Kecamatan Batang Serangan, pada Minggu (25/10).


Banjir terjadi di beberapa desa yang ada di Kecamatan Batang Serangan, tepatnya di Lingkungan Beteng Titi Besi, Lingkungan Maju Trisno, Kelurahan Batang Serangan, Dusun Puji Dadi, Desa Sei Bamban dan Dusun Sungai Pasir, Desa Karya Jadi.


Menurut keterangan Eka (36) salah seorang korban banjir, bahwa air masuk terlalu cepat, sehingga sebagian harta benda tak terselamatkan. "Hujan dari Sabtu malam sampai Minggu Jam 03.00 WIB terlalu deras, sehingga air begitu cepatnya masuk ke dalam rumah saya setinggi 40 cm," ungkapnya.



Eka juga mengatakan, bahwa sudah tiga tahun lebih tidak ada banjir, ini banjir pertama kalinya yang terjadi di tahun 2020. Dirinya juga berharap agar hujan turun lagi di malam ini, apabila hujan turun lagi maka kemungkinan rumahnya akan terendam lebih tinggi lagi.


Tak berselang lama, di pagi hari sekitar Jam 07.00 ditengah banjir guna melihat situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan, hadir Kapolsek Padang Tualang, AKP Tarmizi Lubis SH, Camat Batang Serangan Arie Ramadhany S IP, Babinsa Danramil 10 Padang Tualang Sertu Sujarwo, Kepala Desa Sei Bamban Ahmadi.


Kapolsek Padang Tualang AKP Tarmizi Lubis SH terjun ke lokasi banjir dan melihat langsung kondisi warga yang terkena banjir. "Saya berharap warga bersabar dan tetap waspada dengan keadaan seperti ini. Jangan memaksakan diri untuk melintasi genangan air yang tinggi dan selalu berhati-hati," pungkasnya.


Ditempat yang sama dalam genangan banjir Camat Batang Serangan Arie Ramadhany S IP mengatakan, bahwa dirinya akan mencari solusi agar banjir tidak terjadi lagi dan akan mengupayakan yang terbaik untuk warganya.


"Penasaran kenapa bisa terjadi banjir di Dusun Pujidadi, kita mencari tau penyebabnya dan kita dapati ada dibeberapa titik bahwa benteng yang dulunya dibuat warga secara bergotong royong terlalu rendah, bahkan ada yang jebol." Pungkas Arie.


Dirinya juga menambahkan, bahwa air yang masuk ke pemukiman melalui benteng yang rusak tersebut terlalu deras. Ia juga meminta agar kepala desa mengajak warganya untuk bergotong royong, guna memperbaiki benteng yang rusak tersebut. (Zar)