-->

Iklan

Khawatir Jembatan Ambruk Dilindas Truck,Camat Bt Serangan Hadang Truk Melintas

Jumat, 16 Oktober 2020, 08.23.00 WIB Last Updated 2020-10-16T01:23:13Z

Truck CPO Milik PTPN-2 yang nekat


B Serangang - Metrolangkat.com

Meskipun sudah ada himbauan dan plank yang bertuliskan "Truck Muatan Dilarang Melintas", sopir truck Tangki pengangkut Cruite Palm Oil (CPO) milik PTPN II Unit Kwala Sawit tetap saja melintasi jembatan Bandar Pulo yang nyaris roboh, pada Kamis (15/10) sekira Jam 11.45 WIB.


Kegiatan sopir truck yang membandal tersebut disaksikan langsung oleh Camat Batang Serangan Arie Ramadhany S IP, saat hendak melintasi jembatan


Arie berada di lokasi karena ingin memastikan informasi dari warga sekitar, bahwa adanya truck tangki muatan CPO roda sepuluh milik PTPN II sering melintasi jembatan Bandar Pulo yang terletak di Desa Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.



Ditempat yang dimaksud, Arie memberhentikan Truck pengangkut CPO dan melarang sopir untuk melintasi jembatan tersebut. 


Tak terima diberhentikan dan disuruh melintasi jalur alternatif, sopir truk menelpon dan memanggil pengawasnya. 


Tak berselang lama datang seorang laki-laki yang mengaku pengawas dari angkutan CPO tersebut. 


Dirinya memaksa sopir untuk melanjutkan perjalanannya dan melintasi jembatan yang nyaris roboh tersebut. "Udah jalan aja kau, aku yang bertanggung jawab sama kau kalau terjadi apa-apa." Ucapnya.


Keterangan foto: Arie Ramadhany S IP memberhentikan Truck yang akan melintasi jembatan Bandar Pulo dan kondisi jembatan yang nyaris roboh


Takut jembatan roboh, Arie tidak mengizinkan mereka melintasi jembatan. Sempat terjadi adu mulut antara Arie dan pengawas yang diketahui bernama Giat Sembiring tersebut.


"Kalau terjadi apa-apa sama sopir ku aku yang bertanggung jawab, kalau jembatan ini roboh ya bukan salah ku. Makanya kalian perbaiki lah jembatan ini," ucap Giat Sembiring dengan nada tinggi.


Sambung Giat Sembiring, kalaupun harus melalui jalur alternatif, pastinya uang jalan supir akan bertambah.


Ditempat yang sama Arie Ramadhany S IP saat dikonfirmasi dirinya mengatakan, bahwa sejak awal kita sudah musyawarah dengan pihak PTPN II, kepala desa, Tokoh masyarakat, dan pengusaha galian C terkait jembatan Bandar Pulo untu melalui jalur alternatif.


Pada musyawarah itu Pihak PTPN II menyanggupi perawatan jembatan dan jalur alternatif yang akan dilalui. "Tapi kenyataannya pihak PTPN II melanggar kesepakatan yang sudah kita sepakati kemarin, karena sampai saat ini Truck tangki muatan CPO PTPN II Unit Kwala Sawit masih melintasi jembatan ini setiap harinya," Beber Arie dengan kecewa.


Arie juga menambahkan, bahwa apabila jembatan Bandar Pulo terputus, maka sepeda motor dan mobil pribadi tidak dapat melintas lagi untuk menuju dua desa diseberang sana. 


Bahkan pastinya nanti wisatawan yang hendak ke Tangkahan pun berkurang. "Cukuplah karena Covid-19 kemarin Tangkahan sempat lock down dan membuat pelaku usaha serta tour guide tidak bisa meraup rezeki." Lirih Arie dengan penuh kecemasan.


Terpisah Hilarius Manurung selaku General Manager (GM) Distrik Rayon Utara PTPN II saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, bahwa sudah ada larangan dari PTPN II untuk melewati jembatan itu. Namun ada saja yang membandel.


 Kita sudah dapat ijin untuk melintas dari perkampungan masyarakat dan sudah difasilitasi dan dibantu oleh Bapak Natang sebagai Kepala Desa.


Kalau ada oknum supir yg masih nekat melanggar aturan itu , diluar  tanggung jawab kami. Kami akan tegur pihak Angkutannya.


"Sebaiknya ada petugas khusus yg menjaga jembatan untuk tidak melintas  lagi diatas jembatan tanpa terkecuali. Larangan melintas bukan hanya untuk truk PTPN II saja tetapi untuk semua truk. 

Kami akan memperketat angkutan PTPN II untuk tidak melintas di jembatan bandar pulo tersebut dengan menempatkan petugas kemanan khusus. 


Tetapi wewenang kami hanya untuk  membatasi angkutan PTPN II, di luar itu aparat pemerintahlah yang berwewenang," balas Hilarius Manurung. (Zar)




Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+