Iklan

Senin, 12 Oktober 2020, 20.10.00 WIB
Last Updated 2020-10-12T13:10:54Z
Pentas Pilkada

Muhri Minta Bawaslu Lakukan Pengawasan Khusus Untuk Pilkada Binjai

Berita Viral

 Muhri Fauzi Hafiz (Foto net)


 Binjai-Metrolangkat.com


Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara, diminta melakukan pengawasan secara khusus tahapan Pemilihan Kepala Daerah serentak di Kota Binjai. 

Sebab, salah seorang Calon Walikota di Kota Rambutan ini yang juga merupakan Istri Walikota Binjai, rentan terjadi penyalahgunaan wewenang dari sang Suami untuk memenangkan isterinya.


Hal itu dikatakan Ketua Divisi Pendidikan dan Latihan DPD Partai Demokrat Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.SE, kepada awak media, Minggu (11/10) kemarin.


"Bawaslu Sumut harus memantau tahapan Pilkada Binjai secara khusus, karena rawan rekayasa," tegasnya.    


Tidak hanya itu, lanjut Muhri, dirinya juga mendapatkan laporan adanya tekanan dari Penguasa di Binjai kepada seluruh Pejabat hingga ke tingkat Lurah sampai ke Kepala Lingkungan (Kepling) umtuk memenangkan Paslon tertentu.


"Hal itu yang mendasari kami agar Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kota Binjai bekerja ekstra dalam pengawasan tahapan Pilkada di kota Binjai," ujar mantan anggota DPRD Sumut ini.


Ia juga menduga adanya Oknum penyelenggara  Pemilu di Kota Binjai, yang terkesan mendukung salah satu Paslon. Hal itu dikarenakan adanya kedekatan kekerabatan dengan salah satu Paslon.


"Kami minta Bawaslu menjalankan fungsi pengawasannya ekstra ketat demi untuk memenuhi rasa keadilan dan Pemilu yang bermartabat," tegas Muhri.


Sementara itu, Ketua KPU Kota Binjai, Zulfan Effendi, saat dikonfirmasi awak media, Senin (12/10) terkait dugaan  pendukung Paslon yang merekayasa data oleh  petugas penyelenggara Pemilu, mengakui jika tahapan itu sudah berakhir pada Bulan Agustus yang lalu.


"Jika ada Petugas kami yang berani merekayasa data, silahkan laporkan ke KPU Binjai," ungkap Zulfan.


Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Binjai, Ari Nurwanto, menegaskan jika pihaknya terus melakukan pengawasan dan pantauan setiap ada tahapan Penyelenggara Pemilu. 


"Tolong berikan ke Bawaslu data penyimpangan yang dilakukan jajaran KPU Binjai, biar bisa kami menindaknya," ujar Ari. (kus)