Iklan

Rabu, 21 Oktober 2020, 18.04.00 WIB
Last Updated 2020-10-21T11:04:33Z
Berita Terkini

Petani Pembibitan Kebun Lada Tolak Berdirinya PT Plastisindo

Berita Viral

 

Warga pertanian kebun lada yang keberatan berdirinya PT Plastisindo didaerah mereka. 


Binjai-Metrolangkat.com


Rencana pendirian pembangunan PT Primadaya Plastisindo, menuai polemik. Sebab, masyarakat Kota Binjai, khususnya warga Jalan Madura, Lingkungan lll, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara, melakukan protes dengan melakukan aksi damai pada Sabtu (17/10) lalu.


Menurut warga, dengan didirikannya PT Primadaya Plastisindo dikawasan mereka, hal itu dapat mengganggu aktifitas pembibitan yang selama ini menjadi mata pencariannya.


"Mengapa dipilih daerah kami yang bukan wilayah Pabrik. Saya khawatir akibat pembangunan Pabrik kedepannya penghasilan kami akan terganggu," ucap Khairul Ambri yang merupakan warga sekitar, saat melakukan pertemuan dikantor Camat Binjai Utara, Rabu (21/10) Siang.


Untuk itu, lanjut Khairul Ambri dengan nada kesal, kami selaku Petani pembibitan sangat bergantung dengan alam. Kalau sudah ada 1 Pabrik disini, maka akan berdiri lagi Pabrik Pabrik lainnya.


"Lingkungan kami bukan kawasan Industri " tambahnya.


Sementara itu, warga lainnya yang mengaku bernama Ilham, juga kecewa dengan adanya rencana pendirian pembangunan PT Primadaya Plastisindo. 

Dengan tegas dirinya menolak pembangunan Pabrik Plastik itu karena dianggap dapat mempengaruhi Pembibitan yang selama ini menjadi pekerjaan mereka untuk menghidupi keluarganya.


"Kepada Pak Camat, kami disini minta tolong agar rencana pembangunan Pabrik itu dibatalkan. Kami disini hanya bergantung pada Pembibitan untuk usaha kami," ucapnya.


Senada, warga lainnya juga mengaku khawatir dan tak ingin lingkungan mereka rusak akibat berdirinya pabrik tersebut. 


"Sudah 30 tahun kami merintis usaha Pembibitan. Niat kami untuk penghijauan sudah berjalan. Jangan hanya gara gara berdirinya Pabrik ini, semua yang kami rintis jadi berakhir," cetus warga.


Ditempat yang sama, Camat Binjai Utara Adri Rivanto, usai pertemuan mengatakan, pendirian Pabrik ini masih tahap proses Administrasi di Pemko Binjai. Dimana pihak pengusaha sudah mengajukan beberapa Dokumen agar izin usahanya dapat diproses.


"Sebenarnya proses ini sudah lama dan terkendala masalah Corona sehingga terjadi pengunduran proses. Ketika satu persatu dokumen mulai terpenuhi, seperti nota kesepahaman dengan Pemko, Perwal 21 Tahun 2020 dan bukti izin dari warga, maka penolakan pun terjadi," kata Adri.


Dari pertemuan yang digelar tadi, lanjut Adri, warga ingin ketemu dengan Pemko Binjai guna meminta jaminan, apakah Pabrik itu berdampak dengan lingkungan atau tidak.


"Pertemuan ini akan kami fasilitasi. Kami akan koordinasi dulu dengan Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, maupun Perkim," beber Adri.


Sedangkan terkait Perwal 21 Tahun 2020, Adri menjelaskan, bahwa Perwal itu mengatur tentang tata ruang. Dimana pabrik yang akan berdiri diberikan Disinsentif atau dibebankan Pajak yang besar dan tidak mendapat fasilitas dari Pemerintah.


"Artinya, soal lokasi tidak sesuai RTRW sudah tidak ada masalah. Karena pihak pengusaha setuju dengan Disinsentif yang diberikan Pemko Binjai berdasarkan Perwal tadi," tutur Adri.


Hadir dalam pertemuan tersebut, Camat Binjai Utara Adri Rivanto, perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PNMP2TSP), Arfan Harahap, pihak warga, dan HRD PT Primadaya Plastisindo Pusat, Firman. (kus)