Iklan

Rabu, 21 Oktober 2020, 00.44.00 WIB
Last Updated 2020-10-20T18:00:29Z
Kabar Desa

Tumbuhkan Industri Kreatif : Pelatihan Handycraft LKP Jihan Diminati Ibu-Ibu PKK Desa

Berita Viral
Para peserta pelatihan Handycraft dari PKK Desa Kec Bahorok-Kutambaru diabadikan usai mengikuti pelatihan selama satu hari.(yong)


Langkat-Metrolangkat.com


Pelatihanketerampilan handycraft yang dilaksanakan oleh Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) Jihan sejak 12 hingga 23 Oktober 2020 nanti di Aula Gedung PKK- Stabat, Kabupaten Langkat, banyak diikuti ibu-ibu pengerak atau  pengurus PKK Desa.


 Para peserta yang berasal dari berbagai desa inipun tampak semangat mengikuti step by step pelatihan yang dianjarkan.


Dipandu empat orang instruktur yang memang berkompeten dibidangnya, para kaum ibu tersebut tampak serius menekuni pelatihan. 


Sekarang kaum wanita harus kreatif, harus punya keahlian dan bisa mandiri. Kalau ibu-ibu punya keahlian,pastinya dapat membantu perekonomian keluarga.


Apalagi sekarang ini semuanya serba gampang. Dari rumah kita bisa berniaga tanpa harus pergi kepasar. 


Misalnya ibu-ibu mau berjualan atau memasarkan sesuatu produk bisa melalui hand phone mengunakan media social seperti FB, Instagram atau twiter tidak usah keluar rumah.

Peserta pelatihan Handycraft diabadikan bersama Pimpinan LKP Jihan dan Instruktur pelatihan usai mengikuti kegiatan yang digelar di Aula PKK-Stabat.(yong)

Ditambah lagi saat ini wabah penyakit Covid yang belum tau kapan berahirnya jadi kita harus pandai-pandai memanfaatkan waktu.” Ujar Pimpinan LKP JIhan Saadatul Khairat memberi motivasi saat membimbing peserta pelatihan.


Pelatihan Handycraft yang tetap mengedepankan Protokes ini, dibuka oleh Kadis PMD Kabupaten Langkat Sutrisuanto. 


Setelah ibu-ibu mendapatkan ilmu cara pembuatan handycraft broos  ini, mungkin ibu-ibu merasa kebingungan mau memasarkanya kemana dan caranya bagaimana.? Celetuk Saadah lagi.


Tenang ibu-ibu,kita akan membantu ibu-ibu dalam memasarkan hasil kerajinan tangan ibu semua. Sebab disini kita juga memiliki mitra yang bisa diajak bekerja sama dalam menjualkan kreasi ibu. 


Kebetulan saat ini kita telah mengandeng sebuah aplikasi online berbasis jasa bernama Goodesa .


Goodesa sendiri merupakan aplikasi lokal yang sengaja dibuat untuk menampung atau membantu pelaku UMKM dalam memasarkan berbagai produknya. 


Untuk lebih lanjutnya ibu-ibu bisa menghubungi saya langsung atau via telpon semuanya akan kita bantu untuk pemasaranya.” Ujar perempuan dikenal ulet ini.


Nah,kalau ibu-ibu yang mau serius menekuni kerajinan ini,jangan khawatir kesulitan bahan bakunya. Insya allah saya akan siap memenuhi apa yang ibu-ibu butuhkan. “ Terang Saadah dihadapan 48 orang peserta dari 24 Desa ini.


“ Kami sudah sering mengikuti pelatihan buk, tapi baru ini kami mendapatkan pencerahan. Biasanya kita cuma diajarin tapi tidak diajarkan cara memasarkan. 


Misalnya kita pernah mengikuti pelatihan tataboga membuat kue. Persoalannya, setelah kita pintar membuat kuenya ngak tau mau memasarkan kuenya kemana. “ Cetus seorang peserta dari Kecamatan Bahorok. 


Benar buk, makanya kita sangat senang dengan pelatihan hari ini. Selain mendapatkan ilmu, kita juga dapat pencerahan.” Timpal seorang ibu berhijab tampak bersemangat.



Ahirnya pelatihan hari ini diahiri dengan photo bersama usai peserta menerima sertifikat dari panitia penyelengara pelatihan. (Yong)