Iklan

Jumat, 27 November 2020, 23.05.00 WIB
Last Updated 2020-11-27T16:05:57Z
Berita Hari Ini

Aktifitas Truck Galian Tanah Timbun Tol Resahkan Warga Buluh Telang

Berita Viral
Akibat jalan yang buruk sebuah truck terperosok 

Buluh Telang-Metrolangkat.com

Selain diduga tidak mengantongi izin dan ilegal, aktifitas Truck Galian C tanah timbun yang kabarnya diperuntukan pembangunan Mega proyek jalan tol Binjai - Langsa juga sangat meresahkan warga Dusun 6 Bukit Tua, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang.


Pasalnya aktifitas truck galian yang mengangkut tanah timbun tersebut membuat jalan di Desa Buluh Telang rusak parah, sehingga sangat berbahaya untuk dilalui roda dua maupun roda empat.

Aktifitas galian tanah timbun jalan Tol yang diduga tak memiliki ijin..


Menurut hasil pantauan wartawan di lapangan pada Jum'at (27/11) sekira Jam 15.00 WIB, banyak pengendara yang tergelincir maupun terperosok. Sehingga membuat warga yang melintas harus bersusah payah untuk melintasi jalan yang dulunya sangat mudah dilalui.


Menurut keterangan Buyung (54), sebelum adanya aktifitas truck galian yang mengangkut material tanah timbun yang diduga ilegal tersebut, warga dengan mudahnya melintasi jalan di desanya tanpa ada hambatan apapun selain kehabisan bahan bakar.



Tak hanya persoalan jalan rusak berat dan susah untuk dilalui, bahkan omset penjualan di kedai kelontong Buyung berkurang mencapai 30%. "Kayak mana gak berkurang pelanggan saya, ya Abang lihat sendiri lah pas didepan kedai saya becek dan berlumpur seperti bubur malas orang mau belanja disini jadinya," lirihnya.


Sambung Buyung, tak hanya omset penjualan yang menurun, dirinya juga menghawatirkan bangunan rumahnya runtuh akibat aktifitas truck muatan tanah timbun yang diperkirakan lebih dari 40 ton tersebut melintas dari pagi hingga malam hari.


Buyung juga menambahkan, bahwa setiap harinya diperkirakan lebih dari 10 kendaraan roda 4 dan roda 6 yang terperosok di jalan yang tepat didepan rumahnya. Dirinya berharap kepada pemerintah, khususnya Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengambil tindakan tegas dan menindak kontraktor.


"Hari ini mereka tidak beroperasi, karena kemarin dengan kepala dusun sudah kita beri peringatan agar pihak kontraktor tanah timbun tersebut memperbaiki jalan desa ini. Kalau pun belum juga diperbaiki maka kami akan menyetop truck tanah timbun tersebut." Ungkap Buyung dengan kesal.


Ditempat yang sama Idris (40) selaku Kepala Dusun 6 Bukit Tua mengatakan bahwa dirinya perihatin dengan apa yang telah dialami warganya dan pengendara yang melintas. "Sejauh ini diperkirakan ada 20 rumah warga yang rusak, akibat adanya aktifitas truck yang mengangkut tanah timbun untuk pembangunan jalan tol. Saya sudah data dan foto rumah warga yang rusak." Pungkasnya.


Terpisah Kepala Desa Buluh Telang Muhammad Yunus (30) di ruang kerjanya mengatakan, bahwa warga harus bersabar dengan kondisi seperti ini dan akan ada solusinya.


Dirinya juga mengatakan bahwa beberapa pekan lalu telah memberhentikan aktifitas galian tanah timbun milik PT AP3 yang berada di Dusun Jati Tunggal yang sudah meresahkan warganya.


 "Mengenai rumah warga yang rusak nantinya akan ada ganti rugi dari pihak kontraktor dan itu sudah kita sepakati bersama warga dan Camat." Pungkasnya.(zar)