Iklan

Minggu, 29 November 2020, 14.48.00 WIB
Last Updated 2020-11-29T07:48:34Z
Berita Terkini

Cekcok Soal Ladang, Tiga Butir Peluru Antarkan Sembiring Menemui Sang Khalik

Berita Viral

Jasat korban Jasa Adilta Sembiring dilokasi sebelum dievakuasi petugas. 



Langkat- Metrolangkat-binjai.com

Warga Dusun Pamah Pideren Desa Kutambaru Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Jasa Adilta Sembiring (39) tewas berlumuran darah setelah dadanya ditembus peluru kaliber 4,5 dari senapan angin milik Rencana Surbakti (33) di kawasan perladangan dusun tersebut, Sabtu (28/11/2020) sore.

Kanit Reskrim Polsek Salapian, Iptu Mimpin Ginting SH MKn, mengatakan tersangka yang merupakan warga Dusun pembangunan Desa Kutambaru itu telah menyerahkan diri usai menembak korban

Di Mapolsek Salapian, tersangka menuturkan kronologis peristiwa pembunuhan tersebut.

"Waktu saya sedang mengecas handphone di salah satu warung Dusun Pamah Pideren, sekitar jam setengah dua siang, korban datang sambil bilang lahan miliknya, sehingga kami bertengkar. 

Setelah itu, dia pulang sambil mengancam, 'awas kau nanti', " papar tersangka seperti ditirukan Iptu Mimpin Ginting, via telepon selulernya, Minggu (29/11/2020).



Sekira pukul 16.00 WIB, lanjutnya, tersangka yang berada di ladangnya kembali didatangi korban sambil mengajaknya berkelahi. 

Bahkkan, korban mengejar tersangka dengan  mengacungkan sebilah parang. 

Merasa khawatir dengan keselamatan jiwanya, tersangka yang sedang menggenggam senapan angin segera menembak korban. 

Meski peluru kaliber 4,5 dari senapan angin tersangka telah menembus dadanya, namun korban tetap mengejar. 

Tak ayal, tiga kali tembakan dilontarkan tersangka hingga akhirnya korban jatuh tersungkur bersimbah darah di perladangan itu. Setelah itu, tersangka meninggalkan lokasi kejadian. 

"Baru sekitar jam 9 malam, tersangka menyerahkan diri ke Mapolsek Salapian," sebut Mimpin Ginting.

Mendengar pengakuan tersangka, sejumlah personil Unit Reskrimm Polsek Salapian segera ke lokasi dimaksud dan menemukan korban yang telah bersimbah darah. 

Jasad korban kemudian diboyong ke Puskesmas Kutambaru untuk selanjutnya dikirim ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi. (Ian/yg)