Iklan

Kamis, 19 November 2020, 12.24.00 WIB
Last Updated 2020-11-19T05:24:44Z
Berita Terkini

Dugaan Korupsi Dana BOK Puskesmas Teluk, Kejari Langkat Periksa 30 Saksi

Berita Viral


Kantor Kejaksaan Negeri Langkat

Stabat-Metrolangkat-binjai.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat Tahun Anggaran (TA) 2017 - 2019 yang dilakukan oleh oknum berinisial ED di Puskesmas tersebut.


Hal ini disampaikan Kasi Intel Kejari Langkat Boy Amali SH MH, Kamis (19/11) siang. "Penyidikan ini berawal dari laporan pengaduan masyarakat pada awal tahun 2020 yang dilayangkan ke Kejari Langkat, terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pemgelolaan dana BOK Puskesmas Teluk," beber Boy Amali.


Pria yang selalu akrab dengan awak media ini menambahkan, bentuk dugaan tipikor yang sudah dilakukan penyidikan ini adalah dalam pengelolaan dana BOK yang tidak sesuai dengan ketentuan.


"Oknum di Puskesmas itu melakukan pemotongan dana BOK yang diperuntukkan kepada para tenaga kesehatan. Selain itu, diduga adanya serangakaian perbuatan murk up atau penggelembungan dana dalam penyerapan anggaran terhadap pengelolaan dana BOK," sambung Boy Amali.


Dalam hal ini, kata Boy Amali, dugaan pemotongan dan murk up tersebut dilakukan sejak tahun 2017 - 2019 dan saat ini pihak Kejari Langkat sedang melakukan proses di tingkat penyidikan. "Lebih kuranh 30 orang saksi sudah kita panggil," lanjutnya.


"Hal ini bertujuan untuk membuat dugaan tipikor tersebut benar sebagai suatu perbuatan hukum yang terklarifikasi dalam tindak pidana korupsi dan juga bertujuan untuk menentukan siapa saja yang patut ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut," pungkas Boy Amali.


Terpisah, narasumber di Puskesmas Teluk mengaku, bahwa dana BOK miliknya juga dipotong oleh oknum di Puskesmas tersebut berinisial ED. 

"Pemotongan dana BOK yang kami terima sudah berjalan selama 3 tahun, sejak ED menjadi Kapus disini.

 Semoga maslah ini bisa segera dituntaskan," pungkasnya seraya meminta namanya dirahasiakan. (Ahmad)