Iklan

Rabu, 25 November 2020, 06.02.00 WIB
Last Updated 2020-11-24T23:02:36Z
Kabar Sumut

Ketua GNPF Heran Ada Penolakan HRS Datang Ke Medan..

Berita Viral

 

Ust Abdul Sani Ketua GNPF Kota Binjai


Binjai - Metrolangkat-Binjai.com


Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, mengaku heran dengan munculnya penolakan terhadap kedatangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, ke Kota Medan.


Ia juga menegaskan, pihaknya mengecam aksi penolakan kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Kota Medan. Karena menurutnya, Medan merupakan tempat yang bebas dikunjungi oleh siapapun, termasuk imam besar FPI.

Video Penolakan HRSb
 Yang beredar

"Saya menegaskan, menyebut Habib Rizieq sebagai sosok yang dapat menimbulkan perpecahan merupakan hal yang keliru," tegas Sanni Abdul Fattah, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/11) Malam.


Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni juga mengatakan bahwa Kota Medan sudah dalam keadaan tenang dan kondusif sebelum aksi tersebut terjadi. Atas pertimbangan itu, sehingga pihaknya siap mengundang Habib Rizieq Shihab.


"Beberapa hari belakangan ini di Kota Medan pada khususnya, sudah dalam keadaan kondusif dan tenang. Tapi tiba tiba terjadi aksi demo yang dilakukan oleh orang orang Provokatif yang sengaja ingin membuat kekacauan dan konflik di Kota Medan, tepatnya di depan Kantor Gubsu, dengan membawa isu penolakan kedatangan Habib Rizieq Syihab," urainya.


Ia juga menilai, dalam aksi itu, aksi para pendemo yang dilakukan oleh orang orang Provokatif tersebut merupakan perbuatan yang tidak pantas. Sebab, mereka menginjak injak Poster besar yang memuat foto Imam Besar Habib Rizieq Shibab sembari membakarnya.


"Yang lebih mengerikan lagi, kenapa mereka bisa membakar ban bekas di lokasi aksi. Kami merasa aneh. Mengapa aksi itu terkesan dibiarkan oleh pihak Kepolisian. Ada apa ini??!!" ucapnya penuh tanya.


Tidak hanya itu, lanjut Pria yang akrab disapa dengan sebutan Ustadz Sanni ini, yang membuat pihaknya semakin lebih heran, para provokatof itu  bisa kembali lagi melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sumut.


"Ada apa ini. Walau dengan jumlah massa sekitar seratus orang, tapi mengapa mereka bisa kembali demo di Kantor Wakil rakyat dengan membawa isu yang sama, yaitu menolak kedatangan HRS Ke Kota Medan," beber Ustadz Sanni.


Sebagai tokoh agama, Ustadz Sanni juga angkat bicara terkait munculnya video di Media Sosial tentang penolakan kedatangan HRS ke Kota Medan yang dilakukan oleh kelompok perempuan yang meatasnamakan Majelis Ta'lim.


"Ajaran apa yang dilakukan mereka dengan menimbulkan kebencian. Menurut kami, Majelis Ta'lim itu tidak jelas dan sengaja membuat kekisruhan," ujar Ustadz Sanni.


Beredarnya spanduk spanduk terkait kedatangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, dihampir seluruh sudut sudut Kota Medan, juga merupakan sesuatu hal yang sangat Provokatif.


"Alhamdulillah...untuk masalah ini, Umat Islam yang terdiri dari para pendukung, para pecinta Imam Besar Habib Rizieq Shihab, serta para laskar Umat Islam, langsung bergerak cepat untuk mencopot spanduk itu," tegas Ustadz Sanni.


Akibat kejadian itu, Sanni menduga ada kelompok kelompok tertentu yang dengan sengaja ingin membuat kekacauan dan konflik di Kota Medan. Pun begitu, ia menegaskan jika pihaknya semakin bertambah semangat untuk mendatangkan Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Sumut, khususnya di Kota Medan.


"Semangat kami bertambah besar untuk mendatangkan HRS. Apa sih mau mereka dan kenapa rupanya kalau kami mendatangkan beliau (HRS-red). Apa mereka pikir kami takut. Malah kami sedikitpun tidak gentar," tegasnya penuh semangat.


Pria yang juga dipercaya menjadi Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini menduga, adapun massa yang merupakan kelompok Provokatif itu adalah orang orang bayaran yang dimanfaatkan dan tidak tau apa apa. Begitupun, ia menyesalkan perbuatan yang telah dilakukan oleh mereka.


"Menurut informasi yang kami temukan dilapangan, jumlah mereka tidak banyak dan mereka adalah orang orang bayaran yang tidak tau apa apa dan hanya dibawa bawa saja dalam aksi itu," ucap Sanni Abdul Fattah.


Dengan jumlah mereka yang sedikit, lanjut Ustadz Sanni, ia menegaskan bahwa pihaknya siap menghadapi para Provokator jika Imam Besar Habib Rizieq Shihab akan didatangkan ke Kota Medan.


"InsyaAllah dengan ijin Allah, kami siap menghadapi mereka. Tapi apa mereka siap berhadapan dengan Kami jika nantinya Imam Besar HRS datang kesini. Jangan jangan mereka malah bersembunyi di kolong kolong rumah mereka," kata Ustadz Sanni menutup pembicaraan, sembari memperlihatkan beberapa Video Provokatif yang beredar di Media Sosial. (tra)