Iklan

Selasa, 03 November 2020, 01.44.00 WIB
Last Updated 2020-11-02T18:56:48Z
Supranatural

Menguak Mistis Hilangnya 3 Anak Di Salapian : Kawasan HCV Pusat Istana Gaib Dirusak Beko

Berita Viral

Alat berat Beko yang melakukan pengorekan paret dikawasan tersebut. Dan disinilah terahir kalinya ketiga anak-anak tersebut terlihat bermain,

Liputan : Tim Supranatural Metrolangkat.com

 

 

Entah berkaitan atau tidak, yang jelas pencairan terhadap ketiga anak yang hilang di Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat dua pekan lalu belum juga membuahkan hasil.

 

 

Gagalnya pencarian diduga berkaitan dengan belum dibersihkanya kawasan tersebut dari perbuatan ritual khusus maupun sesajen sebagaimana yang diinginkan penguasa gaib dikawasan tersebut.  Seperti Senin malam, (2/11) misalnya.

 

 

Laku ritual masih dilakukan sekelompok orang dengan niatan dapat mencari sekaligus menemukan ketiga anak-anak tersebut. Terlepas dari itu semua, Tim Supranatural Metrolangkat.com coba menelusuri lebih jauh lagi soal lokasi hilangnya ketiga anak-anak tersebut.

 

 

Hasil penelusuran secara gaib yang dilakukan sangatlah mengejutkan. Bagaimana tidak, rupanya kawasan hilangnya ketiga bocah tersebut adalah sebuah Istana gaib yang begitu megah tempat berdiamnya para lelembut penghuni kawasan itu. 

 

Kawasan itu sangat sakral. Bahkan, sangkin sakralnya pihak Belanda menandai kawasan seluas sepuluh hektar lebih ini dengan sebutan High Conservation Value (HCV) atau kawasan yang memiliki nilai Konservasi tinggi.

 

 

Tentu ada alasanya kenapa Belanda begitu menyakralkan tempat ini. Dan yang memutuskan lokasi ini sebagai kawasan yang harus dijaga dan dilindungi baik hewan (binatang-red) dan tubuhan yang ada diatasnya.

“ Kalau dari penerawangan yang kita lakukan, disini dahulunya pernah terjadi sebuah peristiwa besar dimana satu rombongan Menir Belanda hilang secara misterius dikawasan ini. Dengan segala kekuatan yang ada, Belanda waktu itu berusaha mencari rekan dan saudara mereka yang hilang.

 

 

Pencarian mereka lakukan berhari-hari, dari siang hingga kemalam, dengan mengitari tempat ini yang dulunya hutan rimba. Namun tetap saja tak membuahkan hasil. Orang yang hilang secara misterius tersebut gaib tanpa jejak sampai ahirnya Belandapun pasrah.

 

 

Dibalik kepasrahan Belanda, mereka juga menyimpan rasa penasaran, Belanda kemudian mengundang beberapa alim ulama didaerah tersebut untuk dimintai saran soal peristiwa yang diangap tak wajar tersebut. Setelah dimintai pendapat, para alim ulama inipun membuat sebuah keputusan.

 

 

Maklumat penting yang disampaikan para ulama ini menyebutkan kalau kawasan itu diistimewakan saja. Sebab, kawasan tersebut memiliki keistimewaannya sendiri. Mulai dari tanahnya,tumbuhan diatasnya hingga binatang melata yang hiduf diantaranya.

 

Fatwa ulama waktu itu kira-kira menyebutkan untuk tidak mengambil sesuatu, merusak, atau melakukan hal-hal aneh dikawasan ini, dan tempat ini harus dijaga, dilindungi, serta diistimewakan dengan sebaik-baiknya oleh siapapun.

 

Setelah mendapat penjelasan secara rinci, ahirnya Belanda menetapkan tempat ini menjadi kawasan High Konservation Value. High Conservation Value  (HCV) atau Nilai Konservasi Tinggi. Artinya, nilai-nilai yang terkandung didalam kawasan baik itu lingkungan, maupun social, seperti habitat satwa liar,daerah perlindungan resapan air atau situs arkeologi (Kebudayaan) dimana nilai-nilai tersebut diperhitungan sebagai nilai yang sangat signifikan.

 

 

Jadi kawasan HCV ini sebuah kawasan yang sangat dilindungi karena memiliki nilai yang sangat tinggi. Jadi semua yang hidup ditempat ini dilindungi, baik tumbuhan,hewan, tanah maupun rumputnya. Intinya ini tempat larangan. Dan disinilah masalah itu bermula.

 

 

Dimana seharusnya tidak boleh dilakukan pengrusakan lahan atau kawasan seperti yang dilakukan oleh pihak perkebunan dengan mengorek tempat tersebut dengan alat berat.  Pengorekan itu jelas sudah melanggar ketetapan kawasan HCV.

 

 

Harusnya bila memang terpaksa dilakukan pengorekan, pihak-pihak lebih dulu melakukan komunikasi atau secara etikanya permisi dengan lelembutnya.  Jadi boleh percaya boleh tidak, lokasi yang dibeko dengan exskavator tersebut merupakan pusat kerajaan mahluk tak kasat mata itu.

 

 

Bahkan, gaib yang ada diluar daerah misalnya digunung sana, berasal dari tempat ini, Itulah kenapa para ulama dulu menetapkan kawasan ini menjadi HCV dulunya. Salah satunya karena itulah.  Jadi disini pusat Pemerintahan Gaib sebenarnya.

 

 

Kawasan HCV itu sendiri sekitar 50 Meter keatas dari bibir kolam asri Pulka dengan luas sepuluh hektar lebih. Dan beko yang melakukan pengorekan paret itu masuk wilayah HCV tersebut.   Istana Gaib mengalami kerusakan pasca di Beko.

Jadi hal inilah yang memicu kemarahan Raja Gaibnya. Dan kita lihat sendiri akibatnya.  Jadi, nilai High Konservation Value yang diberikan kepada tempat ini, bukanlah secara sembarangan. Para Ulama dulu itu sudah mengetahui sebenarnya akan keberadaan mahluk-mahluk  Gaib itu.

 

 

Oleh sebab itu, para ulama dulu langsung membuat garis pembatas antara mahluk gaib dengan manusia agar dikemudian hari tidak terjadi lagi hal-hal yang tak diinginkan. Garis tersebut dinamakan HCV bukan dengan julukan atau sebutan daerah berhantu.  

 

 

Dan sekarang ini, dari pandangan mata bathin tempat ini dijaga ketat oleh mahluk Gaibnya,  Yang menjaga pintu gerbang jalan masuk kelokasi perempuan cantik seperti Putri. Mereka berjaga-jaga ditiap-tiap  Pos. Selain itu, mereka (bangsa gaib-red) telah membungkus kawasan ini dengan kabut Gaib mereka, sehingga sulit ditembus mata bathin.

 

 

Sedangkan para panglima perangnya sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi siapa saja yang hendak mengusik tempat mereka. Memang selama ini mereka (Mahluk Gaibnya-red) tidak mau mengusik masyarakat. Kenapa..? karena mereka tidak terusik.

 

 

Tapi begitu Istana mereka diporak-porandakan, mereka langsung bereaksi. Mereka memberikan tanda kalau mereka ada ditempat itu.  Ini pandangan secara supranatural.  Mungkin apa yang kita sampaikan ini tidak masuk akal bagi sebagian orang, tapi itulah kenyataanya.

 

 

Dan kita harus terus bermunajat kepada Allah semoga anak-anak tersebut cepat ditemukan dan bisa berkumpul kembali bersama keluarganya. Hanya allah tempat kita meminta pertolongan, karena hanya Allah yang bisa menolong kita. (Bersambung)