Iklan

Senin, 02 November 2020, 02.31.00 WIB
Last Updated 2020-11-01T19:33:43Z
Supranatural

Menguak Mistis Hilangnya 3 Anak Disalapian : Kepulangan Ketiga Bocah Terhalang Ritual & Sesajen

Berita Viral

Liputan : Tim Supranarural Metrolangkat.com

 

 

Dua minggu sudah  Yogi (7), Nizam (7) dan Zahra (7) hilang tanpa jejak. Sampai diminggu kedua ini, bocah asal Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat inipun belum ditemukan. Polisi yang menangani kasus hilangnya anak tersebut pun belum bisa memberikan keterangan.

 

Jawabpan petugas masih sama dengan kemarin-kemarin.  Yakni, masih melakukan pencarian dan penyelidikan. Begitu juga dengan relawan yang ambil bagian melakukan pencarian belum juga mendapatkan titik terang.

 

Setenggah putus asa, masyarakat, relawan aparat TNI/Polri terus saja melakukan pencarian dengan mengobok-obok lokasi yang dicurigai. Namun lagi-lagi hasilnya gagal. Begitu juga dengan ratusan paranormal yang terjun secara sukarela maupun diminta langsung oleh keluarga sianak.

 

Dengan berbagai ilmu kesaktian yang dimiliki, para orang pintar dari berbagai daerah dan aliran tersebut coba menerawang dan menarik anak-anak tersebut dari dunia gaib.

 

Hasilnya belum juga memuaskan, Tak ketingalan, Tim Supranatural Metrolangkat.com juga berpartisipasi membantu melakukan pencarian melalui alam tak kasat mata tersebut. Ya,sejak awal Tim Supranatural Metrolangkat telah mengikuti perkembangan kasus ini meski tak terlihat langsung dilokasi kejadian.

 

Walau belum juga dikatakan berhasil, tapi banyak amanah dan pesan yang diterima oleh Tim Supranatural Metrolangkat dari lelembut penguasa dikawasan hilangnya ketiga anak tersebut.  

 

 

Kerumunan warga dilokasi hilangnya tiga bocah itu hingga mencapai ribuan orang setiap harinya.(ist)

Seperti yang disampaikan dalam tulisan sebelumnya dimana Tim Supranatural Metrolangkat didatangi putri dari bangsa Jin tersebut saat berbincang-bincang Jum’at malam lalu. Sudah coba kalian datangi dulu, temui Putri itu, tanyakan apa maunya,” ujar Atok memerintahkan dua orang anggota Tim.

 

Dengan tergopoh-gopoh kedua anggota Tim inipun bangkit dari silanya berjalan menembus kegelapan malam sekitar 50 Meter dari rumah Atok. Ya, kebetulan dibagian sudut samping kanan rumah Atok sangat gelap dimana terdapat pohon kelapa dan rumbia dibawah lembahnya,

 

Malam itu benar-benar hening waktu telah menunjukkan pukul 12 lewat 15 menit, hanya suara binatang-binatang kecil yang terdengar entah dari semak belukar yang mana.  Berselang 20 menit kemudian, kedua anggota Tim kembali kerumah dan langsung naik keamben teras tempat dimana Atok biasa mengajar murid-muridnya mengaji.

 

Dengan mata tampak  memerah seperti orang yang baru saja menangis, kedua Tim terlihat menghela napas dalam-dalam sambil membetulkan duduk silanya. “ Sudah..? apa yang dikatakanya,? Tanya Atok kepada kedua anggota Tim yang baru saja bertemu mahluk tak kasat mata ini.

 

 

Begini Tok, dia (putri-red) itu bertanya kapan,,? Maksudnya kapan mau dijemput ketiga anak-anak itu. Selain itu, Putri itu juga mengatakan kalau ritual yang melanggar syariat Islam masih saja dilakukan ditempat itu. Jadi katanya tempat mereka masih belum bersih karena ada saja yang mengotori. “ terang salah seorang anggota Tim.

 

Selain itu apalagi,? Tanya Atok. Besok kita disuruh  datang kelokasi, nanti mereka yang menentukan dimana lokasinya, sekarang belum dikasi taunya, kita berada disana antara Zuhur dan Asar. “ Terang keduanya. Insya allah besok kita kesana selesai Sholat Zuhur,” jawab Atok.

 

 

Seperti yang telah dijadwalkan, Tim Supranatural Metrolangkat keesokan harinya bergerak kelokasi yang memang telah ditentukan oleh penguasa gaibnya.  Biasanya kita berkomunikasi dengan gaibnya malam hari, ini siang hari sungguh aneh.” Ujar Atok seraya tak putus-putus menyebut asma allah dibibirnya.

 

 

Sebelum bergerak pergi kelokasi, Tim lebih dulu melaksanakan sholat Zuhur berjamaah disebuah Masjid tak jauh dari lokasi. Dengan menaiki dua sepeda motor, Tim Supranatural Metrolangkat langsung melaju menuju Dusun Pulka tempat raibnya ketiga anak tersebut.

 

Melalui jalan bebatuan dan berlubang yang cukup mengebaskan pinggang, Tim pun berhenti disebuah tempat. Tunggu dulu, dah coba berhenti dulu.” Kata Atok menepuk bahu anggota Tim yang memboncengnya.

 

Subhanallah,…astafirulahh….allahhu akbar.” Itulah kalimat yang terucap dari mulut Atok secara spontan begitu sepeda motor dihentikan.  Sudah,disini kita berhenti, menurut isyarat alam yang kita terima,kita diminta berhenti disini aja,” Ungkap Atok kepada Tim yang hanya diam tanpa banyak komentar.

 

         

“ Ada kalian melihat sesuatu..? Tanya Atok kepada anggota Tim. Ia, Tok, kami melihatnya. Jawab anggota Tim serentak. Jadi kita kesana sambung Atok sambil mendongakkan dagunya sebagai isyarat, berjalan kaki, seperti biasa jangan memakai sandal atau sepatu, buka sepatu kalian, kita kaki ayam saja.

 

 

Asri dan alaminya kolam Pulka menyejukkan mata yang memandangnya.

“ Kita harus mendahulukan etika, ya etikanya kalau masuk kerumah orang kita harus melepas sandal atau alas kaki, jangan berisik atau membuat kebisingan dengan prilaku kita, mahluk gaib juga sama seperti kita, inginkan ketenangan dan kedamaian, tak suka diganggu.

 

Intinya kita harus saling menghargai terhadap sesama mahluk ciptaan Allah, yakni mahluk hidup diatas bumi seperti tumbuh-tubuhan dan binatang serta bangsa gaib. Dengan melepas sandal dan sepatu kita sudah menghargai mereka (gaib) dan alam.  

 

 Jangan bunuh binatang apapun disini,atau merusak tumbuhan apapun, ini kawasan High Conservation Value  (HCV) atau Nilai Konservasi Tinggi.” Beber Atok. Apa itu HCV Tok, kayaknya macam bahasa asing,” Tanya salah seorang anggota Tim.

 

Begini, kata Atok menjelaskan. Sejak jaman Belanda dulu, tempat ini sudah dinobatkan sebagai kawasan HCV itu adalah sebuah kawasan yang memiliki nilai konservasi Tinggi.

 

Artinya, nilai-nilai yang terkandung didalam sebuah kawasan baik itu lingkungan, maupun social, seperti habitat satwa liar,daerah perlindungan resapan air atau situs arkeologi (Kebudayaan) dimana nilai-nilai tersebut diperhitungan sebagai nilai yang sangat signifikan.

 

Jadi kawasan HCV ini sebuah kawasan yang sangat dilindungi karena memiliki nilai yang sangat tinggi. Jadi semua yang hidup ditempat ini dilindungi, baik tumbuhan,hewan, tanah maupun rumputnya. Kalau dulu pohon-pohon disini ditandai dengan cat warna merah, tapi sekarang kayaknya tidak lagi, bisa jadi banyak yang tidak tau kalau ini kawasan HCV.” Tegas Atok.

     

 

Selang tak berapa lama Atok menjelaskan soal kawasan HCV disini, penampakan tak lajim terlihat didepan mata. Entah darimana datangnya, tiba-tiba seekor biawak berukuran tak biasa menatap tajam kearah Tim Supranatural.

 

 

Atok yang sedari tadi duduk bersila diatas sajadahnya terlihat tenang dan menyalakan rokok gudang garam merah yang sedari tadi dikantongi-nya. Sambil menatap kearah Biawak berukuran dua papan lebar itu, Atok tampak sedang melakukan komunikasi.

 

Seperti seorang jagoan yang siap menghadapi siapa saja, Biawak besar tersebut sama sekali tak menghiraukan suara salah seorang anggota Tim yang menghalau nya. “ Sudah biarkan saja, kata Atok seakan mengerti dengan mahluk tersebut.

 

 

“ Ini pesan alam, kita disambut oleh alam. Beginilah cara alam menyampaikan pesanya, jadi ini sebuah petunjuk dari allah melalui alam ini, artinya kita sudah berada ditempat yang benar, dan disinilah ketiga anak yang kita cari itu berada, “ tegas Atok.

 

 

Baru saja Atok menyelesaikan kalimatnya, dari balik semak rawa-rawa terdengar suara kura-kura bersahutan seperti mengaminkan kalimat tersebut. Mari kita bacakan Surat Al-Kahfi ayat-1 sampai 10 sebanyak 10 kali berulang-ulang ,dilanjutkan dengan  Surat Al Ihklas sebanyak 10 kali, Surat An nas 10 kali dan Surat Al-Falaq 10 kali.

 

Tanpa diminta dua kali, Tim langsung melafazkan surat-surat yang disebutkan Atok. Mendekati waktu Sholat Ashar, petunjuk pun didapat oleh Tim. Biawak yang tadi tampak seperti mengawasi Tim, hilang entah kemana. “ Subhanallah,alhamdulilah..allahhu akbar,.petunjuk itu telah disampaikan,apa yang dihajatkan insya allah akan terwujud,

 

“ Kondisi ketiga anak-anak tersebut semuanya baik-baik saja, mereka dalam keadaan sehat, dan mereka sedang bermain-main disitu, tapi mereka dijaga oleh makluk dari bangsa Jin tersebut. Kita boleh mengambil photo mereka tapi cuma tiga kali petik (photo-red),” ujar Atok.

 

 

Salah seorang anggota Tim yang ditugasi mengambil photo melalui kamera hand phonenya tampak seperti orang yang hendak pingsan. Tubuhnya kaku seperti sulit untuk digerakkan. “ Tanganku seperti bergerak sendiri  kayaknya ada yang mengerakkan,katanya.

 

Entah siapa yang mengambil gambar tersebut, yang pasti hanya ada tiga buah hasil jepretan di hand phone anggota Tim. Setelah gambar-gambar tersebut diamati oleh Tim, jelas terlihat ketiga anak itu bermain disuatu tempat.

 

 

Dan mohon maaf, kami tidak bisa mempublis gambar tersebut karena hal tersebut atas permintaan penguasa gaibnya dan kesepakatan. Bagi yang ingin membuktikan atau pembuktian, Tim Supranatural Metrolangkat siap memperlihatkanya, tapi tidak secara umum.

 

 

“ Kita tak mau dituding pendusta atau mengarang cerita soal gaib ini nantinya,makanya kita simpan dokumentasi gambar tersebut. Bila ditanya kenapa tidak bisa mengambil ketiga anak tersebut,? Kita memang tidak boleh memaksanya,sebab gaib itu sendiri nanti yang akan menyerahkan ketiga anak tersebut bila tiba masanya.

 

 

“ Jadi bila digunakan cara-cara pemaksaan untuk mengambil anak-anak tersebut, gaib itu akan berontak. Mereka bisa saja membawa pergi jauh anak-anak tersebut, bahkan tak terlihat sama sekali seperti yang terjadi belakangan ini.  

 

 

“ Kita bukan paranormal atau orang pintar yang punya kesaktian, kita hanya memohon ridho kepada Allah mohon pertolongan dan lindungan darinya. Kalau Allah berkehendak tidak ada yang mustahil. Begitu juga dengan semua ini, bukan kita yang hebat, tapi Allah.   

              

 

Jadi kalau boleh saya sarankan, marilah kita semua sepakat untuk tidak lagi mengunakan cara-cara yang musrik dilokasi itu. Jangan ada lagi sesajen atau ritual-ritual aneh yang dilarang agama. Kalaupun terus dilakukan, yang ada hanya kesesatan.

 

 

Sebab gaib yang masuk atau diajak berkomunikasi oleh siapapun bukanlah mahluk gaib yang sebenarnya melainkan mahluk gaib pendatang yang memanfaatkan situasi karena banyaknya persembahan sesajen atau ritual dilokasi.

 

 

Bila lokasi telah bersih dari ritual-ritual aneh tersebut dan kawasan itu kembali tenang seperti semula, dengan ijin allah saya dan Tim siap menjemput anak-anak tersebut membawanya kembali.  Saya terpangil dari awal membantu bukan mau mencari keuntungan pribadi atau mengharapkan imbalan, bukan mau pamer ilmu, atau biar dibilang sakti, demi allah bukan.

 

Tapi sejak Tim Supranatural Metrolangkat ini melakukan penelusuran gaib, penguasa alam gaibnya terus memberikan sinyal atau pesan kepada saya dan Tim. Bahkan, apa yang kita lakukan hari ini bagian dari permintaan bangsa gain itu sendiri.” Ujar Atok.

 

 

Untuk itu sekali lagi saya tekankan, kalau mau anak-anak tersebut segera kembali, lakukan seperti apa yang saya sampaikan tadi. Jangan ada lagi ritual atau prilaku aneh-aneh dilokasi. Karena mereka (Bangs jin-red) yang menghuni tempat ini sangat benci dengan ritual seperti itu.” Tegas Atok.

 

 

Mahluk gaib dari bangsa apa saja sebenarnya yang mendiami lokasi hilangnya anak-anak tersebut. Semuanya akan kami tuliskan dalam beritanya selanjutnya.(Bersambung)