Iklan

Rabu, 11 November 2020, 17.37.00 WIB
Last Updated 2020-11-11T10:37:28Z
Berita Hari Ini

Presidium KPP-KTA Desak Pemkab Langkat Benahi Kota Brandan

Berita Viral

Teks foto: Para pedagang yang berjualan di ruas Jalan Wahidin dan Jalan Sudirman


Stabat-Metrolangkat-binjai.com


Kian semrawutnya Kota Brandan membuat beberapa elemen masyarakat disana merasa risih. Warga meminta agar Pemkab Langkat untuk segera mengambil sikap agar 'wajah' Kota Minyak tersebut bisa tertata rapi, tertib dan asri sesuai dengan harapan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Presidium Komite Percepatan Pembangunan Kabupaten Teluk Aru (KPPKTA) Adhan Nur SE (60) di Stabat, Rabu (11/11) sekira jam 16.00 WIB. "Pemkab Langkat harus mengambil sikap. Hingga saat ini, masalah sampah yang menumpuk belum juga bisa diatasi dengan baik," ketusnya.


Tak hanya sampah, kata Adhan Nur, masalah kemacetan lalu lintas di Jalan Wahidin dan Jalan Sudirman yang disebabkan oleh menjamurnya para pedagang 'liar' di sepanjang jalan tersebut juga sudah dirasakan masyarakat Brandan selama bertahun-tahun. 



"Sudah ada disediakan tempat untuk para pedagang untuk berjualan. Tapi sampai saat ini, pedagang malah makin menjamur dan memadati ruas jalan itu. Pemerintah Kecamatan seolah tutup mata dan gak mau peduli denga kondisi ini," lanjutnya.


Adhan Nur berharap, agar Pemkab Langkat untuk segera merelokasi para pedagang yang berjualan untuk pindah ke tempat yang sudah disediakan. "Kalau dibiarkan, Kota Brandan akan semakin semrawut dan masyarakat semakin merasa tidak nyaman," pungkasnya.


Hal senada juga disampaikan Harisyah (63), yang merasa risih dengan sampah yang berserakan. "Kota Brandan jadi terkesan kumuh karena masalah sampah. Pihak terkait harus segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah tersebut. Kan kita juga yang malu kalau kota kita terlihat kotor dan kumuh," ketus Harisyah.


Sementara, seorang warga Brandan lainnya yang mengaku bernama Ibnu Hajar (62) meminta agar pihak terkait untuk segera menertibkan para pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya. "Badan jalan umum bukan tempat untuk berjualan. Jadi, kami berharap agar bisa ditertibkan, supaya wajah Kota Brandan bisa kembali asri," pungkasnya. (Ah/Zar)