Iklan

Rabu, 04 November 2020, 14.18.00 WIB
Last Updated 2020-11-04T07:18:07Z
Anak Negeri

Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura Kecam Pernyataan Presiden Perancis

Berita Viral


Langkat-Metrolangkat.com


Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura, mengecam pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron, yang sebelumnya mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang sedang mengalami krisis.


Tidak hanya itu, sikap Presiden Perancis semakin membuat para Mahasiswa ini kesal setelah ia (Presiden Perancis-red) mendukung dipublikasikannya Karikatur Nabi Muhammad SAW, dengan alasan menjunjung tinggi kebebasan berekspresi. 


"Ini sangat menyakiti hati umat muslim tentunya,"  ungkap Riza Ansyari, Ketua Umum Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Masa Khidmat 2019-2020, Selasa (3/11).


Ia menuturkan, Presiden Perancis telah mencederai kehormatan dan kesucian serta kesakralan nilai-nilai Islami.


"Seharusnya kita harus saling menghormati dan menghargai keyakinan masing masing. Islam memiliki ajaran yang melarang untuk menggambar Nabi Muhammad SAW dalam bentuk apapun," ujar Riza Ansyari dengan nada kesal.


Tidak hanya itu, Menurut Riza Ansyari, apa yang telah disampaikan oleh Presiden Perancis merupakan pelecehan kepada Pemimpin yang kita cintai, kita sayangi serta kita rindukan. "Sebab nabi Besar Muhammad SAW adalah kekasih Allah," tegasnya.


Untuk itu, lanjutnya, kami selaku Mahasiswa, menuntut keras penghinaan ini agar di tindak tegas.


"Pemerintah Indonesia harus mengambil sikap tegas. Sungguh ini sangat menyakiti hati umat muslim. Kami juga meminta agar Presiden Prancis Emmanuel Macron, meminta maaf dan menarik perkataannya yang telah mencederai hati seluruh umat atas apa yang telah di sampaikannya demi perdamaian dunia," bebernya.


Sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa STAI JM Tanjung Pura, Riza Ansyari mengapresiasi langkah langkah yang telah di lakukan oleh Pemerintah Indonesia, yang sudah mengecam keras pernyataan Presiden Perancis tersebut.


"Kita berharap seluruh Ummat beragama saling menghargai dan menghormati agama lain. Tidak boleh menyinggung kepercayaan dan keyakinan manapun. Mari kita saling menghargai, hidup rukun dan damai di tengah Pandemi Covid-19 sekarang ini," tutupnya. (Red)