Iklan

Minggu, 15 November 2020, 20.45.00 WIB
Last Updated 2020-11-15T13:45:00Z
Supranatural

Soal Ke 3 Anak Yang Hilang Di Salapian Begini Kata Mbah Karjo Paranormal Asal Banyu Asin

Berita Viral
Mbah Karjo Paranormal asal Banyu Asin yang melakukan terawangan gaib pasca hilangnya 3 anak Dusun Pulka-Salapian.


Langkat-Metrolangkat-binjai.com

 

Memasuki minggu keempat, jejak Yogi (7) Nizam (7)dan Zahra (7) belum juga ditemukan. Tanda-tanda dimana mereka beradapun belum terendus. Meskipun begitu, pencarian demi pencarian tetap dilakukan.

Hanya saja, pencarian tak segencar kemarin-kemarin. Apalagi, saat sekarang ini lokasi Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian,itu telahpun ditutup untuk umum.

Dusun ditutup untuk para pendatang yang ingin melakukan kegiatan supranatural atau ritual. Tanda larangan dipintu masuk jelas dituliskan. Hal ini jugalah yang membuat Dusun ini kini sepi dari kunjungan orang laur.

Rasa penasaran benar-benar menghantui masyarakat. Pasalnya tak seorangpun yang bisa menemukan jejak ketiga bocah malang tersebut. Lalu, upaya apalagi yang harus dilakukan.?

 

Begini kata Fahmiwilainsayh atau dikenal Mbah Karjo, seorang paranormal muda asal Desa Suka Maju, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Banyu Asin. 


Sosok mahluk gaib yang digambarkan secara spiritual oleh Mbah Karjo


Merasa prihatin akan peristiwa ini, Mbah Karjo yang menghubungi Metrolangkat-binjai.com mengatakan, kalau ketiga anak-anak tersebut berada dialam Ghaib.

“ Begini ya mas, saya prihatin sekali dengan kabar ini, saya membaca beritanya belakangan ini, jadi saya berniat ingin membantu keluarga korban. Siapa tau saran saya ini didengar. “ Ujarnya kepada wartawan media ini melalui sambungan seluler Minggu (15/11).

“ Saya selalu dibayang-bayangi peristiwa itu, sambungnya lagi. Jadi menurut pandangan spiritual Mbah Karo, ketiga anak tersebut berada disebuah gudang tua. Ciri-ciri gudang itu diselimuti semak-semak dan atap gudang sudah banyak yang mengelupas.

 

Disebelah gudung itu ada becekan lumpur dan dibelakangnya ada semacam pohon sawit. “ Terawang Mbah Karjo.Nah, ditempat inilah ketiga anak-anak tersebut disekap oleh mahluk gaib sebangsa Jin.

Kalau saya tidak salah, itu sebuah gorong-gorong atau saluran irigasi. Sudah lama tidak dipakai atau terbengkai irigasinya. Tempat ini kumuh, kalau mau bertemu atau ingin berkomunikasi dengan mahluk ghaibnya, pada malam bulan purnama mahluk itu akan muncul.

Ingat jangan mengunakan ritual apapun, karena mahluk tersebut tidak suka cara-cara musyrik.

 

Jadi, mahluk itu akan mengembalikan anak tersebut kepada orang yang rendah hati artinya meski orang itu memiliki ilmu tinggi tetap rendah hati, kalau dengan cara sok jago, pamer ilmu, saya pastikan tidak akan berhasil.” Ucap Mbah Karjo.

 

Lebih lanjut sambung Mbah Karjo, lakukanlah negosiasi dengan mahluk itu, artinya datang dengan beritika, bukan maksudnya negosiasi memberikan tumbal atau sesajen kepada mahluk itu, bukan. Begitu.” Ketusnya.(yong)