Iklan

Rabu, 18 November 2020, 22.18.00 WIB
Last Updated 2020-11-18T15:18:55Z
Berita Hari Ini

Tak pulang Makan Siang, Pencari Udang Ini Ditemukan Terapung Dipusaran Air

Berita Viral

Jasat alm Hariadi yang ditemukan sudah tak bernyawa diareal pusaran air saat menjala udang dan ikan


 Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Hariadi (47) warga Dusun I Sei Tiram, Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, ditemukan terapung dipinggir Paluh (Pusaran air) dengan kondisi sudah tidak bernyawa, Selasa (17/11) malam, sekira Pukul 21.00 Wib.


Sebelumnya, Pria yang berprofesi sebagai pencari ikan (penjala) Udang dan Ikan itu dikabarkan sempat menghilang. Akhirnya, sekitar Delapan jam kemudian, Korban ditemukan oleh warga sekitar dipinggir Paluh dengan posisi tangan kanan terikat tali jala miliknya dan sudah tidak bernyawa lagi.


Informasi yang berhasil dirangkum, sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Korban berangkat ke Paluh untuk mencari Udang dan Ikan dengan cara menjala, yang merupakan profesi pria paruh baya tersebut.


Suhendra, yang merupakan putra Korban menjelaskan, seperti biasa, orangtuanya setiap pagi selalu berangkat mengais rejeki dengan menjala Udang dan lkan. 


"Pada Siang hari biasanya bapak sudah kembali kerumah untuk makan siang," ungkap Suhendra.


Namun, sampai pada pukul 13.00 Wib, korban belum kembali kerumah. Karena orangtuanya belum juga kembali, Suhendra dan beberapa warga setempat langsung melakukan pencarian di sekitar Paluh tempat biasanya korban menjala Udang dan lkan. 


Takdir berkata lain. Sebab, pada saat melakukan pencarian, air laut sedang pasang dan sulit menemukan korban, sehingga mereka kembali kerumah masing masing.


Selang beberapa jam kemudian, pencarian pun dilanjutkan. Akhirnya warga menemukan Topi, Rokok dan Mancis di dalam plastik yang tersangkut di pohon Bakau yang merupakan miilik Korban.


Akhirnya, sekitar Delapan jam pasca hilangnya Korban dan kondisi air laut sudah surut, warga dan anak korban berhasil menemukan jasad Korban dalam keadaan terapung dengan kondisi sudah tak bernyawa. Saat itu posisi tangan kanan terikat tali jala.


Menurut keterangan beberapa kerabatnya, selama ini Korban juga mengidap penyakit Lambung. Saat akan di Outopsi, keluarga korbanpun menolak.


Kepala Desa (Kades) Sei Meran, MT Tarigan, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (18/11) terkait warga yang ditemukan sudah tak bernyawa dipinggir Paluh mengakui jika Korban merupakan warganya.


"Korban memang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti darah tinggi dan jantung, mungkin karena kelelahan atau penyakit itu penyebabnya," ucap Kades.


Sebagai Kades, MT Tarigan juga mengatakan, Korban meninggalkan 6 orang anak, dan selama ini tidak memiliki pekerjaaan tetap.


"Sehari hari korban kerjaanya mocok mocok, sebab bukan nelayan. Makanya pergi menjala Udang dan Ikan hanya dipinggiran Paluh tanpa menggunakan Sampan," demikian ungkap MT Tarigan. (put)