Iklan

Rabu, 04 November 2020, 00.02.00 WIB
Last Updated 2020-11-03T17:06:51Z
Supranatural

Telisik Mistis Lokasi Hilangnya 3 Anak Di Salapian : Kawasan HCV Diusik, Siluman Ular, Mahluk Bunian & Jin Raksasa Buat Perhitungan...

Berita Viral

 

Koloni lelembut yang mendiami kawasan HCV Murka tempat mereka diusik.(photo ilustrasi)


Liputan : Tim Supranatural Metrolangkat.com

 

 

Allah Swt telah memerintahkan hambanya untuk beriman kepada-Nya dan kepada mahluk-mahluk-Nya yang lain. Salah satunya kepada hal yang tidak bisa manusia lihat (ghaib). Lalu, apakah keimanan kepada ghaib itu merupakan asas untuk memeluk agama..?

 

 

Jawabnya Ya. Salah satu asas memeluk agama ialah beriman kepada yang ghaib, karena hal itu merupakan salah satu rukun iman sebagaimana Allah swt berfirman dalam Al-Quran (Surah Al-Baqarah:2-3),

 

 

Bercerita tentang alam lain atau ghaib,memang tidak akan pernah ada habisnya. Dan didalam ajaran agama Islam sendiri kita diwajibkan untuk mempercayai ghaib.

 

 

Lokasi hilangnya ketiga anak dikawasan paret yang baru dibeko.


Disela pencarian tiga anak yang hilang secara misterius di kawasan Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, banyak sekali pengalaman mistis atau ghaib yang dialami Tim Supranatural Metrolangkat.com.

 

 

Pada awalnya Tim Supranatural sepakat untuk tidak membeberkan soal mahluk-mahluk gaib yang menghuni kawasan special ini. 


Sebab, mengulas terlalu jauh kehidupan alam ghaib menguras banyak energy. Namun, kesulitan untuk menjemput kembali ketiga anak yang diduga dibawa mahluk ghaib dikawasan tersebut, membuat Tim Supranatural sepakat membeberkan tentang penghuni ghaibnya.


Sebab, semua ini ada benang merah-Nya.  Sekedar mengingatkan, kawasan ini merupakan kawasan HCV (High Konservation Value). Mungkin sebagian orang tua  atau masyakat disana mengetahui hal tersebut, dan besar kemungkinan banyak orang juga  yang tidak mengetahuinya.


Sejak jaman Belanda dulu, tempat ini sudah dinobatkan sebagai kawasan HCV itu adalah sebuah kawasan yang memiliki nilai konservasi Tinggi. 


Telaga Asri Pulka yang begitu memesona mata


Artinya, nilai-nilai yang terkandung didalam sebuah kawasan baik itu lingkungan, maupun social, seperti habitat satwa liar,daerah perlindungan resapan air atau situs arkeologi (Kebudayaan) dimana nilai-nilai tersebut diperhitungan sebagai nilai yang sangat signifikan.

 

 

Jadi kawasan HCV ini sebuah kawasan yang sangat dilindungi karena memiliki nilai yang sangat tinggi. Jadi semua yang hidup ditempat ini dilindungi, baik tumbuhan,hewan, tanah maupun rumputnya.  Bahasa tegasnya kawasan HCV tempat  larangan.

 

 

Dan ditetapkanya kawasan itu menjadi HCV karena ada alasan yang mendasar.  Salah satunya karena tingginya mistis ditempat ini.  Untuk tidak menimbulkan ketakutan dimasyarakat, maka tempat tersebut dinamakan HCV kala itu bukan kawasan angker meski penuh misteri.  

 

 

Sebagai tanda batas kawasan HCV, pohon-pohon disini ditandai dengan cat warna merah, tapi sekarang kayaknya tidak lagi, “ ungkap Atok yang pernah melakukan pengecatan pohon-pohon ditempat itu.  Jadi jauh sebelum adanya Kolam Pulka, kawasan HCV memang telah disakralkan.

 

 

Dan belakangan, sekitar tahun1981-82, oleh Pemerintah dibangunlah sebuah waduk penampungan air untuk selanjutnya dijadikan irigasi mengairi persawahan masyarakat sekitar.

 

Waduk itulah yang dinamakan Kolam Pulka. Sayangnya, karena harga padi murah dan harga getah (karet) lebih malah, warga sekitar lebih memilih bertani karet ketimbang padi.” Ungkap Kades Naman Jahe, Jumaan beberapa waktu lalu.

 

 

Ahirnya, irigasi yang telah dibangun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya hingga sekarang. Oleh pemerintah Kecamatan tempat ini sempat digagas menjadi kawasan wisata.  Entah apa yang menjadi kendalanya, rencana itupun tak terwujud.

 

 

“ Waktu itu saya yang menjadi camat disana (Kec Salapian-red),  memang tempat itu sempat akan dijadikan lokasi wisata, makanya dilokasi sudah ada bebek air, atau mainan bebek dayung,” ujar Sutrisuanto kepada Metrolangkat, Selasa (4/11) sedikit bercerita tentang Kolam Pulka.

 

Selain itu, masyarakat sekitar juga memanfaatkan lokasi kolam yang luasnya berkisar 7 Hektar lebih tersebut memelihara ikan keramba. Tapi, kabarnya tidak ada yang berhasil atau menghasilkan.” Beber Sutrisuanto. Soal mistis disana, Sutrisuanto mengaku tidak mengetahuinya.

 

Lalu, mahluk gaib dari bangsa apa sajakah yang mendiami tempat ini..? Begini kata Atok yang merupakan Pimpinan Tim Supranatural Metrolangkat.com. Kalau kita cerita mahluk gaib apa saja yang mendiami tempat itu, yang pasti tidak dari satu golongan saja, “ Ujar Atok.


Lanjut Atok lagi, dari pandangan ghaib, disini ada sebuah pulau yang dinamakan Pulau Ular. Pulau ular adalah salah satu dimensi dunia ghaib,yang ada diwilayah kolam Pulka.


Pulau ular itu sendiri termasuk alur  yang menjorok dengan tinggi sepanjang seratus meter kurang lebih,dari gerbang palang kembar menuju kedalam alurnya kolam Pulka,  dengan lebar badan alur sebesar 200 meter menjorok kearah titik tengah danau yang sering disebut masyarakat dengan Pulau Ular.

 

Pulau ular itu sendiri banyak mengisahkan misteri didalamnya. Seperti munculnya sosok-sosok ular yang sebenarnya merupakan siluman dari bangsa jin didaerah itu. Terkadang mereka sengaja mengabarkan keberadaan mereka sebagai bentuk pengakuan kalau mereka lah lelembut ditempat itu.

 

Kadang silumanya tidak hanya berwujud ular. Ada juga berwujud binatang melata lainya. Seperti biawak, kura-kura atau binatang lainya.  Dan hal ini sudah kita kabarkan beberapa waktu lalu dimana saat melakukan pencarian disekitar lokasi hilangnya anak itu,tim kita disambut seekor biawak berukuran tidak lajim.

 

Biawak itu bukanlah biawak pada umumnya. Kalau dilihat sepintas, memang biawak (sejenis komodo-red), tapi kalau diteropong melalui mata bathin maka akan terlihat kalau itu adalah perwujudtan sosok siluman.  Memang mahluk-mahluk ditempat ini tidak menganggu sepanjang tidak diusik.

 

Nah, lokasi para siluman dan mahluk lelembut lainya ini, masih dikawasan HCV tepatnya di Divisi-1 Kebun Tanjung Keliling, PT LNK (Langkat Nusantara Kepong) yang luasnya mencapai 10 hektar lebih. Kembali ke Pulau ular, kenapa disebut Pulau ular, karena tempat ini dihuni sekelompok siluman dari bangsa ular.

 

Dikawasan ini juga ada Koloni lelembut lainya, yang posisinya masih disekitar HCV atau disekitar kolam Pulka. Mahluk gaib ini dari bangsa bunian (Umang-red) yang tingal sudah sejak lama mendiami lokasi tersebut.

 

Rumah atau kerajaan Umangnya berada persis didekat air terjun.  Sementara diatas air terjun tersebut terdapat sebuah makam (kuburan) yang dikramatkan. Ya makam seorang tokoh masyarakat setempat yang begitu dihormati.

 

Namanya Mbah Koteng, Semasa hidupnya, Mbah Koteng sangat disenangi dan dihormati karena kebaikanya. Selain itu, Mbah Koteng dikenal memiliki ilmu kebathinan pilih tanding. Diantara Siluman ular, dan Mahluk Bunian (Umang-red) tadi, ada juga bangsa Jin yang mendiami tempat ini.

 

Bangsa Jin bertubuh besar seperti raksasa dengan mata merah menyala dan mulut mengeluarkan taring ini juga telah lama mendiami kawasan tersebut.  Karena tingginya energy gaib ditempat ini membuat kawasan ini begitu terjaga dan mereka membungkus daerah ini dengan kabut ghaibnya.

 

Hal itu terbukti dengan peristiwa ini. Meski ada ratusan paranormal yang datang dengan kepintaran ilmu masing-masing, tapi boleh dikatakan semuanya mengalami kegagalan. Memang banyak pelajaran atau hikmah yang bisa kita petik dari tragedi ini.

 

Diantaranya, kalau Allah sudah berkehendak tak ada satu manusiapun yang berdaya menahanya atau menolaknya. Dan kita jangan lupa kalau semua yang terjadi ini merupakan kehendak Allah Swt. Jadi hanya Allah –lah yang maha kuasa dan bisa membantu menjawab teka teki ini.


Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan pertolonganya mengembalikan ketiga anak tersebut dalam kondisi sehat dan selamat kepada orang tuanya. “ Ami yarabbal alamin,,”kata Atok.  

 

Jadi kalau kita cerita Ghaibnya kenapa para mahluk dari berbagai koloni tersebut senang mendiami tempat ini, jawabnya karena tempat ini terjaga. Dengan ditetapkanya kawasan itu sebagai HCV alamnyapun terjaga dari dahulu.  Tetapi, ketika kawasan HCV tersebut diusik dengan membekonya, mereka (Ghaib) nya langsung bereaksi hingga berakibat seperti ini.

 

Boleh percaya boleh tidak “ Wallahu a’lam bish- Shawabi…. (bersambung)