Iklan

Minggu, 06 Desember 2020, 21.23.00 WIB
Last Updated 2020-12-06T14:40:20Z
Jeritan Hati

Dia Anak Kesayanganku,Dimana Kau Nizam… Bang Nizam Pulanglah, Nizi Beliin Peci Untukmu….

Berita Viral

 

Darni ibunda Nizam yang tak henti-hentinya menangis bila terkenang sang Putra.(Yong)

 

Salapian-Metrolangkat-binjai.com

Suasana di Dusun Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, tampak tenang. Warga menjalankan aktifitasnya seperti biasa.

 

Tidak seperti beberapa minggu lalu dimana ada jibunan masyarakat yang memadati tempat ini.

 

Namun, tatapan penuh tanya tampak jelas diwajah warga setempat saat melihat orang asing masuk ke Dusun mereka. Meski begitu, warga setempat sangat ramah terhadap pendatang.

 

Itu yang dirasakan wartawan Metrolangkat-binjai.com ketika kembali bertandang ke Dusun ini, Sabtu (5/12) kemarin.

 

Waktu itu,menunjukkan pukul 15,00 Wib, saat Metrolangkat-binjai.com bertemu dengan Darni ibu Nizam Auvar (7) salah seorang anak yang hilang sejak 18 Oktober 2020 lalu.

 

Dengan ramahnya wanita berhijab merah hati inipun mempersilahkan wartawan duduk.

 

Saat ditemui, Darni sedang tidak berada dirumah, melainkan dirumah salah seorang kerabatnya diujung Dusun. Kira-kira ada apa ya pak,? Tanyanya dengan sekenanya.

 

Begitu memperkenalkan diri dan maksud kedatangan wartawan anda, setenggah mengangguk ibu dua anak inipun mengerti.

 

“ Saya ini benar-benar diuji sama Allah,dan ujian yang saya terima begitu beratnya,bayangkan saja, dalam waktu satu tahun saya kehilangan orang-orang yang aku kasihi sebanyak lima orang, yang terahir anakku ini, NIzam.” Ketusnya tanpa menyadari matanya mulai berkaca-kaca.

 

“ Ya Allah anakku,katanya sambil mengigit bibirnya seakan menahan pilu yang begitu dalam. Nizam itu anak kesayanganku pak, dia itu sayang kali sama mamaknya, tidak pernah melawan dan suka membantu mamaknya.

 

Makanya aku kesal kali,kenapalah ngak kujemput dia waktu itu,coba kalau kujemput mungkin tidak seperti ini jadinya, ujar ibu Darni sambil menyela bulir air matanya yang mulai mengalir.

 

Waktu itu, atau pagi itu dia (Nizam-red) bermanja-manja sama aku, kepalaku dipijit sama dia, memang dia suka kali memijit-mijit kepala mamaknya.

 

Waktu dia lagi mijit kepala mamaknya, tiba-tiba Nizam dipangil sama Yogi. Yogi mengajak main-main, bersama Yogi ada Zahra dan kawan-kawanya yang lain.

 

Anak-anak itu berlari menuju beko (alat berat-red) exskavator yang tenggah bekerja. Itulah terahir kali aku melihat anakku,” Ungkap Darni.

 

Tak ada firasat buruk apapun ketika itu yang dirasakan Darni. Namun, menjelang tenggah hari, Ia menyuruh anaknya Nizi (5) adik Nizam untuk menjemput kakaknya dilokasi anak-anak itu bermain.

 

Saat tiba dilokasi galian beko, Nizi tak menemukan sang abang. Nizi sempat bertanya juga dengan teman-teman seusia sang kakak,tapi tak satupun yang melihat keberadaan Nizam waktu itu. NIzi kemudian pulang kerumah dan melaporkan hal tersebut kepada sang ibu.

 

“ Pulang-pulang kerumah Nizi bilang abangnya hilang, saya sempat tersenyum simpul waktu itu, masak abangmu hilang, saya bilang. Betul, abang ngak ada aku cariin kata NIzi lagi. Perasaan saya mulai tidak enak, sebab hari sudah siang, saya kepikiran si Nizam belum makan siang.

 

Lalu saya pergi mencari kelokasi anak-anak itu bermain, tapi tidak ada yang melihat dimana NIzam, ada seorang warga yang melihat NIzam, Yogi dan Zahra berada didekat Palang Kembar didekat perkebunan sawit, kemudian saya mencarinya kesana, tapi tidak ada.

 

Sampai menjelang sore Nizam, Yogi dan Zahra tidak ditemukan. Lalu, pada malam harinya warga disinipun heboh, banyak orang berdatangan melakukan pencarian, tapi mereka tidak ditemukan juga sampai sekarang ini.” Kenang Darni.

“Kadang yang membuat hati saya begitu sedih, adiknya Nizi mencari-cari kakaknya, memang biasanya setiap hari mereka berdua ini selalu bermain bersama, kadang main berantam-berantaman, main bola, main lumpur, jajan sama-sama, pokoknya selalu berdua.

 

 “ Kemarin NIzi ada belikan peci, katanya untuk Nizam, kalau Nizam pulang dia mau kasikan peci itu, kadang itulah yang membuat hati ini seperti teriris,sedih.

 

Hanya pada allah lah saya berserah diri, mungkin Allah punya rencana lain untuk keluarga kami, siang malam saya berdoa mohon anak saya segera  dipulangkan, dalam sholat malam saya, tak putus-putus saya memohon kepada Allah agar anak saya bisa cepat ditemukan dan berkumpul bersama lagi.” Lirih Darni.(yong)