Iklan

Selasa, 01 Desember 2020, 19.16.00 WIB
Last Updated 2020-12-01T12:16:49Z
Berita Terkini

Dana Tak Cair, Disdukcatpil Binjai Stop Pelayanan

Berita Viral

 

Selebaran pemberitahuan yang ditempel dibagian kantor Disdukcatpil Binjai. 

Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil( Disdukcapil) Kota Binjai, Selasa (1/12) Siang, memberhentikan semua bentuk pelayananan ke masyarakat.

 Adapun pelayanan yang dimaksud yaitu pembuatan KK, KTP dan KIA. Hal itu akibat dana pembayaran alat dan barang keperluan Dukcapil tidak dicairkan Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah ( BPKPAD) Kota Binjai.


Menurut Kadisdukcapil Kota Binjai, Tobertina, ia sangat kecewa, karena pembayaran pembelian peralatan dari Dana Alokasi Khusus tidak dicairkan.


"Semua pembelian e-Katalog, jadi tidak ada alasan harus pakai kontraktor. BPKPAD tidak mencairkan anggaran Dana Alokasi Khusus( DAK). Yang meherankan, Kepala BPKPAD bisa diperintah oleh bawahannya. Ini luar biasa,” ujar Tobertiba, dihadapan masyarakat dan awak media.


Akibat dari kejadian itu,  puluhan masyarakat yang menunggu penyelesaian KK, KTP di kantor Disdukcapil, Jalan Jambi, Kecamatan Binjai Selatan, merasa kecewa karena pelayanan Di kantor Catatan Sipil untuk sementara dihentikan sampai dana dikeluarkan.


Pantauan awak media dilokasi, beberapa warga masyarakat sangat kecewa, apalagi sudah menunggu setengah hari.


"Kami sudah menunggu sejak pagi, ternyata pelayanan ditutup," ujar  seorang warga, sembari menggendong anaknya.


Sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Binjai, Tobertina mengajak warga mendatangi kantor BPKPAD yang bersebelahan dengan kantor Disdukcapil  untuk meminta anggaran pembelian barang dibayarkan.


"Anggaran dana DAK Non fisik 2020, SP2D dari Kementerian Dirjendukcapil di Jakarta, sudah dikucurkan ke kas daerah kota Binjai dengan nomor SP2D : 200191301219308 tanggal 13 Oktober 2020. SPM, dan sudah ditertibkan 10 November 2020 dengan No. 0051/SPM/LS-BJ/Catpil/XI/2020 dan No. 0052/SPM/LS-BJ/Catpil/XI/2020.


"Kalau pembayaran tidak dilakukan, kami bisa kena pinalti. Bahkan tahun lalu jadi piutang,” ujar Tobertina.


Ia juga mengaku, pihaknya sudah bekerja keras melayani masyarakat sehingga ia memperoleh penghargaan sebagai Juara III pelayanan terbaik perekaman KTP, dan termasuk 25 daerah terbaik hasil perekaman setelah dikombinasikan antara data SIAK dan data KTP.


Di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Binjai, Tobertina juga memasang pengumuman dan menyatakan kepada warga kota Binjai yang ingin melakukan pelayanan administrasi kependudukan, silahkan datang ke Walikota Binjai, ajudan Walikota ( bapak Alwi). 


Sedangkan masalah penutupan pelayanan juga sudah dilaporkan kepada anggota DPRD Binjai.


"Kasus ini juga saya laporkan ke Dirjendukcapil secara langsung,” tegasnya.


Tobertina mengakui penutupan pelayanan itu sebenarnya sangat berat. Namun hal itu terpaksa ia lakukan agar tidak kena pinalti atau terjadi hal lain seperti tahun 2019.


"Kemana uangnya. Kenapa tidak dibayarkan  walau secara administrasi sudah diselesaikan," ungkap Tobertina dengan nada kesal. (Tra)