Iklan

Senin, 07 Desember 2020, 21.03.00 WIB
Last Updated 2020-12-07T14:03:43Z
Berita Hari Ini

Diduga Dibackingi Oknum Aparat, OTK Serobot Puluhan Hektar Lahan Warga

Berita Viral

Alat berat yang digunakan merusak lahan warga masyarakat.

Wampu-Metrolangkat-binjai.com

Puluhan hektar lahah kebun milik warga di Desa Paya Tusam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat 'diserobot' orang tak dikenal (OTK) dengan menggunakan tiga unit alat berat serta dibackingi beberapa orang aparat berpakaian loreng, (5/12) sekira jam 09.00 WIB.


Warga pemilik lahan sempat menghadang alat berat saat hendak melakukan perusakan di lahan yang selama ini mereka kelola. 

Namun, upaya warga tak membuahkan hasil. Pasalnya, dua dari empat orang aparat berpakaian loreng terus mengoperasikan alat berat untuk melakukan perusakan tanaman.


Akibatnya, seribuan batang tanaman sawit dan rambung yang berdiri diatas lahan seluas 40-an hektar dan sudah memasuki masa produktif, mengalami rusak parah dan tak bisa dipanen lagi.



"Lahan ini sudah puluhan tahun kami kelola dan kami juga punya sertifikat yang diterbitkan oleh BPN Kota Binjai," ungkap Hermon Ginting (62) Warga Dusun IV, Desa Gergas, Kecamatan Wampu, seraya menunjukkan SHMnya, Senin (7/12) sekira jam 17.45 WIB.


Yang paling disayangkan, kata Hermon, aparat berpakaian loreng tak seharusnya ikut dalam penyerobotan lahan tersebut. "Ngapain pula aparat ikut melakukan perusakan, bukankah tugas mereka melindungi masyarakat dari segala bentuk gangguan di negara ini," kesal Hermon.



Pria paruh baya ini meminta agar pihak terkait segera mengusut perbuatan yang sudah merugikan masyarakat. "Saya sudah buat laporan ke Polres Langkat. Saya minta agar Kapolres Langkat segera mengusut dan menangkap siapapun yang terlibat dalam peristiwa ini," pintanya.


Pada kesempatan yang sama, seorang warga yang bernama Frimsah Bahtera Artedi PA (31) sangat kecewa dengan perbuatan oknum aparat yang membackingi perbuayan OTK tersebut. 


"Tak seharusnya oknum aparat ikut serta melakukan perusakan. Kami pun gak tau siapa yang nyuruh mereka dan pihak mana yang berkepentingan dalam penyerobotan lahan yang sudah kami kelola selama 30-an tahun ini," beber Frimsah.


Saat diminta menunjukkan dokumen, kata Frimsah, tak satupun pihak penyerobot dapat menunjukkan bukti otentik kepemilikan lahan tersebut. "Gak ada satupun yang bisa memperlihatkan dokumen, kok malah main serobot aja. Negara ini kan punya aturan, jadi jagan sesuka hati mereka aja merusak lahan orang," lanjut Frimsah geram.


Rencananya, Frimsah akan melaporkan perbuatan oknum aparat tersebut ke Sub Denpom 1/5 -3 Pangkalan Brandan agar para oknum tersebut bisa diproses secara hukum. "Besok kami akan melaporkan masalah ini, agar kedepannya tak ada lagi oknum aparat yang bertindak sesuka hatinya melawan hukum," pungkasnya.


Terpisah, warga juga merasa resah dengan jalan desa yang rusak parah akibat dilalui alat berat saat melintas menuju lahan yang diserobot. "Sebelumnya, jalan ini nyaman saat dilintasi, sekarag jalan kami ini rusak parah dan sulit untuk dilintasi, apalagi saat membawa hasil panen," ungkap Susi (47) dengan nada kesal.


Warga berharap, agar pihak terkait segera memperbaiki infrastruktur jalan yang sudah rusak parah akibat dilalui tiga unit alat berat saat hendak melakukan penyerobotan lahan milik warga. (Tim)