Iklan

Kamis, 10 Desember 2020, 21.38.00 WIB
Last Updated 2020-12-10T14:38:27Z
Berita Terkini

Pelaku Usaha Bukit Lawang Minta Pemprovsu Tegas Soal Jalan

Berita Viral

Agus salah seorang pelaku usaha dibukit lawang

 Langkat - Metrolangkat-binjai.com


Para pelaku usaha yang berada di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, meminta kepada Pemerintah untuk serius menangani ruas jalan menuju lokasi wisata Bukit Lawang dan Batu Katak.


Hal itu terkait longsornya jalan lintas Bahorok - Bukit Lawang, tepatnya di daerah Paya Bedil, Kecamatan Bahorok, yang sudah terjadi hampir sepekan, disebabkan curah hujan yang tinggi dan Tonase Truk yang melebihi kafasitas sehingga menggerus lebih dari separuh badan jalan.


Adalah, Agus, salah seorang pelaku usaha yang berada di Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok. 


Menurutnya, sebagai orang yang mencari nafkah disekitar lokasi wisata yang sudah terkenal hingga ke Mancanegara ini, ia meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mengambil tindakan tegas bagi Truk yang muatannya melebihi Tonase yang telah ditetapkan.



"Kalau dari kami pelaku wisata, keluhan kami yaitu infrastruktur jalan. Kalau jalan yang ada di Paya Bedil longsor dan tidak bisa dilalui oleh Mobil, maka akan memutus pengunjung wisata yang datang ke daerah Bahorok, khususnya di Bukit Lawang dan Batu Katak. 


Karena jalan itu merupakan akses menuju lokasi wisata. Kalau pengunjung tidak ada, pastinya usaha kamipun akan sepi," ungkapnya, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (10/12).


Untuk itu, lanjut Irwansyah, ia dan rekan rekannya sesama pelaku usaha di Bukit Lawang dan Batu Katak, berharap adanya tindakan tegas dari Instansi terkait apabila ada truk yang membawa muatannya melebihi kapasitas.


"Artinya harus disesuaikan dengan ketahanan Aspal yang ada. Muatan yang melebihi tonase jangan dikasi lewat di jalan ini sebelum ada perbaikan dari Pemerintah Provinsi. Kalau dibiarkan, maka jalan yang longsor itu akan putus," ungkapnya dengan semangat.


Diberitakan sebelumnya, Diduga akibat curah hujan yang tinggi di daerah Langkat akhir akhir ini, Jalan lintas Bahorok-Bukit Lawang, tepatnya di daerah Paya Bedil, Kecamatan Bahorok, mengalami longsor.


Longsor yang sudah terjadi dalam beberapa hari ini, terlihat semakin parah sehingga lebih dari separuh badan jalan hilang. Untuk itu, bagi pengendara Kendaraan bermotor yang ingin melintas, diharapkan untuk berhati hati, agar tidak masuk kedalam badan jalan yang sudah ambrol.


Guna menghindari jatuhnya korban jiwa, akhirnya pelaksanaan Pengerjaan penimbunan jalan yang longsor dilaksanakan secara Swadaya oleh para Pengusaha setempat. 


Yakni, PT Thong Langkat Energi, Lonsum, PKS Langkat Hijau dan Pengusaha Pantai, serta masyarakat setempat.


Menurut Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun, pengerjaan yang juga menggunakan alat berat berupa Excavator, hingga malam hari ini masih tetap berlangsung. 


"Pengerjaan ini sudah kami lakukan selama beberapa hari. Kami juga sudah dua malam ini mendirikan Posko dan menginap di sekitar jalan yang ambrol. Hal itu untuk menghindari adanya korban," ungkap Dameka Putra Singarimbun, saat dikonfirmasi awak media, Senin (7/12) malam.


Tidak hanya itu, lanjut Dameka, hingga malam ini, pengerjaan jalan yang longsor/ambrol, masih terus berlangsung hingga selesai. Mengingat jalan yang longsor merupakan jalan utama menuju daerah Pariwisata "Bukit Lawang".


"Pengerjaan ini juga dikoordinir oleh Pihak Kecamatan. Sedangkan untuk pengamanannya dari Muspika setempat," beber Dameka.


Untuk itu, sebagai Camat di Bahorok, Dameka Putra Singarimbun mewakili masyarakat setempat serta Perusahaan yang ada di Kecamatan Bahorok, berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa secepatnya memperbaiki jalan yang longsor tersebut secara permanen.


"Pengerjaan yang kami lakukan ini murni dari Swadaya Pengusaha setempat. Untuk itu, kami berharap kepada Pemerintah Provinsi, melalui Dinas PUPR, agar segera memperbaikinya. 

Sebab ini merupakan jalan menuju lokasi Wisata Bukit Lawang yang sudah terkenal hingga ke Mancanegara," harap Dameka, saat dikonfirmasi awak media.


Mengingat jalan yang longsor tidak dapat dilalui oleh Kendaraan roda empat atau lebih, maka akses jalan menuju Destinasi wisata Bukit Lawang, terpaksa dialihkan.


"Untuk roda empat atau lebih, terpaksa dialihkan, karena jalan yang longsor ini tidak dapat dilalui. Pengalihan itu sendiri dari Simpang Pur menuju Simpang Pulau Rambung. Maksimal hanya 8 ton. Dari sini juga bisa tembus ke Marike, namun tonasenya harus dikurangi," beber Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun.


Disinggung apakah sebelum kejadian ini sudah pernah diusulkan ke Dinas PUPR Provsu terkait permasalahan jalan yang rawan longsor menuju Bukit Lawang, tepatnya di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun, mengakui sudah berulang kali menyuratinya.


"Sudah empat kali kami surati. Informasi terakhir yang kami terima, menurut mereka sudah dianggarkan pada tahun 2021, dan pada sekitar bulan Juni baru akan dilaksanakan pembangunannya," papar Dameka. 


Diketahui, guna memperbaiki jalan yang longsor, para Pengusaha setempat menyumbangkan berbagai material serta bantuan alat berat berupa Excavator. "Untuk material dan angkutannya, perusahaan Galian C juga ikut membantu," urainya.


Pantauan awak media hingga malam hari,  tampak beberapa perwakilan dari Pengusaha masih berada di lokasi. Seperti dari Galian C yang diwakili oleh Ajen, PKS Langkat Hijau, Manager PT Thong Langkat Energy, Herry Hendarko SE, Manager PT Lonsum, Lashot Sidabutar, Kades Perkebunan Turangie, Juliarso Surbakti, Kapolsek Bahorok, Iptu Pamilu Hutagaol beserta jajarannya, Koramil Bahorok.


"Walau hujan deras, kami akan terus melaksanakan pengerjaan ini," tegas Camat Bahorok, Dameka Putra Singarimbun, seraya menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Bahorok, agar tetap waspada terhadap Cuaca ekstrim dan curah hujan yang tinggi akhir akhir ini. (rul/red)