Iklan

Selasa, 15 Desember 2020, 14.39.00 WIB
Last Updated 2020-12-15T07:39:12Z
Berita Hari Ini

Puluhan Warga Kwala Begumit Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Tol Binjai - Langsa

Berita Viral

Warga melakukan orasi menuntut ganti rugi lahan proyek tol Binjai - Langsa

Kwala Begumit-Metrolangkat-binjai.com

Lahannya diduga digusur oleh kontraktor terkait proyek pembangunan jalan tol Binjai - Langsa, puluhan warga Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat melakukan orasi menuntut ganti rugi lahan mereka yang masuk dalam jalur pembangunan jalan tol, Selasa (15/12) sekira jam 12.00 WIB.


Menurut warga, hingga proses pembangunan jalan tol melintasi dan menggusur lahan mereka, kepastian terkait ganti rugi lahan tersebut belum juga menemukan titik terang alias belum mendapatkan kompensasi atas lahan yang sudah merekea kelola selama puluhan tahun.


Lahan seluas lebih kurang 2 hektare yang dikelola masyarakat tersebut berdasarkan SK Gubernur Sumatera Utara, yang dikeluarkan pada Tanun 1985 degan Nomor 592.125/L/III/1985 merupakan eks HGU PTPN II dan sudah memiliki pilar dari BPN Langkat tahun 2002.


Kadus VIII Sidorejo Musliadi (40) mengatakan, masyarakat hanya meminta kompensasi atas lahan mereka yang masuk dalam jalur proyek tol. "Kami bukan bermaksud menghambat pembangunan. Kami hanya meminta hak kami berupa ganti rugi lahan kami dari pihak PT HKI selaku penyelenggara proyek," ungkap Musliadi.



Selama ini, kata Musliadi, lahan yang digusur dengan dozer tersebut merupakan sumber pendapatan masyarakat untuk menghidupi keluarga mereka. "Kami minta agar lahan kami ini jangan didozer, sebelum ada kepastian terkait ganti rugi dari pihak kontraktor, pungkasnya.


Hal senada juga disampaikan warga Dusun VIII Sidorejo Sunarni (55) yang menuntut agar persoalan ganti rugi lahan tersebut dapat segera diselesaikan. Sunarni juga mendesak pihak terkait menghentikan aktifitas dozer di lahan mereka untuk sementara waktu.


"Kami hanya minta ganti rugi. Selama ini kami tanami palawija dan hasilnya kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi, tolonglah segera selesaikan masalah lahan kami ini," pungkas Sunarni kesal.


Terpisah, pihak Cabang PT HKI Seksi Binjai - Pangkalan Brandan Zona 1 Binjai - Stabat belum berhasil dikonfirmasi. "Pak Dedi sedang tidak ada di tempat. Yang bersangkutan tidak ada di ruangannya," ungkap security yang bertugas sembari meminta namanya untuk tidak disebutkan. (Ahmad)