Iklan

Kamis, 14 Januari 2021, 19.16.00 WIB
Last Updated 2021-01-14T12:16:46Z
Berita Terkini

Begini Fatwa MUI Soal Vaksin Covid-19

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang merupakan wadah musyawarah para Ulama Zu'ama dan Cendikiawan Muslim, akhirnya mengeluarkan "Fatwa" tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero).


Dari data yang diterima redaksi juga tertulis, Fatwa MUI dengan nomor : 02 tahun 2021 ini, memutuskan, menetapkan, Fatwa tentang produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero).


Terkaitnya adanya Fatwa MUI tersebut dibenarkan oleh Ketua MUI Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, Fatwa tersebut sudah melalui kajian yang serius dari para ahli.


"Benar, Fatwa tersebut sudah melalui kajian yang serius dan melalui Saintifik yang dilakukan  para ahli," ungkap HM Jamil, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan Whatsapp, Kamis (14/1) Sore.


Adapun para ahli yang dimaksud, menurut HM Jamil adalah ahli hukum Islam dan ahli dalam proses penelitian unsur yang terkandung di dalamnya. 


Saat ditanya apakah MUI Kota Binjai bersedia di Vaksin, hingga berita ini diturunkan, HM Jamil belum menjawabnya.


Diketahui, dalam Fatwa MUI tersebut memutuskan, menetapkan : Fatwa tentang produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero).


"Pertama : Ketentuan Umum.

Dalam Fatwa ini yang dimaksud dengan Vaksin Covid-19 adalah Vaksin Covid-19 yang di produksi oleh Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero) dengan nama produk yang didaftarkan sebanyak tiga nama, yaitu (1) CoronaVac, (2) Vaksin Covid-19, (3) Cov2Bio," demikian bagian tulisan dari Fatwa MUI tersebut.


Selanjutnya, Kedua : Ketentuan hukum.

1. Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero) hukumnya suci dan halal.

2. Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero) sebagai mana angka 1 boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.


Sedangkan, Ketiga : Ketentuan Penutup.

1. Fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

2. Agar setiap muslim dan pihak pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan Fatwa ini.


Fatwa MUI yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Januari 2021 tersebut, juga ditandatangani oleh Majelis Ulama Indonesia Komisi Fatwa, yang diketuai oleh Prof Dr H Hasanuddin AF.MA, dan Sekretaris Miftahul Huda Lc.


Tidak hanya itu, dalam Fatwa tersebut diketahui dan ditandatangani oleh  Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, yaitu Ketua Umum, KH Miftachul Akhyar, serta Srkretaris Jenderal, Dr H Amirsyah Tambunan. (tra*)