-->

Iklan

Begini Pandangan Ketua GNPF Soal Vaksinisasi Kedua

Jumat, 29 Januari 2021, 14.48.00 WIB Last Updated 2021-01-29T07:48:08Z

 

Ketua GNPF Abdul Sanni Fattah

Binjai - Metrolangkat-binjai.com

Vaksinasi Covid-19 untuk tahap kedua sudah dilakukan di Indonesia. Bahkan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, sudah melakukan penyuntikan Vaksin yang di Produksi oleh Sinovac Life Sciences Co.LTD. China dan PT Bio Farma (Persero) pada Rabu (27/1) lalu.


Berbeda dengan penyuntikan pertama, kali ini Jokowi memilih penyuntikan di sisi Barat halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.


Bersama Jokowi, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, hingga artis Raffi Ahmad, juga hadir dalam penyuntikan kedua tersebut.


Menurut sebagian warga, dengan dilakukannya penyuntikan yang kedua ini, tentunya menepis rumor dan membuktikan jika Vaksin Covid-19 aman untuk bagi tubuh.


Namun, tidak semua warga menyambut baik Vaksinasi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah. Menurutnya, Pemerintahan saat ini belum serius dalam menangani Coronavirus Disease 2019.


"Menurut Kami, dari awal Pemerintahan sekarang ini tidak serius, bahkan terkesan main main dalam penanganan Pandemi Covid-19. 

Sebab, Presiden Jokowi hanya sibuk memikirkan proyek Vaksinasi saja, sehingga timbul keresahan dan tanda tanya di masyarakat mengenai program Vaksinasi ini," ungkap Sanni Abdul Fattah, Jumat (29/1).


Tidak seriusnya Pemerintahan sekarang ini dalam menangani Covid-19 menurut Sanni Abdul Fattah, juga bisa dilihat dari persoalan pembayarannya, walaupun pada akhirnya digratiskan.


"Setelah Vaksin yang kedua ini, alangkah bagusnya jika Jokowi serius dalam memutus mata rantai Covid-19 ini. Kenapa saya katakan tidak serius, karena nyatanya orang orang yang terpapar Virus ini kita ketahui kabarnya semakin bertambah bertambah," urainya.


Bukti tidak seriusnya lagi Pemerintahan sekarang ini dalam menangani Covid-19 menurut Pria yang akrab disapa Ustadz Sanni ini adalah, ditengah mewabahnya Virus Covid-19, ternyata Viral dimana mana bahwa kembali masuk ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari Cina ke Indonesia melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.


"Mengapa terus terusan masuk Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Negara kita, dan nampaknya udah berulang kali. 

Belum lagi ternyata ditengah ketatnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, nyatanya viral di media sosial seorang Raffi Ahmad bersama Ahok malah mengadakan pesta hura hura yang tentunya melanggar Prokes. Apa mereka kebal hukum. Katanya mau memutus mata rantai Covid-19," ungkapnya penuh tanya.


Lebih lanjut dikatakan Ustadz Sanni, masih tetap beroperasinya Tempat Hiburan Malam seperti Diskotik ditengah mewabahnya Covid-19, hal ini tentunya membuktikan bahwa Presiden Jokowi selaku Kepala Negara, terkesan tutup mata.


"Lihatlah, nyatanya dimana mana THM seperti Diskotik, ramai dikunjungi oleh orang orang yang tidak mengindahkan Prokes sesuai himbauan Pemerintah," ujarnya.


"Hal yang kami lihat konyol adalah sebelum dilakukan Vaksinasi yang kedua ini, Presiden Jokowi malah membuat kerumunan saat membagikan bantuan ketika mengunjungi para pengungsi yang tertimpa bencana, bahkan itu dilakukannya seperti kebiasaannya, yaitu dari dalam mobilnya," sambungnya.


Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah juga membeberkan ketidakseriusan Pemerintahan Jokowi dalam menangani Coronavirus Disease 2019.


"Ditengah kesusahan rakyat dalam menghadapi Pandemi Covid-19, ternyata bantuan sosial untuk masyarakat miskin yang terdampak pandemi malah di korupsi secara besar besaran oleh orang orang di kubu Jokowi. Bahkan nilainya tidak tanggung tanggung," ucap Ustadz Sanni.


Pun begitu, Ustadz Sanni mendukung dengan masih diliburkannya para Pelajar untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang hingga kini masih dipertahankan. (tra) 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+