Iklan

Jumat, 08 Januari 2021, 15.41.00 WIB
Last Updated 2021-01-08T08:41:39Z
Berita Hari Ini

Kenaikan Harga Kacang Kedelai Di Binjai Tidak Terlalu

Berita Viral

 


Binjai - Metrolangkat-binjai.com


Harga bahan baku tempe yaitu berupa kacang Kedelai, akhir akhir ini mengalami kenaikan di pasaran. Akibatnya, beberapa Produsen makanan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lainnya ini, ikut menjerit.


Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kampung Tempe yang berada di Sunter, Jakarta Utara, beberapa Produsen tempe malah berencana turun ke Jalan sebagai respons terhadap melonjaknya harga kacang kedelai sebagai bahan baku.


Begitu juga di daerah lainnya, seperti di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Di Kota berjuluk Kota Rambutan ini, harga kacang Kedelai juga mengalami kenaikan.


Kenaikan harga kacang Kedelai di Kota Binjai di benarkan oleh Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disnaker Perindag Kota Binjai, P Simamora. Pria berdarah Batak ini juga tidak menampik adanya kelangkaan kacang Kedelai di pasaran.


"Memang ada kenaikan harga kacang kedelai di pasaran. Namun kenaikan itu secara Nasional. Kita dari Disperindag Kota Binjai juga sudah berkordinasi dengan Disperindag Provinsi Sumatera Utara," ucap P Simamora, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (8/1) Siang.


Ia juga mengakui, terkait kenaikan kacang Kedelai, memang tidak bisa ditahan. Sebab, hal itu merupakan Skala Nasional. "Karena memang kenaikan itu berasal dari Negara produsen kacang Kedelai, yaitu India," bebernya.


Untuk itu, lanjut P Simamora, selaku Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disnaker Perindag Kota Binjai, pihaknya saat ini terus berusaha agar bahan baku (kacang Kedelai) tidak langka di Pasaran.


"Khususnya di Kota Binjai, dan kita terus berkordinasi ke tingkat Provinsi. Kami juga sudah langsung turun ke bawah dan mendatangi beberapa Perusahaan importir yang ada di Mabar," ungkapnya, seraya terus berharap agar kacang Kedelai tidak langka di pasaran, sehingga pedagang dan konsumen tetap saling membutuhkan.


Pun begitu, lanjut P Simamora, untuk di Kota Binjai, kenaikan harga kacang Kedelai tidak begitu berpengaruh.


"Yang berpengaruh itu sepertinya di Pulau Jawa. Agar tidak terjadi hal yang sama, kita akan terus melakukan kordinasi ke Disperindag tingkat Provinsi dan pengecer," ujar P Simamora, sembari mengatakan, India, Amerika, Brazil dan Argentina, merupakan Negara paling besar sebagai produsen kacang Kedelai di Indonesia.


Diakhir pembicaraannya, ia menegaskan kepada para pedagang kacang Kedelai tingkat Pengecer, untuk tidak bermain main dengan harga yang berakibat merugikan konsumen.


"Kita dari Disperindag Kota Binjai akan terus mengawasi. Intinya sejauh ini yang bisa kita upayakan agar bahan baku ini tidak langka walau ada kenaikan yang tidak signifikan," tutupnya.


Diketahui, berdasarkan data dari Disnaker Perindag Kota Binjai, informasi harga pangan strategis pada hari Kamis (7/1) untuk kacang Kedelai eks Impor di bebeberapa pasar tradisional bervariasi. Di pasar Tavip, harga kacang Kedelai eks Impor perkilogramnya Rp 10.000. Sementara di Pasar Kebun Lada Rp 25.000. Sedangkan Pasar Brahrang Rp 26.000.


Sedangkan kacang Kedelai Lokal di Pasar Tavip seharga Rp 9.000/Kg. Di Pasar Kebun Lada Rp 20.000, sedangkan di Pasar Brahrang Rp 11.000. (tra)