-->

Iklan

Preman ini Diciduk, Warga Apresiasi Kinerja Polsek Tanjung Pura

Kamis, 21 Januari 2021, 12.34.00 WIB Last Updated 2021-01-21T05:34:09Z


Tersangka Jose Aristian dan barang bukti yang diamankan

Tanjung Pura-Metrolangkat-binjai.com

Warga Kecamatan Hinai dan Tanjung Pura kini merasa sedikit lega. Pasalnya, salah satu preman yang kerap meresahkan pengendara yang melintas di Jalan Lintas Medan- Banda Aceh di Desa Cempa, Kecamatan Hiani, Kabupaten Langkat ini sudah diciduk personil Polsek Tanjug Pura, Rabu (20/1) sekira jam 21.00 WIB.


Meskipun sempat berupaya melarikan diri, Jose Aristian (36) warga Jalan Bambu Runcing, Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura itu berhasil diamankan petugas kepolisian. Alhasil, preman kampung itupun diinapkan di Mapolsek Hinai.


Penangkapan Jose berawal saat Kanit Reskrim Polsek Tanjung Pura IPDA Andrias Suwito SH bersama anggotanya melakukan patroli antisipasi pungli bermodus yayasan pengangkutan di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, persisnya di ruas jalan Desa Cempa, Kecamatan Hinai.


Tak berselang lama, tim melihat mobil pickup yang sedang berhenti. "Keterangan supir, mereka merasa resah dengan aksi pungli yang sering terjadi di TKP dengan modus yayasan penagangkutan," ungkap Andrias via pesan tertulisnya, Kamis (21/1) siang.


Dari laporan itu, kata Andrias, personil kemudian melakukan penyamaran dengan menumpang mobil tersebut. "Pas di TKP, mobil distop oleh tersangka dan langsung meminta uang sebesar Rp200 ribu. Disitulah tersangka kita tangkap, meskipun sempat berupa kabur," sambungnya.


Dari penangkapan preman pengangguran itu, selain tersangka, aparat kepolisian juga mengamankan satu unit Honda Beat yang dikendarai tersangka, 1 lembar kartu bertuliskan 'JPS' dan 2 lembar uang pecahan Rp100 ribu. "Tersangka dan barang bukti kita limpahkan ke Polsek Hinai," pungkas Andrias.


#Diapeesiasi Warga

Dari penangkapan tersangka Jose itu, warga sangat mengapresiasi kinerja Polsek Tanjung Pura. "Memang dah meresahkan kali ulah preman-preman disana. Kali inilah baru kena batunya," ungkap warga yang mengaku bernama Wito dengan nada geram.


Tak hanya 'JPS', kata Wito, ada juga yayasan pengangkutan 'POS' yang kerap melakukan pemerasan dengan kekerasan. Jika supir tak memberikan uang, para preman tak segan-segan melempari mobil yang melintas dengan batu. "Oknumnya si Saiya dan Anta. Mereka yang jahat kali. Kalau bisa, mereka juga harus segera ditangkap," pungkasnya. (Ahmad)




Komentar

Tampilkan

Terkini

Nasional

+