Iklan

Selasa, 12 Januari 2021, 20.00.00 WIB
Last Updated 2021-01-12T14:37:19Z
Berita Hari Ini

Silaturrahmi Ketua PWI Langkat Dengan Ketua PN Stabat: Begini Caranya Kalau Mau Meliput Sidang di PN Stabat

Berita Viral
Ketua PWI Langkat Darwis Sinulingga bersama pengurus diabadikan bersama Ketua PN Langkat As'ad Rahim Lubis, SH, MH dan Panitera serta Humas PN.

Langkat-Metrolangkat-binjai.com


Saat ini, ada stigma yang muncul di kalangan wartawan, sulit bagi wartawan untuk meliput persidangan di pengadilan, termasuk di PN. Stabat Klas I B. 


Buktinya,  kalau dulu wartawan bebas meliput, bahkan para pengunjung juga bisa bebas masuk untuk melihat jalannya persidangan, sekarang tidak,  karena wartawan yang mau meliput harus melapor terlebih dahulu.


Stigma itu ternyata tidak benar.  Hal itu ditegaskan oleh Ketua PN Stabat, As'ad Rahim Lubis, SH, MH kepada para wartawan dan pengurus PWI Kabupaten Langkat saat silaturahmi sekaligus  audensi, Selasa (12/1).


" Tidak sulit. Kami (Pengadilan) terbuka kok untuk wartawan," ujar As'ad, didampingi Panitera, Aslam Irfan Daulay SH dan Humas, Syafwan Siregar.SH.MH.


Jadi, As'ad pun menegaskan, silahkan liput, asal jangan buat kegaduhan, sehingga mengganggu jalannya  persidangan. 


Hanya saja, As'ad menambahkan, ada baiknya melaporlah dulu atau paling tidak menganggukkan kepala saja pun jadi, biar hakim atau panitera tahu keberadaan dan kapasitas wartawan dalam persidangan tersebut, apakah sebagai peliput atau sebagai pengunjung biasa. 



" Ya, itu perlu, sebab sekarang segala sesuatunya memang sudah berubah dan sudah diatur sedemikian rupa, karena pengadilan adalah Zona Integritas dan Wilayah Bebas Dari Korupsi Serta Wilayah Birokrasi yang Bersih dan Melayani. 


Jadi, pelayanan yang diberikan adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dimana ruang sidang dirubah. 


 " Yang jelas perubahan terus dilakukan, dimana ruang pelayanan diletakkan di depan, sedangkan para pengunjung di belakang.  


Para tamu pun disambut dan dilayani dengan ramah. Hanya saja, maaf ya, tidak menerima tamu yang berhubungan dengan perkara," ujar As'ad lagi sambil tersenyum.


Hanya saja,  terkait dengan perubahan perubahan tersebut, pasti ada yang senang dan ada yang tidak senang, sebab mungkin saja ada yang sudah nyaman dengan pola yang lama. 


Jadi,  kalau dulu, nyaris tidak ada jarak, karena masyarakat,  wartawan dan para pengunjung bisa bebas melihat dan meliput persidangan. Sekarang tidak bisa lagi, karena sekarang lebih tertib.


Nahkan, dalam waktu dekat,  As'ad pun menambahkan, era sidang moderen akan dimulai, dimana sidang direkam lewat monitor, sehingga bisa dilihat para pengunjung dari luar ruang sidang.


" Jadi, harus difahami bahwa zaman sudah berubah. Meliput harus ada izin, tapi bukan untuk dipersulit. Melapor saja ke humas atau juru bicara pengadilan, bereslah itu," ujar As'ad lagi yang notabene baru 6 bulan bertugas di Kabupaten Langkat.  


Hal itu,  dilakukan supaya ada konfirmasi dan tidak salah dalam penulisan beritanya. Jadi, bukan dipersulit atau mau membatasi tugas wartawan.


 Itu wajar, sebab mungkin saja ada yang sudah nyaman dengan pola yang lama, sehingga tidak mau pola itu diganti (dirubah). 


 Ya, sejak tahun 2015- 2016 semuanya mulai ditata. Jadi,  sedikit demi sedikit semuanya pun berubah.


# Perkara Narkoba Mendominasi

 Lebih lanjut,  menjawab pertanyan wartawan, As'ad pun menegaskan lebih dari 60 persen perkara yang disidangkan di PN Kelas IB Stabat adalah perkara narkoba. Mengapa bisa demikian? 


Ya,  karena penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memang sudah masuk tingkat darurat. Bayangkan saja, dulu untuk mendapatkan sabu-sabu harus ada uang 200 ribu.


 Sekarang tidak.  Dengan uang 50 dan 20 ribu kita sudah bisa membeli sabu-sabu.

 

" Ya,  namanya paket hemat, dengan uang 20 ribu saja sudah bisa membeli sabu-sabu.  Parahnya lagi, sosialisasi Kadarkum sudah tidak ada lagi. Jadi,  anak anak dan remaja yang jadi sasarannya," ujarnya. 


Selain itu,  As'ad pun menambahkan lagi, ada stigma agar jangan terlalu dekat dengan wartawan. Nah, As'ad mengaku dia justru senang,  karena kritik dan saran wartawan bisa meningkatkan kinerjanya.


 Nah, sambutan yang ramah dan hangat itu disambut positif para pengurus baru PWI Kabupaten Langkat. Karena itu,  Ketua PWI Langkat yang baru,  M. Darwis Sinulingga pun berharap agar komunikasi bisa terus dijalin dengan baik. 


" Untuk itu kami ucapkan terima kasih. Selanjutnya, kalau ada berita yang berkembang di luar, pasti kami sampaikan agar bisa dijelaskan atau diklarifikasi kebenarannya.


 Yang penting,  kita adalah sahabat,  kita adalah mitra, " ujarnya.(red)